MANAGED BY:
JUMAT
28 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Senin, 21 Oktober 2019 13:04
Polair Paser Tangkap Pelaku Ilegal Fishing Kepiting Bertelur
DILEPAS KE HABITAT: Polair Paser bersama Dinas Perikanan melepas kepiting bertelur yang sebelumnya akan diperdagangkan oleh pengusaha, Jumat (18/10).Polres Untuk Kaltim Post

PROKAL.CO, TANA PASER - Kendati sejak  7 Januari 2015, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengeluarkan produk hukum berupa Peraturan Menteri KP/2015. Dalam salah satu pasal menyebutkan pelarangan penangkapan lobster dengan ukuran karapas (cangkang) di bawah 8 senti meter dan kepiting dengan ukuran karapas di bawah 15 senti meter serta rajungan dengan ukuran karapas di bawah 10 senti meter. Hal ini masih saja terjadi di Kabupaten Paser.  

Kapolres Paser AKBP Roy Satya Putra melalui Kasatpol Air AKP Teguh Sanyoto menyampaikan pihaknya baru saja menegakkan tindak pidana ilegal fishing, yakni ditemukannya kepiting bertelur  sebanyak 208 ekor dan 46 ekor dibawah ukuran siap jual, dari Desa Lori yang akan dijual ke Balikpapan melalui Mobil Pick Up bernomor polisi KT 8836 KZ pada Kamis 17 Oktober. 

" Tersangka diamankan dan dikenakan Pasal 100C Pasal 7 ayat ( 2 ) huruf  J dan m UU RI No. 45 Tahun 2009 tentang perubahan atas UU RI No 31 thn 2004 tentang Perikanan," ujar Teguh.

Diamankannya ratusan ekor kepiting ini kata Teguh berasal dari nformasi dari masyarakat bahwa ada pengusaha yang akan mengangkut kepiting bertelur ke luar Paser. Setelah diamankan di TKP di Jalan Basuki Rahmat Kecamatan Tanah Grogot, kepiting tersebut langsung dibawa ke Mapolres untuk dilakukan sortir/pemilahan,  tedapat 15 box lainnya yang berisi kepiting jantan.  

" Sehari setelahnya, hari Jumat 18 Oktober kepiting bertelur ini kita lepaskan kembali bersama Dinas Perikanan Paser di Laut Pondong," kata Teguh.

Kabid Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Paser Budi Hartika Eka Putra menyebut sejak dikeluarkannya Peraturan Menteri pada 2015, pihaknya tidak henti mensosialisasikan kepada para nelayan maupun pengusaha tambak, bahwa dilarang keras menjual Kepiting Bertelur ini. Meskipun dipasaran nasional dan internasional harganya sudah anjlok, Budi mengatakan dari diskusi dengan nelayan, masih ada pasar untuk lokal, sehingga ini lah yang membuat para para nelayan maupun pengepul masih nekat menjual dan mencari celah. 

" Selama masih ada nilai jualnya, kita sulit menghentikan praktek ini karena pada dasarnya nelayan pasti ingin mencari keuntungan dari hasil tangkapan atau budidaya nya. Kami di Dinas Perikanan daerah tidak ada kewenangan menindak, hanya sebatas sosialisasi. Semoga ke depan kejadian ini tidak terulang lagi, karena mengingat hasil produksi dalam negeri dan ekspor yang terus menurun setiap tahunnya dan demi kelestarian sumberdaya perikanan tentunya," pungkas Budi. (/jib)

 


BACA JUGA

Sabtu, 01 Februari 2020 11:38

Jual Sarang Burung Curian ke Teman Korban, Ya Ketahuan Lah...

TENGGARONG - Bukannya meraup untung dari hasil pencurian sarang burung…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:37

Menurut Pengamat, Bupati Edi Punya Hak Penuh Menentukan Cabup Disisa Jabatan

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah sudah menentukan dua figur…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:33

WAHAI PEMUDA..!! Ayok Daftar Jadi Prajurit TNI

TANA PASER - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat ( TNI…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:31

Sudah 436 ABK Tiongkok Tiba di Pelabuhan Pondong, KKP Pastikan Semuanya Bebas Corona

TANA PASER - Vitalnya penyebaran virus corona yang berasa dari…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:06

Kapal Terbalik Dihantam Ombak, Sohang Hilang

Seorang warga Kelurahan Muara Kembang bernama Sohang, dilaporkan tenggelam di…

Jumat, 31 Januari 2020 14:03

Sabu Dikemas Bersama Ikan Asin

TENGGARONG–Sepandai-pandainya tupai melompat akan jatuh juga. Pepatah tersebut tepat disematkan…

Jumat, 31 Januari 2020 14:03

Kerajinan Tumpar Makin Berkembang

Dekranasda Kubar mendorong para perajin untuk meningkatkan kualitas produk dengan…

Jumat, 31 Januari 2020 14:01

Akhir Bulan, DPA Harus Sudah Terkirim

SANGATTA - Batas waktu penyerahan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) pada…

Jumat, 31 Januari 2020 14:00

RS SOHC Sangatta Bantah Adanya Pasien Corona

SANGATTA - Rumah Sakit Medika Sangatta atau lebih dikenal SOHC…

Kamis, 30 Januari 2020 15:05

PDAM Danum Taka Jadi Perumda, Tarif Rumah Ibadah Dapat Subsidi Silang

PENAJAM - Transformasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Danum Taka…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers