MANAGED BY:
SENIN
18 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Senin, 21 Oktober 2019 11:01
Portofolio Calon Menteri Beredar, Ada Said Aqil, Edhy Prabowo hingga Viktor Laiskodat
Presiden Joko Widodo

PROKAL.CO, JAKARTA– Presiden Joko Widodo ingin langsung tancap gas bekerja usai dilantik sebagai Presiden bersama wakilnya Maruf Amin. Untuk itu, berbeda dengan periode pertama yang membutuhkan waktu sepekan untuk memfinalkan kabinetnya, kali ini Jokowi menegaskan jajaran pembantunya selesai disusun sebelum pelantikan.Jokowi mengatakan, kabinet akan diperkenalkan ke publik pada pagi hari ini (21/10). "Besok pagi saya kenalkan, karena nanti sorenya, Pak Kyai Haji Maruf Amin harus ke Jepang," ujarnya di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin (20/10).

Sayangnya, Jokowi belum mau membocorkan soal siapa saja nama-nama yang akan membantunya. Hanya, dia mengisyaratkan akan ada banyak nama-nama baru. "Masih banyak (menteri lama Red) tapi yang baru lebih banyak," imbuhnya.

Soal latar belakangnya, Jokowi memastikan ada dari keterwakilan partai politik, ada juga dari kalangan profesional. Pembagiannya tidak jauh dari yang dia sampaikan sebelumnya. Yakni 16 dari 34 menteri berasal dari partai. "Ya kurang lebih, saya belum hitung tapi kurang lebih," tuturnya.

Lalu, bagaimana dengan nasib Gerindra? Jokowi kembali merahasiakannya. "Besok (hari ini) dilihat," kata mantan Walikota Solo itu.

Meski masih ditutup rapat, bursa nama-nama menteri sudah beredar. Sejumlah nama potensial yang disebut akan melanjutkan kiprahnya. Di antaranya Menteri Keuangan Sri Mulyani yang disebut-sebut naik menjadi Menko Perekonomian, Menteri Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, hingga Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Kemudian, ada juga Pramono Anung yang diusulkan PDIP sebagai Mendagri bersaing dengan Bambang Wuryanto, Olly Dondokambey, dan Djarot Saefulloh Yusuf.

Selain nama-nama Menteri, pada hari ini Jokowi akan mengumumkan nomenklatur baru kementerian. "Perubahan nomenklatur ada. besok lah (hari ini)," kata presiden dua cucu tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ada dua Kementerian baru yang dibentuk. Yakni Kementerian Ekonomi Digital dan Ekonomi Kreatif sebagai perubahan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan Kementerian Investasi menggantikan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Sebagai tumbalnya, ada kementerian yang dilebur, salah satunya Kementerian Perdagangan digabungkan bersama Kementerian Perindustrian.

Selain figur lama, portofolio calon menteri baru kabinet pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin juga beredar, kemarin. Salah seorang yang namanya muncul adalah Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj. Dalam daftar yang beredar di kalangan wartwan, yang bersangkutan menempati pos menteri koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK). Pos kementerian itu sebelumnya dijabat politisi PDI Perjuangan Puan Maharani yang kini menjabat ketua DPR. 

Dikonfirmasi usai pelantikan presiden dan wakil presiden (wapres) kemarin, Said Aqil tidak mau menjawab gamblang. "Ah saya belum tahu," katanya.

Dia tidak menampik kalau dirinya termasuk salah seorang yang dipanggil menghadap ke Istana Negara baru-baru ini. KH Said Aqil menemui Presiden Jokowi pada Senin lalu (14/10). Tujuan pertemuan, tambah dia, hanya sekedar silaturahmi. Selebihnya juga sharing membicarakan berbagai persoalan kebangsaan. Mulai soal politik, hukum,  keamanan dan persoalan keagamaan. Dia mengaku sama sekali tidak membicarakan soal kursi menteri. "Selebihnya kami ketawa-ketawa. Ketemu kan biasa saja," ujarnya.

Menurutnya, isu nama dirinya yang masuk daftar menteri koordinator bidang PMK hanya versi media sosial (medsos). Dia pun tidak ingin menanggapi terlalu jauh soal isu di linimasa dunia maya itu.

Tetapi apakah siap jika benar-benar diminta sebagai menteri? "Tergantung. Diminta apa tidak," jawabnya pendek.

Dia mengaku siap men-support penuh pemerintahan Jokowi-Ma'ruf lima tahun ke depan. Menurutnya, salah satu kunci keberhasilan ndonesia adalah mendorong pembangunan sumber daya manusia (SDM). Hal itu, kata dia, sejalan dengan fokus utama pengembangan SDM pemerintah tahun mendatang.

Selain itu adalah penguasaan informasi teknologi (IT). Itu untuk menghadapi era revolusi industri 4.0. Tantangan lainnya berupa  mataknya hoax, hate speech melalui medsos yang membahayakan kerukunan dan mengganggu harmoni sesama anak bangsa. "Maka santri pesantren sedang saya galakan. Bukan hanya ahli agama tapi juga ahli di bidang teknologi," papar tokoh yang ahli filsafat Islam itu.

Figur baru calon mentei yang juga beredar adalah Edhy Prabowo. Dalam daftar susunan kabinet terakhir yang beredar, wakil ketua umum Partai Gerindra itu diplot menjadi menteri pertanian. Terkait kabar tersebut, dia bilang tidak dalam posisi mengajukan diri. Sebab pemilihan nama-nama menteri murni kewenangan presiden. "Saya kira Pak Prabowo sudah jelas di awal. Kami tidak minta-minta. Tapi siap bekerja sama demi kemajuan NKRI," kata Edhy Prabowo.

Dia juga mengisyaratkan siap jika diminta menjadi salah seorang pembantu presiden periode 2019-2024. Menurutnya, dalam kondisi apapun harus siap jika diberikan tugas. Termasuk menjadi menteri di kabinet Jokkwi-Ma'ruf.

Dia pun lantas menceritakan kiprahnya sebagai anggota DPR sejak tahun 2009. Saat ini dia sudah memasuki periode ke-3 sebagai anggota dewan. Jabatan terakhir yang diemban pada periode 2014-2019 adalah menjadi ketua komisi IV DPR. Komisi tersebut memang konsen dalam persoalan pertanian, pangan, kehutanan dan kemaritiman. "Alhamdulillah saya lulus tanpa gangguan pelanggaran-pelanggaran," paparnya. 

Kemunculan nama Edhy Prabowo dikaitkan dengan safari politik yang gencar dilakukan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. Dalam rapimnas Gerindra Rabu lalu (16/10), Prabowo juga mengungkapkan telah menyerahkan konsepsi besar tentang pembangunan perekonomian Indonesia. Fokusnya adalah pertahanan pangan, energi, ketersediaan air, serta pembangunan pertahanan dan pemerintahan yang kuat. Apakah pos menteri pertanian tersebut ada kaitannya dengan lobi-lobi Prabowo? "Saya tidak tahu. Itu pembicaraan empat mata antara Pak Prabowo dengan Pak Jokowi," ucap Edhy Prabowo. 

Nama lain yang muncul adalah politisi Nasdem Viktor Bungtilu Laiskodat. Kabarnya politisi yang kini menjabat gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) diplot sebagai salah seorang calon menteri. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Nasdem Johnny G Plate tidak menampik kalau Viktor masuk dalam portofolio calon menteri kabinet Jokowi-Ma'ruf. Menurutnya, rekan separtainya itu siapa ditempatkan di kementerian apapun. "Di menteri manapun Pak Viktor siap. Karena sudah memahami landscape politik nasional khususnya Jakarta," kata Johnny G Plate.

Informasi yang beredar, Viktor disebut akan menempati menteri lingkungan hidup dan kehutanan (LHK). Pos kementerian tersebut sebelumnya juga dijabat menteri dari Nasdem. Yaitu Siti Nurbaya Bakar. Kabar lain yang beredar, Viktor akan mengisi kementerian UMKM. "Prinsipnya dia siap saja," papar Johnny G Plate. 

Berapa jumlah pos menteri untuk Nasdem? Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh kemarin menjawab pertanyaan tersebut. Dia mengklaim justru dirinya belum diajak bicara Jokowi soal jatah menteri untuk Partai Nasdem. "Saya belum tahu berapa menteri,” terang dia saat ditemui usai pelantikan presiden di Kompleks Parlemen, Senayan kemarin. Mungkin karena Presiden Jokowi sibuk, sehingga dirinya belum diajak bicara lagi.

Politisi yang juga pengusaha itu mengatakan, sebagai partai yang mendukung Jokowi tanpa syarat dan mahar, maka pihaknya menyerahkan sepenuhnya Jokowi. Partainya akan menerima apa pun keputusan yang nanti ditetapkan presiden. “Konsekuensi koalisi tanpa syarat, ya tidak boleh banyak tanya,” ungkap.

Surya masih enggan membocorkan siapa kader partainya yang disiapkan untuk menjadi menteri. Dia masih akan menunggu pengumuman resmi dari presiden dan wakil presiden. 

        Terpisah, Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengatakan, para ketua umum partai koalisi sudah menyerahkan nama-nama calon menteri ke Jokowi. Para ketum partai juga sudah beberapakali bertemu dengan presiden untuk membahas menteri. “Tidak elok kalau kami sampaikan berapa jatah menteri untuk masing-masing partai,” kata dia saat ditemui di sela-sela tasyakuran pelantikan Jokowi – Ma’ruf di Tugu Proklamasi kemarin..

Yang jelas PDIP mendapatkan jatah menteri paling banyak. Siapa saja kader PDIP yang akan jadi menteri? Menurut dia, ada pengurus DPP PDIP sekaligus anggota DPR RI yang akan ditunjuk sebagai menteri. Namun, dia belum mau membuka nama calon menteri. Selain itu, ada juga kepala daerah dari PDIP yang akan jadi menteri. Sebelumnya, Hasto mengatakan, ada kepala daerah yang berpeluang menjadi menteri. Yaitu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Bupati Banyuwangi Azwar Anas, dan Bupati  Ngawi Budi Sulistyono alias Kanang. Tapi, dia belum bisa memastikan siapa yang akan ditunjuk.

Alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) itu mengatakan, nomenklatur kabinet sudah ditetapkan. Tidak banyak yang mengalami perubahan. “Kami percaya Pak Jokowi akan memilih menteri terbaik,” tutur dia.

Partai di luar koalisi pemerintah  juga masih menunggu kepastian dari Jokowi. Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan mengatakan, pihaknya tidak ingin mendahului keputusan dari presiden. Partainya masih menunggu pengumuman resmi dari presiden. 

Begitu juga soal peluang Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi menteri, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Jokowi. “Tanya ke Pak Jokowi. Saya tidak tahu,” tutur dia saat ditemui di gedung DPR kemarin. (far/mar/lum)


BACA JUGA

Senin, 18 November 2019 09:58

Kasus Minyak Ilegal, Cium Aroma Kongkalikong dengan Aparat

Polisi masih kesulitan dalam mengusut kasus penyulingan minyak ilegal di…

Senin, 18 November 2019 09:56

Peluang ASN Tertutup..!! Badan Otorita Pemindahan IKN Bukan Birokrat

JAKARTA-- Peluang aparatur sipil negara (ASN) menempati posisi Kepala Badan…

Senin, 18 November 2019 09:29

Ibu Kota Pindah, Kriminalitas di Kaltim Naik

PEMINDAHAN pusat pemerintahan baru ke Kaltim, pertimbangan di antaranya aspek…

Senin, 18 November 2019 09:21

Sopir Mabuk Ugal-Ugalan, Tabrak Suami Istri Hingga Tewas

Kecelakaan maut terjadi di Jalan Lambung Mangkurat, (16/11). Insiden itu…

Minggu, 17 November 2019 14:59

MAAF AJA..!! Yang LGBT Tidak Boleh Melamar CPNS Kejaksaan

Seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2019 yang sedang berlangsung…

Minggu, 17 November 2019 14:58

MAAF AJA..!! Yang LGBT Tidak Boleh Melamar CPNS Kejaksaan

Seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2019 yang sedang berlangsung…

Minggu, 17 November 2019 14:56

Nikah Makin Ribet, Bimbingan Pranikah Libatkan Sejumlah Kementerian

Pembicaraan pembinaan pranikah dan sertifikasi masih bergulir. Menteri Koordinator Bidang…

Sabtu, 16 November 2019 23:00

Istana Negara Hidupkan Akses Kawasan Penyangga

BALIKPAPAN–Usulan istana negara juga dibangun di Kutai Kartanegara (Kukar) mulai…

Sabtu, 16 November 2019 23:00

Kasus Penyulingan Minyak Ilegal, Internal Pertamina Ada "Bermain"..??

Indikasi keterlibatan orang dalam sedang diusut di internal Pertamina dan…

Sabtu, 16 November 2019 11:58

Asa Terakhir Badak Kalimantan, Tersisa Belasan, Terancam Hanya Jadi Legenda

Dibanding badak, Kalimantan lebih dikenal dengan orang utan dan pesutnya.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*