MANAGED BY:
SABTU
16 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SAMARINDA

Sabtu, 19 Oktober 2019 11:36
Lebih Dekat dengan M Roayna Azzam, Pelajar Asal Samarinda yang Menatap Kejuaraan Dunia Matematika

Awalnya Main-Main, Kini Kantongi Emas di Thailand

M Roayna Azzam

PROKAL.CO, Menjalani kompetisi dengan santai adalah kunci Azzam. Menyukai matematika, jadi alasannya mengikut aneka kompetisi matematika. Sekaligus mengetahui seberapa jauh kemampuannya di ilmu itu.

 

NOFIYATUL CHALIMAH, Samarinda

 

AZZAM duduk dengan tenang di dalam gedung di mana Hong Kong International Mathematical Olympiad (HKIMO) digelar, awal bulan lalu. Meski itu kompetisi internasional, dia berusaha mengendalikan kegugupan. Supaya, apa yang dia latih dan pelajari sebelum berangkat, tak berantakan karena gugup.

Apalagi, HKIMO itu bukan pertama kalinya dia mengikuti kompetisi internasional. Di kompetisi tersebut, Azzam pun bersaing dengan ribuan peserta dari 29 negara. Sudah lebih dari 30 kompetisi yang diikuti Azam. Mulai kompetisi lokal hingga internasional sudah dirasakannya.

Semua kompetisi tersebut adalah matematika. Beragam medali dia dapat. Tahun ini, sebuah medali emas dari Thailand International Mathematic Olympiad (TIMO) dan medali silver dari HKIMO didapatkan pemilik nama lengkap Muhammad Roayna Azzam Muntaqho itu.

Perolehan medali emas Azzam pada TIMO awal tahun ini, membuatnya berkesempatan berlaga dalam World International Mathematic Olympiad (WIMO) di Jepang pada Desember mendatang.

Dunia matematika ditekuni anak pasangan Sonny Sudiar dan Syamdianita itu sejak duduk di bangku sekolah dasar. “Kelas tiga SD masih main-main. Kelas empat SD baru serius,” tutur remaja yang duduk di kelas VIII SMP IT Cordova Samarinda itu.

Setelah serius belajar matematika, Azzam akhirnya mendapat hasil dari usahanya. Gelar juara lomba matematika dari sebuah kompetisi yang diselenggarakan universitas swasta didapatkannya saat dia duduk di kelas 5 SD. Petualangan remaja kelahiran Samarinda 16 April 2007 itu pun tak berhenti di situ. Dia mengikuti banyak kompetisi, salah satunya adalah olimpiade sains nasional (OSN). Hingga, pada 2017 Azzam juara OSN Kaltim.

Pada 2019, Azzam mengikuti TIMO. Dalam kompetisi itu, dia bersaing dengan 15 negara. Sebelum mengikuti TIMO, Azzam harus mengikuti berbagai seleksi. Hingga akhirnya lolos di tingkat nasional, dan bisa mengikuti kompetisi internasional seperti TIMO maupun HKIMO.

Menggeluti matematika yang dianggap banyak anak bukan pelajaran menyenangkan, Azzam punya pandangan sendiri. Bagi dia, matematika bukanlah sesuatu yang menakutkan. Justru menyenangkan karena tak perlu menghafal seperti pelajaran sejarah dan sebagainya. Menurutnya, belajar matematika itu asyik. “Memang suka matematika, dan belajar matematika itu lebih enak. Sebab, belajar matematika itu belajar ilmu pasti,” bebernya.

Berhasil menorehkan prestasi di berbagai event, Azzam tak punya waktu khusus untuk belajar matematika tiap harinya. Dia belajar sesuai keinginan. Selain belajar di rumah, Azzam juga berlatih soal matematika di Institute Mathematics and Science Olympiad (IMASO).

Menurutnya, yang paling efektif dalam belajar matematika adalah latihan soal. Dengan begitu, otak akan terasah memecahkan masalah-masalah yang dihadapi. Menentukan rumus mana yang digunakan lalu menghitungnya. Tentu ada kepuasan tersendiri, ketika bisa menyelesaikan soal-soal yang dihadapi. Maka, agar tak bosan, Azzam mengaku enggan memaksakan dirinya untuk belajar. “Paling kalau mau lomba saja baru banyak belajar,” sambungnya.

Saat ini, Azzam bersiap untuk mengikuti kompetisi WIMO. Meski sama-sama berskala internasional seperti HKIMO dan TIMO, WIMO berbeda. Hanya mereka yang mendapatkan medali emas pada kompetisi internasional yang bisa mengikuti WIMO. Otomatis, saingan Azzam tak sembarangan. Meski begitu, dia menanggapinya dengan santai. Azzam ingin berkompetisi tanpa beban dan tanpa kegugupan. “Jadi, dijalaninya biasa saja,” pungkasnya. (rom/k18)


BACA JUGA

Jumat, 15 November 2019 13:00

Progres Proyek Sisa 60 Persen, Komisi III Jadwalkan Peninjauan Pembangunan Infrastruktur

  SAMARINDA. Ketua Komisi III DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud menegaskan…

Jumat, 15 November 2019 09:18

Satukan Presepsi Terkait Data LTT di Kaltim

SAMARINDA - Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan Kaltim menggelar…

Kamis, 14 November 2019 16:34

Mau Kabur, Kedua Kaki Gembong Curanmor Dibikin Pincang

SAMARINDA - Kepolisian dari Polsek Samarinda Kota terpaksa menembak kedua…

Kamis, 14 November 2019 13:05

Jalan Utama Diportal, SMP 38 Bikin Jalan Baru

Polemik pembebasan lahan menerpa akses jalan menuju SMP 38, Jalan…

Kamis, 14 November 2019 13:05

Diintai Dua Pekan, Pengedar Lawas Akhirnya Ditangkap

SAMARINDA–Satuan Reserse Kriminal Polsek Sungai Kunjang berhasil membekuk Yusril, pelaku…

Kamis, 14 November 2019 13:03
Ngebut Kerjakan Jembatan Mahkota IV

Jembatan Mahakam IV Bakal Cantik Wal..!! Begini Rencananya Pencahayaannya...

SAMARINDA–Sejalan dengan sisa pembetonan bentang tengah Jembatan Mahakam IV. Saat…

Kamis, 14 November 2019 13:01

Kabel Rumah Sakit Islam Dicuri di Siang Bolong

SAMARINDA–Satreskrim Polsek Samarinda Kota membekuk Edy Ramlan alias Mellang, pelaku…

Kamis, 14 November 2019 12:58

Meski Hujan, si Jago Merah Tetap Mengamuk

SAMARINDA–Petugas pemadam kebakaran kali ini harus bekerja lebih keras. Kebakaran…

Kamis, 14 November 2019 12:57

Usulkan Rp 3 Miliar untuk PJU

SAMARINDA–Pelaporan penerangan jalan umum (PJU) sudah memanfaatkan peranti lunak yang…

Kamis, 14 November 2019 12:56

Soal Sisa Proyek Jembatan Kembar yang Dilelang Belakangan, Pengamat: Harusnya Satu Kesatuan

Adanya pelelangan ulang tampaknya membuat sisa pekerjaan Jembatan Mahakam IV…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*