MANAGED BY:
KAMIS
04 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SAMARINDA

Sabtu, 19 Oktober 2019 11:36
Lebih Dekat dengan M Roayna Azzam, Pelajar Asal Samarinda yang Menatap Kejuaraan Dunia Matematika

Awalnya Main-Main, Kini Kantongi Emas di Thailand

M Roayna Azzam

PROKAL.CO, Menjalani kompetisi dengan santai adalah kunci Azzam. Menyukai matematika, jadi alasannya mengikut aneka kompetisi matematika. Sekaligus mengetahui seberapa jauh kemampuannya di ilmu itu.

 

NOFIYATUL CHALIMAH, Samarinda

 

AZZAM duduk dengan tenang di dalam gedung di mana Hong Kong International Mathematical Olympiad (HKIMO) digelar, awal bulan lalu. Meski itu kompetisi internasional, dia berusaha mengendalikan kegugupan. Supaya, apa yang dia latih dan pelajari sebelum berangkat, tak berantakan karena gugup.

Apalagi, HKIMO itu bukan pertama kalinya dia mengikuti kompetisi internasional. Di kompetisi tersebut, Azzam pun bersaing dengan ribuan peserta dari 29 negara. Sudah lebih dari 30 kompetisi yang diikuti Azam. Mulai kompetisi lokal hingga internasional sudah dirasakannya.

Semua kompetisi tersebut adalah matematika. Beragam medali dia dapat. Tahun ini, sebuah medali emas dari Thailand International Mathematic Olympiad (TIMO) dan medali silver dari HKIMO didapatkan pemilik nama lengkap Muhammad Roayna Azzam Muntaqho itu.

Perolehan medali emas Azzam pada TIMO awal tahun ini, membuatnya berkesempatan berlaga dalam World International Mathematic Olympiad (WIMO) di Jepang pada Desember mendatang.

Dunia matematika ditekuni anak pasangan Sonny Sudiar dan Syamdianita itu sejak duduk di bangku sekolah dasar. “Kelas tiga SD masih main-main. Kelas empat SD baru serius,” tutur remaja yang duduk di kelas VIII SMP IT Cordova Samarinda itu.

Setelah serius belajar matematika, Azzam akhirnya mendapat hasil dari usahanya. Gelar juara lomba matematika dari sebuah kompetisi yang diselenggarakan universitas swasta didapatkannya saat dia duduk di kelas 5 SD. Petualangan remaja kelahiran Samarinda 16 April 2007 itu pun tak berhenti di situ. Dia mengikuti banyak kompetisi, salah satunya adalah olimpiade sains nasional (OSN). Hingga, pada 2017 Azzam juara OSN Kaltim.

Pada 2019, Azzam mengikuti TIMO. Dalam kompetisi itu, dia bersaing dengan 15 negara. Sebelum mengikuti TIMO, Azzam harus mengikuti berbagai seleksi. Hingga akhirnya lolos di tingkat nasional, dan bisa mengikuti kompetisi internasional seperti TIMO maupun HKIMO.

Menggeluti matematika yang dianggap banyak anak bukan pelajaran menyenangkan, Azzam punya pandangan sendiri. Bagi dia, matematika bukanlah sesuatu yang menakutkan. Justru menyenangkan karena tak perlu menghafal seperti pelajaran sejarah dan sebagainya. Menurutnya, belajar matematika itu asyik. “Memang suka matematika, dan belajar matematika itu lebih enak. Sebab, belajar matematika itu belajar ilmu pasti,” bebernya.

Berhasil menorehkan prestasi di berbagai event, Azzam tak punya waktu khusus untuk belajar matematika tiap harinya. Dia belajar sesuai keinginan. Selain belajar di rumah, Azzam juga berlatih soal matematika di Institute Mathematics and Science Olympiad (IMASO).

Menurutnya, yang paling efektif dalam belajar matematika adalah latihan soal. Dengan begitu, otak akan terasah memecahkan masalah-masalah yang dihadapi. Menentukan rumus mana yang digunakan lalu menghitungnya. Tentu ada kepuasan tersendiri, ketika bisa menyelesaikan soal-soal yang dihadapi. Maka, agar tak bosan, Azzam mengaku enggan memaksakan dirinya untuk belajar. “Paling kalau mau lomba saja baru banyak belajar,” sambungnya.

Saat ini, Azzam bersiap untuk mengikuti kompetisi WIMO. Meski sama-sama berskala internasional seperti HKIMO dan TIMO, WIMO berbeda. Hanya mereka yang mendapatkan medali emas pada kompetisi internasional yang bisa mengikuti WIMO. Otomatis, saingan Azzam tak sembarangan. Meski begitu, dia menanggapinya dengan santai. Azzam ingin berkompetisi tanpa beban dan tanpa kegugupan. “Jadi, dijalaninya biasa saja,” pungkasnya. (rom/k18)


BACA JUGA

Selasa, 04 Februari 2020 12:04

Kritik Kota lewat Lirik Rap, Wajah Samarinda dari Lagu “Samar Indah"

Hanya di Samarinda kita bisa hidup sama rendah Nikmati tepian…

Selasa, 04 Februari 2020 12:03

Berkas Pasar Baqa Dilimpah, Rabu, Sidang Perdana

SAMARINDA-Berkas dugaan korupsi tiga tersangka Pasar Baqa sudah digulirkan Korps…

Selasa, 04 Februari 2020 12:01

Terima Paket Ganja 2,5 Kilo, Mahasiswi Ini Mengaku Cuma Diupah Rp 300 Ribu

SAMARINDA - Tersangka inisial IT yang menerima paket 2,5 kilogram…

Selasa, 04 Februari 2020 12:00

Merasa Dipalak Ketika Berkendara di Samarinda? Dua Pria Ini Mungkin Pelakunya

SAMARINDA - Tim Macan Borneo Satreskrim Polres Samarinda akhirnya meringkus…

Selasa, 04 Februari 2020 11:59

Hanya Sakit Demam, RS AWS Bantah Merawat 1 Pasien Terkena Corona Virus

SAMARINDA - Rumah Sakit AW Sjahranie (RS AWS) Samarinda membantah…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:48

Pengedar Sabu Berbahan Tawas Ditangkap

SAMARINDA-Banyaknya pemakai narkoba jenis sabu rupanya menjadi peluang bagi Kene…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:10

Begini Kondisi Terakhir Sopir Truk yang Sebabkan 4 Nyawa Melayang di Gunung Manggah Itu...

SAMARINDA- Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) Polresta Samarinda, pada Kamis…

Sabtu, 01 Februari 2020 09:05

Jalin Kerjasama dengan Rumah Sakit, Poltekkes “Nyebrang” ke Malaysia

SAMARINDA-Terus melebarkan sayap, kini Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes)…

Jumat, 31 Januari 2020 23:46

Samarinda Masih Kekurangan Pengajar

Di Samarinda, ada sekitar 2 ribu guru honorer. Mereka tengah…

Jumat, 31 Januari 2020 23:45

Perlu Waktu Realisasikan DOB Samarinda Seberang

SAMARINDA–Usul menjadikan Samarinda Seberang, Palaran, dan Loa Janan Ilir sebagai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers