MANAGED BY:
SENIN
18 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Sabtu, 19 Oktober 2019 11:22
Saling Curiga Harus Diakhiri!
DAMAI: Warga lokal dan pendatang berpelukan.

PROKAL.CO, WAMENA-Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Jayawijaya memfasilitasi pertemuan antara kepala-kepala suku dengan ketua-ketua paguyuban yang ada di Jayawijaya.

Pertemuan ini guna menyelesaikan masalah yang terjadi di Jayawijaya sekaligus menyampaikan permintaan maaf kepada paguyuban yang menjadi korban baik nyawa maupun materi dan meminta aparat keamanan terus melakukan upaya hukum bagi para pelaku.

Dalam musyawarah pencarian solusi yang dilakukan ini, perwakilan dari paguyuban nusantara, Iswardi mengatakan atasnama paguyuban nusantara ingin menyampaikan 6 pokok permintaan kepada masyarakat adat. Yakni masyarakat nusantara yang menjadi korban menerima permintaan maaf dari masyarakat adat Jayawijaya dan rasa takut harus diakhiri secara persuasif.

Selain itu, sikap saling curiga di antara masyarakat harus diakhiri. “Kami juga meminta warga yang menungsi untuk kembali dan proses hukum para perusuh harus tetap berjalan dan memberikan dukungan kepada pemerintah daerah dalam pemulihan Wamena secara bertahap,” ungkapnya saat bertemu dengan kepala –kela suku di Jayawijaya dan khususnya kepala Suku dari Wilayah Adat Mukoko di Kantor LMA Jayawijaya, Jumat (18/10).

Sementara Tokoh Adat Mukoko Agus Hubi mengatakan, masalah yang terjadi di Wamena ini akan diselesaikan secarara bertahap. Dimana karena masalah ini terjadi dalam wilayah adat Mukoko sehingga suku Mukoko bertanggung jawab untuk menyelesaikan masalah ini.

“Hasil pertemuan ini dari adat akan diangkat ke LMA dan sudah dikemukakan jika kami dari masyarakat adat dengan warga yang lainnya hari ini intinya secara budaya bertemu dan salaman untuk mencari solusi menyelesaikan masalah ini,” jelas Agus Hubi.

Setelah pertemuan ini menurutnya akan menjadi beban moril kepada ketua-ketua adat untuk menyelesaikannya, masalah aman dan tidak itu kembali kepada masyarakat masing –masing. Namun ia menegaskan masalah yang terjadi di Wouma itu hanya masalah luapan emosi yang spontan saja.

“Solusi untuk mengamankan Jayawijaya ini adalah bagaimana kita telah bersepakat bergandengan tangan bagi seluruh masyarakat Jayawijaya tanpa terkecuali mengamankan Wamena dan ini akan dilakukan secara bertahap,” tegasnya.

Secara terpisah Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw menyampaikan bahwa Lembaga Masyarakat Adat Jayawijaya berkoordinasi dengan aparat dan Pemda Jayawijaya untuk melakukan pertemuan ini. Karena waktu lalu pertemuan hanya dilakukan dengan ketua paguyuban dan masyarakat adat ini mau untuk mereka juga dihadirkan.

Untuk itu, saat dini dipertemukan untuk meyampaikan isi hatinya secara adat. “Hari ini (kemarin, Red) ada perwakilan masyarakat adat dari 40 distrik di Jayawijaya. Ini sebuah inisiatif yang baik karena kepala suku besar Mukoko sudah menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya pada saudara –saudara dari paguyuban yang menjadi korban jiwa maupun harta benda,”jelasnya.

Dikatakan, dari pihak paguyuban nusantara juga menyampaikan secara tulus untuk menerima permohonan maaf itu. Artinya saat ini sudah ada pertemuan antara adat dengan paguyuban nusantara. Hal ini menurut Waterpauw juga menjadi modalitas awal untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi di Jayawijaya terutama dalam kota Wamena.

“Kami dari pihak keamanan akan membantu dengan upaya-upaya menguraikan masalah-masalah yang ada dalam pikiran masing-masing. Kalau itu soal pemerintah, mungkin ada bupati bisa mengakomodir itu. Sedangkan kalau keamanan, saya dan Pangdam siap untuk melihat pikiran-pikiran dari masyarakat,”katanya.

Senada dengan itu, Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua menyatakan pemerintah sangat memberikan apresiasi kepada LMA Jayawijaya yang bisa mengumpulkan semua masyarakat. Baik itu dari adat maupun dari warga paguyuban nusantara. Untuk mencari, menjaga solusi untuk menjaga keamanan di Jayawijaya.

“Saya kira ini permohonan maaf dari masyarakat adat dan warga paguyuban nusantara juga menerima untuk mewakili masyarakat Jayawijaya dan sekitarnya. Mari kita bersama kembali menjalankan pemerintahan ini dengan baik didukung oleh tokoh gereja, kepala suku dan seluruh masyarakat yang ada di Jayawijaya,”tuturnya.

Ia melihat apa yang dilakukan oleh LMA saat ini bisa mengakomodir semua gagasan dan pikiran dari masyarakat. Sehingga permohonan maaf yang disampaikan ini bisa benar-benar dijalankan di Kabupaten Jayawijaya dan kedepan tidak terjadi lagi. Karena Pemda Jayawijaya sangat berharap masyarakat kembali bersatu.

“Tidak ada perbedaan antara suku yang satu dengan suku yang lain. Kita hidup di Jayawijaya ini untuk membangun kabupaten ini dan menjaga hubungan kekeluargaan. Agama dan ras apapun itu, marilah dipelihara di Jayawijaya ini,” tutupnya. (jo/nat)


BACA JUGA

Senin, 18 November 2019 12:09

Wisata ”Plus” di Puncak, Langganan Pria Timur Tengah

Prostitusi spesialis pelancong asal Timur Tengah (Timteng) di kawasan Puncak…

Senin, 18 November 2019 11:41

Jadi Calo Vila dan PSK gara-gara Lapak Digusur

SOLUSI kasus perdagangan orang spesialis wisatawan Timur Tengah (Timteng) tak…

Senin, 18 November 2019 09:58

Kasus Minyak Ilegal, Cium Aroma Kongkalikong dengan Aparat

Polisi masih kesulitan dalam mengusut kasus penyulingan minyak ilegal di…

Senin, 18 November 2019 09:56

Peluang ASN Tertutup..!! Badan Otorita Pemindahan IKN Bukan Birokrat

JAKARTA-- Peluang aparatur sipil negara (ASN) menempati posisi Kepala Badan…

Senin, 18 November 2019 09:29

Ibu Kota Pindah, Kriminalitas di Kaltim Naik

PEMINDAHAN pusat pemerintahan baru ke Kaltim, pertimbangan di antaranya aspek…

Senin, 18 November 2019 09:21

Sopir Mabuk Ugal-Ugalan, Tabrak Suami Istri Hingga Tewas

Kecelakaan maut terjadi di Jalan Lambung Mangkurat, (16/11). Insiden itu…

Minggu, 17 November 2019 20:47

Ini Dia Rupanya Si Maling Helm, Sebulan Bisa Curi 52 Helm

TENGGARONG. Pembawaannya slow alias santai. Sehari-hari mengendarai sepeda motor metik…

Minggu, 17 November 2019 14:59

MAAF AJA..!! Yang LGBT Tidak Boleh Melamar CPNS Kejaksaan

Seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2019 yang sedang berlangsung…

Minggu, 17 November 2019 14:58

MAAF AJA..!! Yang LGBT Tidak Boleh Melamar CPNS Kejaksaan

Seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2019 yang sedang berlangsung…

Minggu, 17 November 2019 14:56

Nikah Makin Ribet, Bimbingan Pranikah Libatkan Sejumlah Kementerian

Pembicaraan pembinaan pranikah dan sertifikasi masih bergulir. Menteri Koordinator Bidang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*