MANAGED BY:
RABU
20 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Sabtu, 19 Oktober 2019 10:53
PERABOI dan YKPI Gelar Talk Show, Tukul Arwana Ajak Warga Tenggarong Cegah Kanker
Datang Terlambat Jadi Penyebab Angka Kematian Pasien Kanker Tinggi
Tukul Arwana memandu talkshow kanker payudara dan tiroid digelar bakti sosial PERABOI di Pendopo Bupati Kutai Kartanegara

PROKAL.CO, PROKAL.CO, KUKAR - Seiring dengan meningkatknya angka kejadian kanker di Indonesia, PERABOI (Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia) semakin giat melakukan kegiatan pengabdian masyarakat, salah satunya talkshow seputar kanker payudara dan kanker tiroid.

Dipandu oleh artis sekaligus komedian kawakan Tukul Arwana, talkshow diselenggarkan di Pendopo Bupati Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kaltim, Sabtu (19/10).

Tukul Arwana mengatakan sosialisasi pencegahan kanker payudara ini merupakan hal yang harus diketahui masyarakat. Dan bukan hal menakutkan terhadap bahaya kanker."Kalau sudah tahu ada bahaya kanker segera ke dokter," katanya.

Kanker payudara bisa diketahui dengan tanda awal berupa benjolan. Bibit kanker awal ini dapat disembuhkan dengan ditangani cepat oleh tenaga medis berupa terapi obat, kemoterapi hingga operasi Tukul pun sempat juga bertanya, selain benjolan, apakah kutil merupakan kanker. Kutil juga dapat menjadi tanda kanker yang harus diperiksa ke dokter.

Ketua PERABOI dr Walta Gautama SpB(K)Onk mengatakan sejak disahkan sebagai anak organisasi dari Perhimpunan Dokter spesialis Bedah Indonesia (IKABI) dan anggota dari World Federation of Surgical Oncology Society (WFSOS) pada 1984, PERABOI yang terdiri dari para dokter spesialis bedah se-Indonesia itu telah melakukan pelbagai kegiatan.

“Bukan hanya untuk melestarikan pengembangan ilmu bedah onkologi dengan pertemuan-pertemuan ilmiah saja, melainkan juga turun ke masyarakat hingga ke daerah-daerah terpencil, melakukan bakti sosial atau sosialisasi tentang penyakit kanker, seperti yang dilakukan saat ini di Kabupaten Tenggarong dengan kemasan talkshow,” kata dr Walta yang praktek di RS Kanker Dharmais tersebut.

Seluruh negara di dunia ini, dilanjutkan dr Walta, tengah berupaya keras menurunkan angka kejadian kanker stadium lanjut sekaligus menurunkan angka kematian.

“Termasuk kanker payudara yang rata-rata pasiennya datang ke dokter saat stadium lanjut. Faktor inilah sebenarnya yang menyebabkan angka kematian akibat kanker menjadi tinggi. Padahal jika mereka datang ke dokter pada stadium awal kemungkinan dapat disembuhkannya tinggi sekali. Bisa mencapai 98%,” ujar dr Walta lagi.

Upaya pencegahan dini kanker payudara stadium lanjut, Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) kini gencar dengan sosialisasi deteksi dini melalui SADARI (Periksa Payudara Sendiri) ke beberapa daerah hingga ke pelosok tanah air.

Sejak 2015, YKPI menjadi satu-satunya organisasi nirlaba di Indonesia yang fokus terhadap kanker payudara yang memiliki unit mobil mammografi.

Tercatat hingga April 2019 sebanyak 13.214 orang telah melakukan mamografi dengan hasil 1.973 (14,8%) orang diketahui memiliki tumor jinak dan 203 orang (1,5%) memiliki tumor ganas.

“Mereka yang diduga memiliki tumor langsung dirujuk melakukan pemeriksaan klinis lebih lanjut di rumah sakit, agar kankernya dapat segera tertangani secara klinis dan biaya pengobatannya juga tidak menjadi tinggi,” kata Ketua YKPI, Linda Gumelar.

Program lain YKPI, lanjut Linda, adalah pengelolaan Rumah Singgah YKPI bagi pasien BPJS kelas II, di kawasan Anggrek Nelly Murni Slipi, Jakarta Barat, dan pelatihan pendamping pasien kanker.

Di tingkat Internasional, YKPI aktif sebagai anggota Reach to Recovery International (RRI) dan Union for International Cancer Control (UICC), sebuah organisasi yang mewakili hampir 2.000 organisasi di 170 negara.

“Kedepan, YKPI berencana mewujudkan adanya mobil kemoterapi sebagai upaya jemput bola dengan cara mendatangai pasien rawat jalan yang harus melakukan kemoterapi. Dan, kita juga akan menjadi tuan rumah penyelenggaran South East Asia Breast Cancer Symphosium bagi sekitar 250 peserta dari seluruh negara di dari dalam dan luar negeri pada Juli 2020,” pungkas Linda yang juga pernah divonis kanker payudara pada 1996.

Dengan visi menjadi organisasi profesi yang mampu membawa anggotanya menjadi dokter sub spesialisasi Bedah Onkologi terkemuka di Asia, PERABOI dikatakan dr Walta akan terus berperan aktif guna meningkatkan kualitas layanan bidang onkologi dan mengedukasi masyarakat tentang kanker melalui pelbagai kanal media.

“Hari ini dimulai dari masyarakat Tenggarong, ayo kenali kanker dan kita berperan aktif menurunkan angka kejadian kanker khususnya kanker stadium lanjut di Indonesia,” pungkas dr Walta diamini Linda Agum.(mym)


BACA JUGA

Rabu, 20 November 2019 13:03

Pembangunan Jembatan Sebulu dan Loa Kulu Mencuat Lagi

Wacana pembangunan dua jembatan yang sempat menguap kini kembali dilirik.…

Rabu, 20 November 2019 13:01

Ada Potensi PAD dari Kapal Pandu

  Keberadaan sejumlah jembatan di Kukar berpotensi menambah pendapatan asli…

Rabu, 20 November 2019 13:01

Ombau Asa Belum Nikmati Listrik dan Air Bersih

SENDAWAR–Pemerataan pembangunan di Kutai Barat (Kubar) dianggap belum maksimal. Tidak…

Rabu, 20 November 2019 12:57

Air Sungai Segah Tercemar, Pemkab Hentikan Sementara Aktivitas Dua Perusahaan

TANJUNG REDEB – Setelah melakukan pengambilan sampel air di Sungai…

Rabu, 20 November 2019 12:55

Meski Tidak Ada Kantor Pos, Berkas CPNS Wajib Disetor

SANGATTA - Berkas pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) masih…

Rabu, 20 November 2019 12:29

HEBOHHH..!! Bikin Video Mesum di Hutan Bakau

PULAU DERAWAN – Video tidak senonoh berdurasi sekitar 2 menit…

Rabu, 20 November 2019 10:34

Tilap Anggaran Desa, Bendahara Desa Tanjung Aru Didakwa 4,6 Tahun Penjara

TANA PASER - Kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) yang melanda…

Rabu, 20 November 2019 10:31

INGAT..!! Dukungan ASN Tidak Sah Untuk Calon Independen

TANA PASER - Persyaratan dukungan calon perseorangan (non-partai) untuk pemilihan…

Senin, 18 November 2019 13:44

Jalan Masih Tanah, Warga Hanya Pasrah

Lebar jalan sekitar 7 meter. Kondisinya belum “menghitam” alias beraspal.…

Senin, 18 November 2019 13:43

Ngungsi Belajar saat Kelas Terbakar

Kegiatan belajar-mengajar di SD 009 Tanjung Redeb setelah kebakaran tetap…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*