MANAGED BY:
SELASA
21 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Jumat, 18 Oktober 2019 13:23
Tambang Ilegal Subur, Jalan Hancur

Ganggu Pengguna Jalan, Beroperasi hingga Malam

PROKAL.CO, TENGGARONG - Aktivitas lalu lalang truk bertonase besar yang melintas di jalan provinsi di Kecamatan Samboja membuat berbagai instansi pemerintahan tak berkutik. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim Salman Lumoindong pun tak menampik jika dari informasi yang ia peroleh, truk yang melintas kerap bermuatan batubara.

Dikatakan Salman, truk-truk yang melintas tersebut tak hanya kerap melebihi ambang batas beban tonase jalan, melainkan juga tidak layak untuk melintas di jalan umum. Terkadang, batu bara yang diangkut juga tidak ditutup terpal sehingga menyebabkan potensi debu.

Untuk memberantas raksasa jalanan ini pun menurutnya tak mudah. Petugas yang beberapa kali melakukan razia, kerap mendapati aktivitas truk tak ada. Namun, belakangan aktivtas kembali ada saat petugas sudah selesai menggelar razia.

“Seringkali kucing-kucingan juga saat melakukan razia tersebut. Akhirnya terkesan tidak efektif. Makanya, memang muara dari persoalannya harus diselesaikan. Termasuk mengantisipasi para truk pengguna jalan tersebut agar tidak lagi melintas,” ujar Salman.

Ia pun berharap koordinasi lintas instansi seperti Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim, Dinas Pekerjaan Umum (PU) hingga kepolisian perlu dilakukan secara intensif. “Selain mengganggu pengguna jalan yang lain, juga tentu saja memang akan merusak jalan. Akan kita pertimbangkan untuk membangun jembatan timbang di sana” tambahnya.

Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Wahyu Widi Heranata pun menegaskan jika perusahaan yang masuk dalam pengawasannya hanya yang legal dan berizin. Sehingga, jika aktivitas tambang batu bara yang menggunakan jalam umum adalah dari pertambangan ilegal, maka pihak kepolisian yang menurutnya memiliki wewenang.

“Silakan saja lapor polisi. Karena kalau sudah ilegal itu adalah masuk ranah hukum. Tapi memang biasanya kami diajak juga,” ujar pria yang akrab disapa Didit itu.

Camat Samboja Ahmad Nurkhalis pun mengaku jika di sekitar Samboja banyak ditemukan aktivitas tambang karungan yang disinyalir ilegal. Itu yang disinyalir melakukan pengangkutan melalui jalan umum. Para pengguna jalan pun dibuat resah lantaran harus berbagi jalan dengan truk-truk bertonase besar yang melintas. Terlebih lagi kontainer yang kerap melintas hingga laut malam tersebut.

“Tapi kami juga tidak memiliki kewenangan apa-apa untuk melakukan penindakan,” katanya lagi.

Diwartakan sebelumnya, aktivitas truk bertonase besar di jalur pesisir Kukar kembali menuai sorotan. Anggota DPRD Kaltim dapil Kukar Muhammad Samsun pun meradang. Pasalnya, jalur yang dilintasi tersebut kini dalam proses peningkatan jalan.

Secara tegas, dia mempersilakan masyarakat yang merasa terganggu dengan aktivitas truk tersebut untuk mengadang. Apalagi jika truk tersebut memuat batu bara atau kelapa sawit. Sebab, lanjut Samsun, jalan umum memang tidak diperkenankan untuk hauling batu bara maupun sawit.

“Ini kan sudah susah payah kita ajukan penganggaran untuk diperbaiki, sekarang malah digunakan seenaknya dengan truk-truk perusahaan. Saya berharap warga turut berani bersikap. Kalau memang ada yang melintas, silakan adang saja. Kalau isinya batu bara, suruh lewat jalannya sendiri,” ujar pria yang menjabat Wakil Ketua DPRD Kaltim itu.

Sebuah truk trailer yang mengangkut dua alat berat terekam media netizen tergelincir di kawasan Sungai Merdeka, Kecamatan Samboja. Kondisi ini juga disebutkan sempat mengundang kemacetan pada Rabu (16/10). Ironinya, truk tersebut justru melintas di atas jalan yang baru disemenisas.i (qi)


BACA JUGA

Senin, 20 Januari 2020 13:23

Antisipasi Bencana Banjir di PPU, Normalisasi Bergulir di Tiga Sungai

Banyak cara mencegah banjir. Salah satunya menormalisasi sungai. Baik melakukan…

Senin, 20 Januari 2020 13:18

Pengajuan CPNS 2020 Didominasi Guru

PENAJAM - Kabupaten Penajam Pasar Utara (PPU) jadi satu-satunya daerah…

Senin, 20 Januari 2020 10:44

Jembatan Ambruk, Perekonomian Warga Terancam

TANA PASER - Infrastruktur di pedesaan memang masih butuh perhatian…

Minggu, 19 Januari 2020 12:19

Masalah Jalan Urung Terselesaikan, Warga Butuh Bukti

Pemkab Kubar merespons keluhan warga Kampung Muara Beloan, Kecamatan Muara…

Minggu, 19 Januari 2020 12:17

Olahan Delima Bikin Paser Berjaya

TANA PASER - Melimpahnya tanaman alam di Desa Batu Kajang…

Minggu, 19 Januari 2020 11:41

Jalur Pendekat Tenggarong Seberang Menuju Bandara APT Pranoto, Berharap Tuntas di Musrenbang

TENGGARONG-Lama tak terdengar kabarnya, jalur pendekat Tenggarong menuju Bandara Aji…

Minggu, 19 Januari 2020 11:39

2020, Paser Terima Bankeu Provinsi Senilai Rp 368 Miliar

TANA PASER - Legislator dari Karang Paci atau DPRD Kaltim,…

Sabtu, 18 Januari 2020 09:53

Perpisahan Sekolah, Siswa Diminta Rp 600 Ribu, Begini Kata Kadisdik

Jelang akhir masa sekolah, sejumlah orangtua waswas. Bukan takut anaknya…

Sabtu, 18 Januari 2020 09:52

Tes CPNS Sebentar Lagi, PLN dan Telkom Mesti Siap Juga Nih

ARTA KUSUMA YUNANDA/BP TANJUNG REDEB–Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP)…

Sabtu, 18 Januari 2020 09:51

Merasa Terbuang, Pedagang Pilih “Ngemper”

SANGATTA–Puluhan pedagang menyebut merasa terbuang karena tidak mendapat lapak untuk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers