MANAGED BY:
SENIN
18 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

BALIKPAPAN

Jumat, 18 Oktober 2019 12:01
Simak Nih.., Konjen Australia di Makassar Richard Mathews Bicara Pemindahan IKN ke Kaltim

Australia Perlu 14 Tahun, Indonesia Bisa Lebih Cepat

Konsul Jenderal (Konjen) Australia di Makassar Richard Mathews saat berkunjung ke Gedung Biru Kaltim Post.

PROKAL.CO, Pemindahan ibu kota negara (IKN) dari Jakarta ke Kaltim digadang-gadang tidak terlepas merujuk kesuksesan Australia. Pada abad 19, Negeri Kanguru sudah lebih dulu memindahkan ibu kota. Ada banyak pelajaran, Canberra kini hidup dengan konsep pusat pemerintahan yang berada di kawasan hijau perbukitan.

 

DINA ANGELINA, Balikpapan

 

DUA hari lalu, Konsul Jenderal (Konjen) Australia di Makassar Richard Mathews berkunjung ke Gedung Biru Kaltim Post di Kilometer 3,5 Balikpapan. Saat berbincang dengan awak Redaksi Kaltim Post, salah satu diskusi yang tak kalah menarik adalah pemindahan ibu kota. Richard sempat berbincang tentang pengalaman Australia dalam pemindahan ibu kota. Tepatnya dari Melbourne ke Canberra.

Pria yang telah melanglang buana sebagai konsul jenderal itu berpendapat, membuka ibu kota baru memiliki tantangan besar. Pengalaman di Australia mungkin bisa jadi pelajaran. Namun itu pemindahan yang terjadi sekitar 106 tahun lalu. Pembangunan ibu kota ke Canberra mulai berlangsung 1913. Bahkan, saat itu Australia baru menginjak usia 12 tahun.

Richard mengatakan, ide pemindahan ibu kota itu perlu kajian selama delapan tahun sebelum akhirnya diputuskan pindah pada 1913. “Ada debat antara memilih Melbourne atau Sydney. Justru akhirnya Canberra dipilih karena berada di tengah-tengah dua kota itu. Cocok daerahnya datar, ada air, dan belum banyak orang bermukim di sana,” katanya.

Konsep kota dengan hutan lindung dan kota taman. Sementara di sisi utara dan timur merupakan area pertanian. Sesuai dengan keperluan, ketika itu Pemerintah Australia membuka sayembara internasional untuk desain menata ibu kota mulai pusat pemerintahan, parlemen, tempat tinggal, hingga pusat perbelanjaan.

“Pemenang sayembara arsitek pasangan suami-istri dari Amerika Serikat yang membuat desain pembangunan Canberra,” sebutnya. Kata dia, desain itu benar-benar digunakan. Meski penetapan pemindahan sudah lama, parlemen dan pusat pemerintahan lain baru dibangun pada 1927.

Sekitar 14 tahun setelah penetapan pemindahan karena terhalang dengan perang dunia. Canberra baru benar-benar beroperasi sebagai ibu kota saat pembangunan parlemen rampung pada 1927. Dewasa kini, pusat kota Canberra adalah danau buatan di tengah kota bernama Lake Burley Griffin, nama dari desainer Kota Canberra.

Di sana orang bisa bebas berkunjung menikmati taman bahkan sembari rekreasi di dalam kota. Bisa berlayar hingga piknik di pinggir danau. “Parlemen terbuka, masyarakat bisa datang bebas ada area terbuka di sana. Di belakang parlemen ada perbukitan, parlemen di bawah menandakan kekuasaan rakyat lebih tinggi,” bebernya.

Soal keperluan transportasi, Australia memanfaatkan transportasi udara antara Canberra menuju kota lain seperti Melbourne dan Sydney. Jika menggunakan transportasi darat, Melbourne menuju Canberra sekitar 5 jam. Kemudian dari Canberra menuju Sydney sekitar 4 jam. Maka agar pergerakan cepat perlu pesawat terbang yang bisa memangkas waktu perjalanan.

Menggunakan pesawat terbang hanya perlu waktu sekitar 30 menit dari Canberra menuju Sydney. Keberadaan bandara di Canberra juga memiliki satu landasan, namun terdapat dua terminal. Pertama terminal domestik untuk masyarakat sipil. Kedua terminal milik militer yang dijadikan sebagai bandara VVIP untuk pemerintah atau tamu negara.

Richard mengungkapkan, kini masyarakat dan pemerintah di Canberra bisa hidup berdampingan dengan damai. Sejak awal dipilih sebagai ibu kota, Canberra dulu hanya memiliki penduduk sekitar 10 ribu dengan desa kecil. Kondisi itu berbeda dengan Kaltim yang memiliki penduduk besar hampir 4 juta jiwa.

“Namun sekali lagi itu pengalaman lama, mungkin tidak cocok belajar dari Canberra. Kalau zaman sekarang bisa bangun kota baru cepat sekali,” ujarnya. Menurutnya pemindahan ibu kota ke Canberra setelah diputuskan perlu waktu belasan tahun karena kondisi yang terbatas. Sementara Indonesia, tidak menutup kemungkinan bisa membangun ibu kota selama empat tahun.

Menurutnya, semua itu tinggal bergantung dari kebijakan negara hingga kesiapan sektor swasta. “Apalagi Indonesia sudah punya pengalaman dalam pembangunan kota baru. Seperti pemekaran kabupaten/kota atau provinsi. Itu masuk studi kecilnya,” sebut Richard. Tidak hanya itu, percepatan pemindahan ibu kota sangat mungkin karena teknologi sudah modern.

Pria yang sudah 3,5 tahun di Indonesia itu mendengar pemilihan lokasi pusat pemerintahan RI berada di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU) sangat cocok untuk keperluan ibu kota. Terutama karena ketersediaan air dan tanah yang luas.

Dia menambahkan, masing-masing negara tentu punya pengalaman berbeda dalam pemindahan ibu kota. Namun kembali lagi kepada pendapat masyarakat yang jauh lebih penting.

“Pengalaman Australia sudah lebih 100 tahun, tapi hasilnya kami merasa puas. Kota indah dan asri, untuk tempat tinggal juga nyaman. Sekarang penduduk di Canberra sekitar 500 ribu yang dulu hanya 10 ribu,” papar pria yang fasih berbahasa Indonesia itu.

Diketahui, Konsulat Jenderal Australia di Makassar mencakup Indonesia bagian timur. Di antaranya selain Sulawesi, juga Kaltim. (rom/k18)


BACA JUGA

Senin, 18 November 2019 11:18

97 Satwa Dilindungi Disita KLHK

BALIKPAPAN – Sedikitnya 97 satwa dilindungi yang diduga diperdagangkan disita…

Senin, 18 November 2019 09:47

Jangkau PRSE, Dissos Bidik Kube

BALIKPAPAN – Tidak hanya mengurus anak telantar dan lansia, Dinas…

Senin, 18 November 2019 09:43

Satgas AMB Lidik ke Kaltim, Juga Incar Pelaku Judi Bola

Satgas AMB berkunjung ke Balikpapan. Mereka berkoordinasi agar dapat mengawasi…

Senin, 18 November 2019 09:30

Kisah Sersan Mayor yang Menjadi Perajin, Tak Ada Latihan, Cuma Lihat-Lihat

Usia bukan tolok ukur semangat juang. Seperti Asiman, yang pantang…

Senin, 18 November 2019 09:28

Warna Baru Fashion Pria

SEJUMLAH penggiat fashion memadati Borneo Bay Park di Plaza Balikpapan…

Sabtu, 16 November 2019 11:34

BALIKPAPAN MEMANG TOP..!! Ada Ruang Terbuka Dilengkapi Wifi, Cek Nih Ada 6 Lokasi

Predikat Balikpapan sebagai kota yang nyaman untuk ditinggali makin terasa.…

Sabtu, 16 November 2019 11:32

Jual Ayam dan Telur Harus Ditimbang, Tak Boleh Lagi Per Ekor dan Per Butir

BALIKPAPAN – Kementerian Perdagangan (Kemendag) sudah mengimbau kepada pedagang khususnya…

Sabtu, 16 November 2019 11:31

Pengantin Baru Segera Disidangkan

BALIKPAPAN- Pasangan suami istri yang baru dua pekan resmi menikah,…

Sabtu, 16 November 2019 11:27

Jangan Terkecoh, Ada yang Telepon Pura-Pura Menangis, Itu Penipuan

BALIKPAPAN-Aksi penipu melalui telepon mulai beraksi lagi. Meski belum ada…

Jumat, 15 November 2019 13:25

Wakapolda: Adukan jika Polisi Peras Pengusaha

BALIKPAPAN – Sesuai instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi), Wakil Kapolda…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*