MANAGED BY:
RABU
15 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Jumat, 18 Oktober 2019 11:26
Ekspor CPO ke India Bisa Membesar
Pengusaha kelapa sawit tampaknya bisa memperbesar ekspor crude palm oil (CPO) ke India. Pasalnya perusahaan penyulingan India berhenti membeli minyak sawit Malaysia untuk pengiriman November dan Desember. Pemerintah India berencana menaikkan pajak impor atau memberlakukan langkah-langkah lain untuk mengurangi impor dari Malaysia.

PROKAL.CO,

SAMARINDA – Pengusaha kelapa sawit tampaknya bisa memperbesar ekspor crude palm oil (CPO) ke India. Pasalnya perusahaan penyulingan India berhenti membeli minyak sawit Malaysia untuk pengiriman November dan Desember. Pemerintah India berencana menaikkan pajak impor atau memberlakukan langkah-langkah lain untuk mengurangi impor dari Malaysia.

Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Kaltim Muhammadsjah Djafar mengatakan kenaikan pajak itu membuat banyak produsen memangkas pembelian CPO dari Malaysia. Pengurangan ini dapat menyebabkan persediaan CPO Malaysia semakin besar mengingat India menjadi salah satu pasar terbesar ekspor CPO Negeri Jiran.

Sebaliknya, ini bisa menjadi kabar baik bagi Indonesia dalam meningkatkan ekspor sawit ke India. “Ini membuat permintaan CPO akan meningkat hingga akhir tahun membuat harga CPO ikut terangkat,” katanya Kamis (17/10) .

Saat ini volume ekspor CPO Indonesia meningkat 52 persen. Berdasarkan catatan Gapki, harga CPO global sepanjang semester I rata-rata hanya mencapai USD 492 per metrik ton. Sedangkan harga rata-rata CPO saat ini mencapai USD 541 per metrik ton, yang merupakan rata-rata bulanan tertinggi sejak Maret 2019.

Namun, harga minyak sawit masih menunjukkan tren yang menurun sejak Januari 2017. Tren menurun yang sudah cukup panjang cukup merisaukan produsen. “Peningkatan harga CPO ini akan berujung pada perbaikan harga TBS (tandan buah segar) di kalangan petani, sehingga bisa cukup dirasakan Kaltim,” ujarnya.

Menurutnya, India saat ini sedang mempertimbangkan untuk membatasi impor beberapa produk dari Malaysia termasuk minyak kelapa sawit, sebagai reaksi terhadap pemimpin negara Asia Tenggara itu yang mengkritik New Delhi atas tindakannya di Kashmir.

Halaman:

BACA JUGA

Jumat, 31 Januari 2020 11:47

Tambah Satu Crane, PT Pelindo IV Matangkan Rencana Pengembangan Semayang

PT Pelindo IV Balikpapan optimistis kinerja sepanjang tahun ini lebih…

Kamis, 30 Januari 2020 15:04

Jadi Favorit, Permintaan Kopi Terus Naik

SURABAYA– Permintaan kopi dalam negeri terus meningkat. Itu tidak terlepas…

Kamis, 30 Januari 2020 14:44

RUU Omnibus Law Optimistis Dongkrak Ekonomi Daerah

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) kebijakan omnibus law bisa mendorong kinerja…

Kamis, 30 Januari 2020 14:44

Kunjungan Bisnis Terganggu Corona

SAMARINDA – Penyebaran wabah virus corona berpotensi menghambat pengusaha dalam…

Rabu, 29 Januari 2020 13:09

Krakatau Steel Restrukturisasi Utang

JAKARTA – PT Krakatau Steel Tbk berhasil merestrukturisasi utang senilai…

Rabu, 29 Januari 2020 12:07

Target Integrasikan Pelabuhan di Kaltim

BALIKPAPAN - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV siap mendukung berjalannya…

Selasa, 28 Januari 2020 13:40

Garap Mobil Listrik Hyundai Inves USD 750 Juta

JAKARTA– Grab Indonesia bekerja sama dengan PT Hyundai Motor Indonesia…

Selasa, 28 Januari 2020 10:48

Bantu UMKM Perluas Pasar

SAMARINDA- Tak hanya mempermudah pelaku usaha mikro kecil dan menengah…

Selasa, 28 Januari 2020 10:42

Pertahankan Resep Warisan Mertua, Terbantu Marketplace

Menjaga konsistensi rasa masakan dan memuaskan pelanggan menjadi kunci sukses…

Senin, 27 Januari 2020 12:09
Menjaga Eksistensi Usaha ala Hadlan Feriyanto Munajat

Jangan Lupa Bahagia, Kombinasikan Hobi dengan Bisnis

Berbisnis tak melulu soal keuntungan. Tapi akan lebih memuaskan jika…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers