MANAGED BY:
RABU
20 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

MANCANEGARA

Kamis, 17 Oktober 2019 10:26
Turki Ogah Gencatan Senjata
Tank Turki membombardir kawasan Kurdi di Syria.

PROKAL.CO, ANKARA– Sanksi Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE) tidak membuat Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berubah pikiran. Invasi militer ke kawasan utara Syria yang dihuni kaum Kurdi lanjut terus. Selasa waktu setempat (15/10), dia juga mengabaikan seruan gencatan senjata. Dia bahkan menanggapi dingin rencana kunjungan Wakil Presiden AS Mike Pence ke Ankara.

Di hadapan parlemen, Erdogan menegaskan bahwa Turki tidak akan menghentikan serangan atas wilayah Kurdi yang bermula pekan lalu. Dia bersikeras untuk menuntaskan operasi militer Peace Spring yang tujuan utamanya adalah menciptakan zona aman di perbatasan Syria dan Turki. Selanjutnya, Turki akan memindahkan sekitar 3 juta pengungsi Syria ke sana. Selama ini, para pengungsi itu mereka tampung di kamp-kamp pengungsian Turki.

”Kami tidak akan duduk semeja dengan organisasi teror,” kata Erdogan sebagaimana dilansir CNN. Dia juga menyatakan niatnya untuk tidak menyambut Pence. Menurut dia, wakil Trump itu hanya berhak menemui Wakil Presiden Turki Fuat Oktay. Jika ingin berunding dan membahas situasi Syria dan Turki dengannya, dia meminta Trump yang datang ke Ankara.

Dalam kesempatan itu, Erdogan menegaskan bahwa invasi militer Turki hanya bisa dihentikan kelompok Kurdi. Tepatnya, Syrian Democratic Force (SDF). Jika SDF mau menyerah, Turki akan menyetop Peace Spring. Aksi militer lantas akan diganti dengan aksi kemanusiaan. Yakni, memindahkan para pengungsi dari Turki ke perbatasan Syria.

”Jika mereka meletakkan senjata dan meninggalkan zona aman itu, semua masalah terpecahkan,” tegas Erdogan kepada Agence France-Presse. Hingga hari ke-8 operasi militer kemarin, Turki masih mendapatkan perlawanan sengit SDF. Apalagi, belakangan kelompok militan itu dibantu pasukan rezim Bashar Al Assad dan militer Rusia. Dua kekuatan tersebut berjaga di Manbij yang merupakan kota paling strategis di perbatasan Turki dan Syria.

Menanggapi hal tersebut, Erdogan mengaku tak mempermasalahkan keterlibatan Assad atau Rusia. Menurut dia, Turki tak pernah mempermasalahkan pemerintah Assad mempertahankan kedaulatan negara. ”Itu memang tanah mereka. Kami hanya ingin menumpas kelompok teroris di sana,” tegasnya. (bil/c25/hep)


BACA JUGA

Rabu, 24 Oktober 2012 08:56

Bimtek bagi Pendata NJOP

<div style="text-align: justify;"> <strong>SAMARINDA </strong>&ndash;…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*