MANAGED BY:
SABTU
18 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

BALIKPAPAN

Rabu, 16 Oktober 2019 14:51
Setelah Terbakar, Muncul Alat Berat

Tanpa Izin, Lahan di PPU Mulai Dirambah

Alat berat yang diamankan.

PROKAL.CO, PENAJAM–Ulah spekulan tanah di Penajam Paser Utara (PPU) kian nyata sejak daerah tersebut ditetapkan sebagai ibu kota negara (IKN) menggantikan Jakarta. Kepolisian pun menyita dua alat berat jenis ekskavator dan satu buldoser di Kelurahan Maridan, Kecamatan Penajam.

Alat berat tersebut diduga untuk membuka lahan secara ilegal di areal perusahaan milik PT Balikpapan Wana Lestari(BWL) dan PT Belantara Subur (BS). Kapolpos Sotek, Jusman menjelaskan, penahanan alat berat dilakukan di tiga wilayah berbeda. Yakni Km 28 dan Km 24 milik PT BWL, kemudian Km 13 milik PT BS.

Lanjut dia, penyitaan dilakukan pada Selasa (8/10) lalu. Dari penyelidikan pihaknya, alat berat yang disita di tiga wilayah tadi tanpa izin mendarat maupun dokumen resmi menggarap lahan milik perusahaan. “Pengamanan dilakukan, setelah ada pihak dinas kehutanan yang kebetulan melakukan sosialisasi di wilayah tersebut,” ungkapnya.

Informasi sementara, ucap Jusman, mobilisasi alat berat di tiga wilayah tersebut atas inisiatif dari kelompok tani. “Katanya untuk membuka jalan ke lahan, tapi tidak jelas lahannya yang mana,” jelasnya. Dia melanjutkan, atas penahanan alat berat tadi, pihak kontraktor pun sudah beberapa kali berkonsultasi. Termasuk, berkoordinasi dengan pihak perusahaan.

"Ya, lebih baik ketemu pihak perusahaan agar bisa sama-sama mencarikan jalan keluar. Bila kelompok tani menjelaskan maksud dan tujuan tentu perusahaan akan paham. Apalagi alasan hanya membuat jalan, tentu bisa dimaklumi," sambungnya. Ditanya soal izin mendarat, Jusman menyebutkan, bila tidak ada pihak yang keberatan, izin tersebut bisa diurus.

Karena sifatnya pemberitahuan atas beroperasinya alat berat. Di mana cukup diketahui kepala desa setempat, serta diteruskan ke perusahaan pemilik izin penguasaan lahan. Sampai saat ini, alat berat masih dititip di Polpos Sotek. Penangananya langsung dari Polsek Penajam," ujarnya.

Terpisah, Staf Perencanaan PT BWL Agus Sucipto menjelaskan, masalah terjadi karena kurang komunikasi. Pihak dari kelompok tani baru mengonfirmasi ada kegiatan setelah ada penyitaan alat berat tersebut.

"Kami bahkan tidak tahu sebelumnya kalau ada kegiatan di lokasi kami di wilayah Km 24 dan Km 28. Tahunya setelah ada pengamanan tersebut," ungkap Agus.

Dijelaskan dia, penyitaan berawal dari sosialisasi oleh Dinas Kehutanan (Dishut) UPTD KPHP Bongan di Desa Bukit Subur, PPU. Agus menduga, Dishut mendapat berita dari masyarakat bahwa ada alat berat beroperasi. "Sehingga mereka langsung cek lokasinya. Dan langsung melakukan penahanan, kebetulan ada pihak kepolisian juga di sana," sambungnya.

Terpisah, Humas PT BS Wasrin menjelaskan, awalnya ada pembakaran hutan di kawasan Km 13 pada 4 Oktober lalu. Ketika dicek empat hari kemudian, di lokasi bekas kebakaran ditemukan alat berat. "Pengecekan itu dilakukan bersama dinas kehutanan, yang katanya mau lihat bekas kebakaran. Juga ada pihak kepolisian, serta direktur kami. Karena ada alat berat standby jadi langsung diamankan ke Polpos Sotek," bebernya.

Dari informasi yang dihimpun PT BS, diketahui alat berat sudah berada di Km 13 selama 20 hari. Aktivitasnya pun telah membersihkan lahan seluas 10,5 hektare.

"Sementara yang sudah dibakar ada 6 hektare. Ketika kami tanya kenapa dibakar, si pengawas ngakunya sudah melarang. Tapi kelompok taninya bersikeras, karena mau menanam padi katanya," ungkap Wasrin.

Ditanya soal keberatan pihak PT BS, Wasrin menyebut penggunaan alat berat yang masuk ke wilayah mereka jadi alasan. Terlebih tidak ada konfirmasi masuknya ke lahan perusahaan.

"Harusnya mereka minta izin masuk ke wilayah orang. Atas pengamanan alat berat itu, kami sudah dipanggil. Diminta menunjukkan surat izin usaha dan peta wilayah kerja," pungkasnya.

Dikonfirmasi Kaltim Post, UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Bongan Dishut Kaltim, Eddy Rieswanto menyebut, pihaknya akan melakukan pengecekan dulu. “Nanti dilakukan pengecekan,” terang Eddy di kantornya, Jalan Ahmad Yani, Balikpapan.

Dia menjelaskan, secara umum, ketika ada aktivitas alat berat atau lainnya, patut diduga akan digunakan melakukan kegiatan perkebunan atau mengangkut hasil kebun di dalam kawasan hutan.

Sehingga wajib mendapat izin Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Ada aturannya. Sesuai UU 18/2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan,” jelasnya. Menurutnya, jika ada alat berat diamankan, tentu polisi punya dasar, apakah ada indikasi ilegal atau tidak. “Pihak kepolisian yang melakukan penyelidikan,” jawabnya. (aim/riz/k15)


BACA JUGA

Jumat, 17 Januari 2020 14:13

Anggarkan Rp 7 M untuk PBI, Warga Diimbau Bijak Pilih Kelas Kepesertaan BPJS

Untuk membantu masyarakat tak mampu dalam urusan iuran BPJS, Pemkot…

Jumat, 17 Januari 2020 14:10

Remaja 19 Tahun Gondol 22 Motor, Hasil Curian untuk Foya-Foya dan Main Cewek

BALIKPAPAN – Usia Arif masih muda. Baru 19 tahun. Tapi…

Jumat, 17 Januari 2020 14:09

Kebakaran Aspol Diduga Kuat Korsleting

PEMERIKSAAN barang bukti bekas kabel terbakar oleh tim Pusat Laboratorium…

Jumat, 17 Januari 2020 14:09

Cinta Ditolak, Badik Bertindak

BALIKPAPAN – Ada perkembangan terbaru dari kasus pembunuhan janda cantik,…

Jumat, 17 Januari 2020 14:07
Mural-Mural Indah di Kantor Disdukcapil

Pengunjung Jadi Nyaman, Karyawan Hilang Stres

Kantor pemerintah yang berhubungan dengan pelayanan masyarakat dituntut berinovasi. Bahkan…

Kamis, 16 Januari 2020 16:00

PDAM Rencana Tambah Jaringan, Berharap Embung Aji Raden Segera Rampung

BALIKPAPAN – Di tengah masih minimnya sumber air baku, PDAM…

Kamis, 16 Januari 2020 15:59

Ada Narkoba di Balik Tutup Obat Nyamuk

BALIKPAPAN – Peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba kembali terkuak. Tiga…

Kamis, 16 Januari 2020 15:58

Manggar Sari Dipantau Intensif

BALIKPAPAN – Setelah dibongkar pada Selasa (7/1), lokalisasi Manggar Sari…

Kamis, 16 Januari 2020 15:56

Cinta Segitiga Berujung Maut, Jahir Tikam Kekasih yang Jadi Ibu Tiri

BALIKPAPAN – Kini Jahir (33) harus mendekam di balik jejuri…

Kamis, 16 Januari 2020 15:46

Pohon Rawan Tumbang, Hubungi DLH

Cuaca buruk yang berujung hujan deras dan angin kencang telah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers