MANAGED BY:
RABU
13 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

BALIKPAPAN

Rabu, 16 Oktober 2019 14:51
Setelah Terbakar, Muncul Alat Berat

Tanpa Izin, Lahan di PPU Mulai Dirambah

Alat berat yang diamankan.

PROKAL.CO, PENAJAM–Ulah spekulan tanah di Penajam Paser Utara (PPU) kian nyata sejak daerah tersebut ditetapkan sebagai ibu kota negara (IKN) menggantikan Jakarta. Kepolisian pun menyita dua alat berat jenis ekskavator dan satu buldoser di Kelurahan Maridan, Kecamatan Penajam.

Alat berat tersebut diduga untuk membuka lahan secara ilegal di areal perusahaan milik PT Balikpapan Wana Lestari(BWL) dan PT Belantara Subur (BS). Kapolpos Sotek, Jusman menjelaskan, penahanan alat berat dilakukan di tiga wilayah berbeda. Yakni Km 28 dan Km 24 milik PT BWL, kemudian Km 13 milik PT BS.

Lanjut dia, penyitaan dilakukan pada Selasa (8/10) lalu. Dari penyelidikan pihaknya, alat berat yang disita di tiga wilayah tadi tanpa izin mendarat maupun dokumen resmi menggarap lahan milik perusahaan. “Pengamanan dilakukan, setelah ada pihak dinas kehutanan yang kebetulan melakukan sosialisasi di wilayah tersebut,” ungkapnya.

Informasi sementara, ucap Jusman, mobilisasi alat berat di tiga wilayah tersebut atas inisiatif dari kelompok tani. “Katanya untuk membuka jalan ke lahan, tapi tidak jelas lahannya yang mana,” jelasnya. Dia melanjutkan, atas penahanan alat berat tadi, pihak kontraktor pun sudah beberapa kali berkonsultasi. Termasuk, berkoordinasi dengan pihak perusahaan.

"Ya, lebih baik ketemu pihak perusahaan agar bisa sama-sama mencarikan jalan keluar. Bila kelompok tani menjelaskan maksud dan tujuan tentu perusahaan akan paham. Apalagi alasan hanya membuat jalan, tentu bisa dimaklumi," sambungnya. Ditanya soal izin mendarat, Jusman menyebutkan, bila tidak ada pihak yang keberatan, izin tersebut bisa diurus.

Karena sifatnya pemberitahuan atas beroperasinya alat berat. Di mana cukup diketahui kepala desa setempat, serta diteruskan ke perusahaan pemilik izin penguasaan lahan. Sampai saat ini, alat berat masih dititip di Polpos Sotek. Penangananya langsung dari Polsek Penajam," ujarnya.

Terpisah, Staf Perencanaan PT BWL Agus Sucipto menjelaskan, masalah terjadi karena kurang komunikasi. Pihak dari kelompok tani baru mengonfirmasi ada kegiatan setelah ada penyitaan alat berat tersebut.

"Kami bahkan tidak tahu sebelumnya kalau ada kegiatan di lokasi kami di wilayah Km 24 dan Km 28. Tahunya setelah ada pengamanan tersebut," ungkap Agus.

Dijelaskan dia, penyitaan berawal dari sosialisasi oleh Dinas Kehutanan (Dishut) UPTD KPHP Bongan di Desa Bukit Subur, PPU. Agus menduga, Dishut mendapat berita dari masyarakat bahwa ada alat berat beroperasi. "Sehingga mereka langsung cek lokasinya. Dan langsung melakukan penahanan, kebetulan ada pihak kepolisian juga di sana," sambungnya.

Terpisah, Humas PT BS Wasrin menjelaskan, awalnya ada pembakaran hutan di kawasan Km 13 pada 4 Oktober lalu. Ketika dicek empat hari kemudian, di lokasi bekas kebakaran ditemukan alat berat. "Pengecekan itu dilakukan bersama dinas kehutanan, yang katanya mau lihat bekas kebakaran. Juga ada pihak kepolisian, serta direktur kami. Karena ada alat berat standby jadi langsung diamankan ke Polpos Sotek," bebernya.

Dari informasi yang dihimpun PT BS, diketahui alat berat sudah berada di Km 13 selama 20 hari. Aktivitasnya pun telah membersihkan lahan seluas 10,5 hektare.

"Sementara yang sudah dibakar ada 6 hektare. Ketika kami tanya kenapa dibakar, si pengawas ngakunya sudah melarang. Tapi kelompok taninya bersikeras, karena mau menanam padi katanya," ungkap Wasrin.

Ditanya soal keberatan pihak PT BS, Wasrin menyebut penggunaan alat berat yang masuk ke wilayah mereka jadi alasan. Terlebih tidak ada konfirmasi masuknya ke lahan perusahaan.

"Harusnya mereka minta izin masuk ke wilayah orang. Atas pengamanan alat berat itu, kami sudah dipanggil. Diminta menunjukkan surat izin usaha dan peta wilayah kerja," pungkasnya.

Dikonfirmasi Kaltim Post, UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Bongan Dishut Kaltim, Eddy Rieswanto menyebut, pihaknya akan melakukan pengecekan dulu. “Nanti dilakukan pengecekan,” terang Eddy di kantornya, Jalan Ahmad Yani, Balikpapan.

Dia menjelaskan, secara umum, ketika ada aktivitas alat berat atau lainnya, patut diduga akan digunakan melakukan kegiatan perkebunan atau mengangkut hasil kebun di dalam kawasan hutan.

Sehingga wajib mendapat izin Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Ada aturannya. Sesuai UU 18/2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan,” jelasnya. Menurutnya, jika ada alat berat diamankan, tentu polisi punya dasar, apakah ada indikasi ilegal atau tidak. “Pihak kepolisian yang melakukan penyelidikan,” jawabnya. (aim/riz/k15)


BACA JUGA

Selasa, 12 November 2019 11:47

Kakak Bunuh Selingkuhan Adik, Pelaku "Saya Tak Tahu Dia Meninggal"

BALIKPAPAN – Sakit menimpa, sesal terlambat. Hardiansyah, pelaku penganiayaan berujung…

Senin, 11 November 2019 12:59
Operasi Zebra, Pelanggar Dominan Roda 2

Selama Operasi Zebra, Lebih 14 Ribu Surat Tilang

Angka pelanggaran lalu lintas setiap tahun cenderung bertambah. Roda dua…

Senin, 11 November 2019 12:58

Adu Kreatif Lomba Mading Rupiah 3 Dimensi, Cintai, Jaga dan Rawat Uangmu…

Kreativitas tuntutan bagi para generasi muda. Dengan kreativitas, mereka dapat…

Senin, 11 November 2019 12:56

Kodrat Tewas di Tangan Kakak Selingkuhan

BALIKPAPAN – Penganiayaan berujung pembunuhan terjadi di sebuah indekos di…

Minggu, 10 November 2019 23:57
CKB Gagas Aksi Bersih-Bersih Pantai Smacly Lamaru

Kebijakan Berhasil Kurangi 56 Ton Sampah Plastik

Wajah sebagian pantai Balikpapan mulai indah dan bebas dari sampah.…

Minggu, 10 November 2019 23:40

INGAT..!! Tilang Elektronik Berlaku Januari

Kepolisian di wilayah hukum Polda Kaltim berencana menerapkan tilang elektronik…

Minggu, 10 November 2019 23:38

APBD 2020 Diprediksi Rp 2,24 Triliun

BALIKPAPAN – Pekan ini, Badan Anggaran (Banggar) DPRD Balikpapan bersama…

Minggu, 10 November 2019 23:37

Instagrammer Luar Daerah Kumpul Eksplorasi Kota Minyak

BALIKPAPAN – Kali pertama di Kota Minyak, sejumlah pegiat media…

Jumat, 08 November 2019 10:30

Begini Modus Pelaku Penipuan Identitas Registrasi SIM Card

BALIKPAPAN – Pengembangan terus dilakukan Subdit V Siber Direktorat Reserse…

Kamis, 07 November 2019 11:56

Mural, Ubah Kampung Damai Lebih Berwarna

Sepanjang mata memandang, dinding-dinding dipenuhi beragam gambar. Beberapa flora dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*