MANAGED BY:
RABU
15 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Selasa, 15 Oktober 2019 13:18
Karapas Penyu Dijual Bebas, Penjualnya Berdalih Berdalih Tak Tahu Ada Aturan
JADI BUKTI:BKSDA Kaltim menunjukkan gelang berbahan dasar karapas penyu yang merupakan hewan dilindungi. Petugas menyitanya dari pedagang di Jalan Dr Soetomo. DAYAT/ BP

PROKAL.CO,

TANJUNG REDEB-Penyu, satu di antara sekian banyak binatang yang dilindungi. Mirisnya, hewan bernama latin Chelonioidea itu justru jadi sasaran oknum warga tak bertanggung jawab. Mulai telur hingga cangkang, jadi objek penyalahgunaan.

Kasi Wilayah I Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim Dheny Mardiono geram dengan temuan pedagang yang menjual karapas atau sisik penyu di kawasan Jalan Dr Soetomo, Tanjung Redeb.

Ditemui di ruang kerjanya, Dheny menuturkan, pihaknya mendapat informasi dari masyarakat. Kemudian dilakukan pengecekan bersama kepolisian. Ternyata memang benar, dua pedagang berinisial S (40) dan AJ (25) menjual gelang berbahan dasar sisik penyu.

“Ada 19 yang kami sita dari kios milik S, sementara 11 di kios milik AJ,” ujarnya. Keduanya mengaku tidak mengetahui jika menjual sisik penyu bisa dijerat hukum. Keduanya menjelaskan, hanya tahu soal larangan menjual telur penyu. Dari pengakuan kedua pedagang tersebut, baru pertama menjualnya. “Membeli dari seorang ibu-ibu yang membawa tas besar dengan harga Rp 15 ribu. Kemudian dijual lagi dengan harga Rp 25-30 ribu,” katanya.

Dheny menuturkan, untuk mendapatkan karapas, penyu sisik yang masih hidup disiram air panas, atau dibakar bagian sisiknya. Setelah itu, dicungkil dengan menggunakan pisau atau sesuatu benda berujung lancip. Setelah terlepas, penyu tersebut dilepaskan kembali. “Logikanya sederhana, jika manusia terluka, kemudian berenang di laut, apakah tidak sakit di bagian lukanya. Begitu juga penyu. Itu penyiksaan di luar batas kemanusiaan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Dheny menuturkan, Berau didominasi oleh penyu hijau, untuk penyu sisik sudah sangat susah ditemui di perairan Berau. Kemungkinan, sisik penyu tersebut dipasok dari luar Berau. “Kami masih menduga, sisik tersebut dari luar,” kuncinya. (*/hmd/dra2/k16)

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 01 Februari 2020 11:38

Jual Sarang Burung Curian ke Teman Korban, Ya Ketahuan Lah...

TENGGARONG - Bukannya meraup untung dari hasil pencurian sarang burung…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:37

Menurut Pengamat, Bupati Edi Punya Hak Penuh Menentukan Cabup Disisa Jabatan

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah sudah menentukan dua figur…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:33

WAHAI PEMUDA..!! Ayok Daftar Jadi Prajurit TNI

TANA PASER - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat ( TNI…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:31

Sudah 436 ABK Tiongkok Tiba di Pelabuhan Pondong, KKP Pastikan Semuanya Bebas Corona

TANA PASER - Vitalnya penyebaran virus corona yang berasa dari…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:06

Kapal Terbalik Dihantam Ombak, Sohang Hilang

Seorang warga Kelurahan Muara Kembang bernama Sohang, dilaporkan tenggelam di…

Jumat, 31 Januari 2020 14:03

Sabu Dikemas Bersama Ikan Asin

TENGGARONG–Sepandai-pandainya tupai melompat akan jatuh juga. Pepatah tersebut tepat disematkan…

Jumat, 31 Januari 2020 14:03

Kerajinan Tumpar Makin Berkembang

Dekranasda Kubar mendorong para perajin untuk meningkatkan kualitas produk dengan…

Jumat, 31 Januari 2020 14:01

Akhir Bulan, DPA Harus Sudah Terkirim

SANGATTA - Batas waktu penyerahan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) pada…

Jumat, 31 Januari 2020 14:00

RS SOHC Sangatta Bantah Adanya Pasien Corona

SANGATTA - Rumah Sakit Medika Sangatta atau lebih dikenal SOHC…

Kamis, 30 Januari 2020 15:05

PDAM Danum Taka Jadi Perumda, Tarif Rumah Ibadah Dapat Subsidi Silang

PENAJAM - Transformasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Danum Taka…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers