MANAGED BY:
SELASA
19 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Selasa, 15 Oktober 2019 13:18
Karapas Penyu Dijual Bebas, Penjualnya Berdalih Berdalih Tak Tahu Ada Aturan
JADI BUKTI:BKSDA Kaltim menunjukkan gelang berbahan dasar karapas penyu yang merupakan hewan dilindungi. Petugas menyitanya dari pedagang di Jalan Dr Soetomo. DAYAT/ BP

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB-Penyu, satu di antara sekian banyak binatang yang dilindungi. Mirisnya, hewan bernama latin Chelonioidea itu justru jadi sasaran oknum warga tak bertanggung jawab. Mulai telur hingga cangkang, jadi objek penyalahgunaan.

Kasi Wilayah I Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim Dheny Mardiono geram dengan temuan pedagang yang menjual karapas atau sisik penyu di kawasan Jalan Dr Soetomo, Tanjung Redeb.

Ditemui di ruang kerjanya, Dheny menuturkan, pihaknya mendapat informasi dari masyarakat. Kemudian dilakukan pengecekan bersama kepolisian. Ternyata memang benar, dua pedagang berinisial S (40) dan AJ (25) menjual gelang berbahan dasar sisik penyu.

“Ada 19 yang kami sita dari kios milik S, sementara 11 di kios milik AJ,” ujarnya. Keduanya mengaku tidak mengetahui jika menjual sisik penyu bisa dijerat hukum. Keduanya menjelaskan, hanya tahu soal larangan menjual telur penyu. Dari pengakuan kedua pedagang tersebut, baru pertama menjualnya. “Membeli dari seorang ibu-ibu yang membawa tas besar dengan harga Rp 15 ribu. Kemudian dijual lagi dengan harga Rp 25-30 ribu,” katanya.

Dheny menuturkan, untuk mendapatkan karapas, penyu sisik yang masih hidup disiram air panas, atau dibakar bagian sisiknya. Setelah itu, dicungkil dengan menggunakan pisau atau sesuatu benda berujung lancip. Setelah terlepas, penyu tersebut dilepaskan kembali. “Logikanya sederhana, jika manusia terluka, kemudian berenang di laut, apakah tidak sakit di bagian lukanya. Begitu juga penyu. Itu penyiksaan di luar batas kemanusiaan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Dheny menuturkan, Berau didominasi oleh penyu hijau, untuk penyu sisik sudah sangat susah ditemui di perairan Berau. Kemungkinan, sisik penyu tersebut dipasok dari luar Berau. “Kami masih menduga, sisik tersebut dari luar,” kuncinya. (*/hmd/dra2/k16)

 


BACA JUGA

Senin, 18 November 2019 13:43

Ngungsi Belajar saat Kelas Terbakar

Kegiatan belajar-mengajar di SD 009 Tanjung Redeb setelah kebakaran tetap…

Senin, 18 November 2019 13:42

Antrean di SPBU Makin Panjang, Makin “Mencekik”

Warga di Tanjung Redeb masih kesulitan mendapat bahan bakar minyak…

Senin, 18 November 2019 13:40

Lalu Lintas Semrawut saat Traffic Light Padam Sepekan

SANGATTA–Sepekan sudah traffic light di persimpangan Jalan APT Pranoto, Sangatta…

Senin, 18 November 2019 13:34

Calon Wabup Lebih Tepat Uji Publik

TENGGARONG - Dua nama yang diusulkan Bupati Kukar Edi Damansyah ke…

Senin, 18 November 2019 13:33

Kapal Angkutan Barang Bandel, Dishub Sampai Bosan Beri Peringatan

Dishub mengeluhkan kapal angkutan barang ke Kubar. Pasalnya, para pemilik…

Senin, 18 November 2019 13:30

Tahura Petangis Pulihkan 500 Hektare Lahan

TANA PASER - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Paser Abdul…

Senin, 18 November 2019 13:29

Paser Terlambat Buka Pendaftaran, Pendaftaran CPNS Diperpanjang

TANA PASER - Kabupaten Paser termasuk telat mengumumkan pendaftaran seleksi…

Senin, 18 November 2019 10:45

Gedung Terancam Ambruk, Murid SD Beloan Gantian Belajar

SENDAWAR – Sejumlah murid kelas 1, 2, dan 3 SD…

Senin, 18 November 2019 10:43

Ini Dia, Catatan Pendidik setelah Sambangi Delta Mahakam

Tak sekadar mendorong budaya literasi di kalangan pelajar, menulis buku…

Sabtu, 16 November 2019 13:17

Jual Sabu, Pasangan Laki-Bini Dibekuk Polisi

TENGGARONG-Berdalih terimpit ekonomi, pasangan suami-istri (pasutri) asal Kecamatan Anggana, Kukar,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*