MANAGED BY:
SABTU
16 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Selasa, 15 Oktober 2019 11:19
COCOK DAH..!! Prabowo Temui Muhaimin, Jokowi Undang Zulkifli Hasan
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menerima kunjungan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Jakarta, Senin (14/10/2019). Pertemuan tersebut membahas berbagai isu-isu kebangsaan di Indonesia. (Dery Ridwansah/JawaPos.com )

PROKAL.CO, JAKARTA– Prabowo Subianto dan Joko Widodo terus merajut komunikasi politik dengan parpol yang pernah menjadi rival pada Pilpres 2019. Kemarin Prabowo bertemu Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. Sementara itu, Jokowi berdialog dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.

Pertemuan dengan Muhaimin merupakan bagian dari road show politik yang dilakukan Prabowo. Sebelumnya, dia bertemu Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh. Prabowo juga telah bertemu Jokowi.

Road show itu disebut-sebut terkait dengan rencana Gerindra bergabung dengan koalisi pemerintah. Jika Gerindra jadi masuk, komposisi pendukung Jokowi-Ma’ruf akan sangat gemuk. Bila dihitung dari lima parpol parlemen saja, koalisi Jokowi-Ma’ruf punya modal 54,9 persen suara. Bila ditambah suara dari Gerindra dan Demokrat yang telah menyatakan mendukung pemerintah, Jokowi-Ma’ruf akan memiliki legitimasi suara 75,17 persen.

Pun demikian halnya dengan komposisi kursi parlemen. Koalisi Jokowi-Ma’ruf menguasai 349 kursi atau 60,7 persen. Bila ditambah Gerindra yang memiliki 78 kursi dan Demokrat dengan 54 kursi, pemerintah akan menguasai 481 kursi atau 83,6 persen. Sangat jauh jika dibanding dua oposisi, PKS dan PAN, yang hanya memiliki legitimasi 15,05 persen suara pemilih dan 94 kursi parlemen atau 16,4 persen.

Dengan komposisi tersebut, kekuatan pemerintah akan sangat besar di parlemen. Bila dalam setiap tugas legislasi maupun pengawasan yang mengharuskan voting, peluang oposisi untuk menang sangat kecil bila partai pendukung pemerintah kompak. Bahkan, sekalipun tanpa Gerindra dan Demokrat, bila harus voting, koalisi pemerintah tetap akan menang.

Muhaimin sendiri tidak mempermasalahkan jika Gerindra bergabung dalam kabinet Jokowi. Menurut dia, yang penting adalah menjaga persatuan, kebersamaan, dan sinergi untuk menyukseskan pembangunan. Dia membuka diri untuk bekerja sama dengan pihak mana pun, termasuk Gerindra. Kerja sama untuk kepentingan rakyat. ’’Semua aspek menuju pembaharuan dan perbaikan, kita akan lakukan kerja sama,” terangnya setelah bertemu Prabowo di kantor DPP PKB di Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, kemarin (14/10).

Karena itu, dia tidak mempersoalkan jika Prabowo bergabung ke pemerintahan Jokowi. Apakah PKB tidak terancam dengan masuknya Gerindra ke kabinet? Imin, sapaannya, malah mengibaratkan Gerindra seperti makmum masbuk dalam salat berjamaah. Yaitu, jamaah salat yang datang terlambat tapi salatnya tetap sah setelah jumlah rakaat terpenuhi. Namun, Muhaimin tidak menjelaskan apa maksud dari makmum masbuk bagi Partai Gerindra.

Prabowo datang ke kantor PKB sekitar pukul 19.00. Dia didampingi Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani dan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo. Muhaimin menyambut tamunya di lobi gedung PKB. Setelah bersalaman, Prabowo diajak menuju lantai 2. Prabowo dan rombongannya diajak menikmati makan malam. Nasi kebuli menjadi menu utama dalam jamuan makan malam itu.

Sekitar pukul 20.30, pertemuan dua tokoh politik tersebut selesai. Muhaimin dan Prabowo menggelar konferensi pers dengan didampingi jajaran teras PKB dan Gerindra. ’’Kami di sini lengkap, ada Sekjen, wakil ketua umum, dan para ketua,” terang wakil ketua DPR tersebut. Pihaknya merasa sangat bahagia dengan kedatangan Prabowo.

Menurut dia, PKB merasa terhormat mendapat kunjungan Prabowo. Selama ini partainya sudah menjalin kerja sama dengan baik bersama Gerindra di parlemen. Kerja sama yang produktif. Bahu-membahu untuk kepentingan rakyat.

Alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut mengungkapkan, dalam pertemuan itu, dirinya dan Prabowo mendiskusikan banyak hal. Di antaranya terkait masa depan politik, ekonomi, serta bagaimana menciptakan Indonesia yang adil dan makmur. ’’PKB dan Partai Gerindra berkomitmen untuk bekerja sama agar partai politik bermanfaat untuk bangsa,” tuturnya.

Sementara itu, Prabowo mengatakan, pertemuan dengan PKB sangat penting untuk menjalin komunikasi. Menurut dia, demokrasi membutuhkan kegiatan yang dinamis. Di saat tertentu, partai politik perlu bertarung dan berkompetisi. Adu gagasan, argumen, dan pemikiran. Tapi, ketika itu semua sudah selesai, harus bertemu dan mencari titik persamaan.

Mantan Danjen Kopassus itu mengatakan, penggabungan kekuatan perlu dilakukan untuk bekerja demi rakyat. Perpecahan harus dihindari. ’’Saya akan berjuang keras untuk selalu menghindari perpecahan,” jelas mantan suami Titiek Soeharto tersebut.

Prabowo mengaku sangat bahagia karena dekat dengan PKB dan NU. Menurut dia, NU sangat hebat. Siapa pun yang menang, NU selalu menang. Dia menambahkan bahwa PKB mempunyai peranan penting. Partai yang didirikan para kiai NU itu merupakan stabilisator, penyejuk, dan perekat. ’’Nasionalis religius dan religius nasionalis,” katanya.

Terkait kemungkinan masuknya Gerindra ke kabinet Jokowi, Prabowo menyebut, penetapan menteri merupakan hak prerogatif presiden. Namun, pihaknya siap jika dibutuhkan. ’’Kami di luar juga siap mendukung,” tegasnya.

Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid menambahkan, soal kemungkinan masuknya Partai Gerindra ke pemerintah, tentu hal itu akan didiskusikan. Yang jelas, terang dia, PKB selalu membuka diri untuk merekatkan persatuan. Termasuk terhadap parpol yang berbeda pada Pilpres 2019 lalu.

Namun, dia menyerahkan sepenuhnya kepada presiden yang mempunyai hak prerogatif dalam menentukan menteri. Yang pasti, PKB akan mendukung apa pun yang akan diputuskan presiden dalam menyusun kabinet. Wakil ketua MPR itu menegaskan, partainya tidak pernah keras dan kaku dalam berpolitik.Pada bagian lain, pertemuan dengan elite partai yang berbeda haluan juga dilakukan Presiden Joko Widodo. Setelah dia bertemu dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, kemarin (14/10) giliran Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) yang diundang ke istana kepresidenan.

Ditemui seusai pertemuan, Jokowi mengakui sempat membahas persoalan koalisi dengan Zulhas. Namun, dia menegaskan, belum ada keputusan apa pun terkait nasib PAN. ”Ya ada, tapi belum sampai final, belum rampung,” ujarnya. Jokowi menambahkan, dirinya sengaja mengundang pimpinan partai yang berbeda untuk menanyakan visi mereka dalam menghadapi tantangan ke depan. Dia menilai hal itu perlu dilakukan untuk menyongsong pemerintahan ke depan.

”Terhadap tantangan-tantangan ke depan ini seperti apa, baik di dalam negeri dan tantangan eksternal. Dalam negeri radikalisme seperti apa,” imbuhnya. Selain itu, dalam kapasitas Zulhas sebagai wakil ketua MPR, Jokowi juga berdiskusi soal wacana amandemen UUD 1945.

Sementara itu, Zulhas membantah bahwa pertemuan itu membahas peluang PAN masuk kabinet. Menurut dia, urusan menteri sepenuhnya menjadi prerogatif presiden. Saat didesak apakah PAN siap jika ditawari kursi menteri, Zulhas menjawab diplomatis. ”Saya mendukung agar Bapak Presiden nanti sukses,” ujarnya. Dia menilai, di dalam atau di luar kabinet, partainya akan tetap memainkan peran untuk menyukseskan pemerintahan. Zulhas justru mengaku lebih banyak bicara soal amandemen UUD 1945 bersama Jokowi. Dalam kesempatan itu, dia menjelaskan bahwa isu presiden dikembalikan sebagai mandataris MPR tidak benar.

Pangi Syarwi Chaniago, pengamat politik, mengatakan bahwa dalam menetapkan susunan kabinet, Jokowi harus tahu diri. Tentu harus dilihat mana partai yang mempunyai kontribusi dan partai mana yang tidak berkontribusi dalam pilpres lalu. Jangan sampai yang tidak ikut mengusung mendapatkan jatah menteri lebih banyak.

Jika ada partai nonkoalisi yang mendapatkan menteri dan jumlahnya lebih banyak daripada partai pengusung, koalisi pemerintah akan terganggu. Ke depan koalisi bisa tidak solid. ”Kuncinya, Jokowi harus tahu diri,” ungkap dia.

Terkait safari politik Partai Gerindra, menurut direktur eksekutif Voxpol Center Research and Consulting itu, hal tersebut dilakukan untuk meredam gejolak partai koalisi yang meradang karena kedekatan Gerindra dengan PDIP. Kedatangan Partai Gerindra merupakan bentuk pemberitahuan bahwa mereka akan masuk koalisi.

Dia mengibaratkan orang yang mau demo, mereka hanya menyampaikan pemberitahuan. Jadi, partai yang selama ini meradang seperti PKB, Nasdem, Golkar, dan PPP tidak bisa berbuat banyak. Sebab, kata dia, yang menentukan kabinet bukan Muhaimin, Surya Paloh, Airlangga Hartarto, dan Suharso Monoarfa, melainkan Jokowi dan Megawati. (lum/far/byu/c17/c10/oni)


BACA JUGA

Sabtu, 16 November 2019 10:11

Duit Rp 477 M Dipamerkan oleh Kejagung

JAKARTA-- Tumpukan uang yang besarnya lebih dari kasur diletakkan di…

Sabtu, 16 November 2019 10:07

Targetkan Stunting Hanya 19 Persen di 2024

JAKARTA - Target tinggi dicanangkan pemerintah Jokowi-Maruf Amin dalam penanganan…

Jumat, 15 November 2019 13:13

Penerima PKH Terindikasi Belum Terima KIP

JAKARTA -- Pembagian Kartu Indonesia Pintar (KIP) belum merata. Ada…

Kamis, 14 November 2019 12:07
In Memoriam Djaduk Ferianto

Balasan Indah untuk Pembuat Keramaian

Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) ramai sekali kemarin (13/11). Orang-orang…

Kamis, 14 November 2019 11:16

Gempa Ambon Sudah Berlangsung 47 Hari

JAKARTA- Aktivitas gempa masih terdeteksi hingga menimbulkan kerusakan bangunan. Pascagempa…

Kamis, 14 November 2019 10:51

Sudah Mau Nikah, Anak "Dicicipi" Bapaknya Sendiri

KABUPATEN – Nasib SDL, 14, perempuan asal Desa Pucang Sari,…

Rabu, 13 November 2019 13:37

Polisi Olah TKP Aksi Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

MEDAN-Tim gabungan dari Polrestabes Medan dan Direktorat Reskrimum Polda Sumut…

Rabu, 13 November 2019 12:25

Cerita Atlet Renang Difabel Laura Aurelia Dinda Sekar Devanti

Menjadi peraih emas di ajang ASEAN Para Games 2017 mengubah…

Rabu, 13 November 2019 11:40

Penelitian Mahasiswa Ini, Kedondong Jadi Anti-Kudis dan Gatal-Gatal

Tidak hanya dimanfaatkan buahnya saja, pohon kedondong yang hidup di…

Rabu, 13 November 2019 11:36

Anak Menteri Kirim Surat Tak Bisa Penuhi Panggilan KPK

JAKARTA- Anak Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Yasonna…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*