MANAGED BY:
SENIN
10 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Selasa, 15 Oktober 2019 11:00
Tidak Yakin Jokowi Terbitkan Perppu
Presiden Joko Widodo

PROKAL.CO,

JAKARTA – Mahasiswa memberi tenggat waktu Presiden Joko Widodo menerbitkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perppu) KPK sampai Senin kemarin (14/10). Namun tuntutan tersebut tampaknya tidak digubris presiden.

Koalisi masyarakat sipil pun menyangsikan komitmen presiden. Direktur Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti mengaku tidak yakin Jokowi berani mengeluarkan perppu KPK. Pemicu utamanya, kata dia, partai koalisi penyokong Jokowi-Ma’ruf tak satu pun mendukung perppu. Khususnya PDI Perjuangan sebagai partai utama. ’’Koalisi pendukungnya tidak suka. Itu saja masalahnya,” kata Ray Rangkuti dalam diskusi di Matraman Raya, Jakarta, kemarin (14/10).

Menurutnya, Jokowi tidak berani melawan kepentingan koalisi partai. Sebab jika keinginan koalisi ditentang oleh presiden, maka resikonya terlalu besar. Bisa saja jalannya pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin lima tahun mendatang tidak berjalan mulus karena mendapat gangguan dari lingkaran kekuasaan sendiri. ’’Resikonya besar. Apalagi PDIP tidak suka (ada perppu, Red),” papar Ray Rangkuti.

Situasi saat ini, tambah Ray, justru terbalik. Bukannya partai koalisi yang mengawal presiden, tetapi justru presiden-lah yang mengawal kepentingan koalisi. Salah satunya dalam penolakan perppu KPK.

Padahal revisi UU KPK berdampak cukup serius bagi Jokowi. Salah satunya presiden mulai kehilangan legitimasi publik menjelang pelantikannya. Sebetulnya jika Jokowi ingin menaikkan kembali pamornya, tidak ada cara lain dengan menerbitkan perppu KPK. ’’Tetapi apakah presiden berani melakukan ini. Saya tidak yakin,” tendasnya.

Hal serupa disampaikan peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus. Dikatakan, kontrol kekuatan saat ini seolah tidak dikendalikan Presiden Jokowi. Namun kebijakan justru berada di partai koalisi. Khususnya PDIP sebagai partai penyokong utama. ’’Teriakan mahasiswa yang menuntut perppu dianggap sebagai himbauan moral saja,” katanya.

Halaman:

BACA JUGA

Minggu, 09 Agustus 2020 12:23

Pesawat Air India Express Jatuh, Begini Kesaksian Penumpangnya....

Pesawat Air India Express Boeing 737 jatuh di India Selatan,…

Minggu, 09 Agustus 2020 10:42

Mahulu Jebol Juga, Kasus Covid-19 Pertama Warga Jateng

Samarinda - Sejak kasus pertama Covid-19 dilaporkan Maret lalu di Kaltim,…

Jumat, 07 Agustus 2020 13:48

Stimulus Bansos Karyawan Harus Jelas

Pemerintah tengah mematangkan program stimulus untuk karyawan dengan gaji di…

Jumat, 07 Agustus 2020 12:10

Karyawan Gaji Di Bawah Rp 5 Juta Dapat Bansos Rp 600 Ribu

JAKARTA – Konsumsi masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak…

Jumat, 07 Agustus 2020 12:07

Ada 7 Kandidat Vaksin Uji Coba Tahap 3

 JAKARTA- Penelitian vaksin di tanah air terus dilakukan. Kamis (6/8)…

Jumat, 07 Agustus 2020 11:55

1 Persen Kemungkinan Tinggal di Lebanon Itu Hilang Sudah

BEIRUT– Selasa lalu (4/8) seharusnya jadi hari gembira bagi Israa…

Jumat, 07 Agustus 2020 11:49

Tarif Tol Balsam Final, Tiap Dua Tahun Disesuaikan, Pansus DPRD Terancam Kandas

Ketika suara pembentukan panitia khusus (pansus) Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam)…

Jumat, 07 Agustus 2020 11:47

Sabu 200 Kilogram Gagal Edar, Ditangkap di Banjarmasin, Dua Tersangka dari Balikpapan

BANJARMASIN-Bandar narkoba dibuat bangkrut. Rencana distribusi sabu-sabu seberat 200 kilogram…

Jumat, 07 Agustus 2020 11:45

Punya Pabrik Amonium Nitrat, Wali Kota Pastikan Bontang Aman

BONTANG-Penduduk Beirut, Lebanon, tengah berduka akibat meledaknya gudang amonium nitrat,…

Jumat, 07 Agustus 2020 11:43

Warga Wajib Ikut Upacara 17 Agustus

JAKARTA – Perayaan HUT ke-75 kemerdekaan RI memang urung dilaksanakan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers