MANAGED BY:
RABU
15 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

LIFESTYLE

Senin, 14 Oktober 2019 13:36
Konsumsi Obat Tak Tepat Justru Meracuni
OBAT: Mengonsumsi obat-obat tertentu secara sembarangan dan tanpa resep dokter dapat berpotensi menyebabkan ginjal bermasalah. Kurangi kebiasaan tersebut. (FREEPIK.COM)

PROKAL.CO,

GINJAL memiliki kemampuan khusus. Tanpa disadari, bisa saja ginjal sudah terjadi sesuatu tapi gejalanya belum signifikan. Agar menghindari masalah, dr Carta A Gunawan, SpPD menyarankan setiap orang rutin mengecek kondisi ginjal minimal sekali setahun. Jika penderita kencing manis atau tekanan, pengecekan disarankan tiga atau enam bulan sekali.

Kebiasaan buruk sehari-hari bisa menimbulkan penyakit ginjal. Misal, kurang minum air putih. Kemudian, mengonsumsi obat-obat tertentu seperti pelangsing, penghilang nyeri, dan alergi. Bahkan, minuman yang konon bisa memperkuat stamina tubuh.

Kecenderungan mengonsumsi jenis obat tersebut mampu meracuni ginjal. Menurut Carta, sangat disayangkan bagi orang yang membeli obat sembarangan tanpa tahu dosis tepat. Meskipun obat itu mudah didapatkan, resep dokter tetap diperlukan. Kandungan tertentu pada obat berpotensi kerusakan ginjal.

“Mulai sekarang, lebih baik hindari obat-obat tertentu yang memang tidak diperlukan. Minum air putih. Terlalu sering mengonsumsi makanan asin pun bisa memicu tekanan darah tinggi dan menjadi penyakit ginjal kronis. Harus bisa memilah-milah mana yang aman dikonsumsi,” ungkap Carta.

Ada beberapa kasus pasien yang mengalami sulit buang air kecil saat terkena penyakit ginjal kronis. Dijelaskan Carta, hal itu lazim terjadi. Pada orang normal, urine yang dikeluarkan sekitar satu setengah liter. Sementara yang sakit, produksi urinenya telah berkurang dari jumlah tersebut. Bahkan, ada beberapa yang sama sekali tidak bisa buang air kecil.

Ada beberapa pantangan bagi mereka yang ginjalnya bermasalah. Pertama, batasi cairan karena kondisi tubuh sudah membengkak. Jika terlalu banyak minum, akan sesak napas dan bertambah bengkak. Jadi, orang dengan gangguan ginjal umumnya hanya bisa meminum di bawah 1 liter. Kedua, makanan minuman protein tinggi akan membebani dan mengganggu saringan ginjal. Disebutkan Carta, mengonsumsi karbohidrat seperti nasi masih diperbolehkan.

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 13 Juli 2020 10:33

Dari Pare Anti Rasis sampai Terong Saling Tolong

SUDAH pernah coba pedasnya Cabai Rawit Setan Kredit? Atau mencicipi…

Senin, 13 Juli 2020 10:29

Urban Farming, Jangan Hanya Berhenti sebagai Hobi

Pandemi justru menciptakan pasar baru bagi para pegiat urban farming,…

Selasa, 07 Juli 2020 13:00

Kepiting Saus dan Ayam Bakar Jakarta, Tonjolkan Cita Rasa Tradisional

Ingin makanan olahan laut atau yang tradisional? Anda bisa dapatkan…

Selasa, 07 Juli 2020 12:58

Manis Buah Naga dengan Minuman Sehat

JANGAN lewatkan dessert satu ini. Bertajuk dragon fruit tart. Warnanya…

Senin, 22 Juni 2020 18:26

Latihan Teknik Atlet Bergantung Cabor

SELAMA pandemi, seluruh atlet Kaltim khususnya yang disiapkan untuk Pekan…

Senin, 22 Juni 2020 18:24

Olahraga Kala Corona, Patuhi Aturan, Terapkan Protokol Kesehatan

Tubuh yang sehat tak ternilai harganya. Oleh sebab itu, olahraga…

Senin, 22 Juni 2020 18:20

Olahraga Sehat, Aman, dan Nyaman

OLAHRAGA lari dan sepeda kembali tren sekarang. Semua kalangan usia…

Senin, 22 Juni 2020 18:19

Paket Sesuai Selera, Hadirkan Rice Bowl Kenyang Nikmat

Selain enak, makanan yang sehat dan dijamin kebersihannya banyak dicari…

Senin, 22 Juni 2020 18:17

Pilihan Bento dan Jus Menyegarkan

SELAIN opsi rice bowl, tersedia juga rice box atau bento.…

Minggu, 14 Juni 2020 12:42

Ganggu Pernapasan hingga Potensi Kematian

SELAIN gejala di kulit, reaksi alergi juga pada saluran pernapasan.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers