MANAGED BY:
SABTU
08 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

LIFESTYLE

Senin, 14 Oktober 2019 13:36
Konsumsi Obat Tak Tepat Justru Meracuni
OBAT: Mengonsumsi obat-obat tertentu secara sembarangan dan tanpa resep dokter dapat berpotensi menyebabkan ginjal bermasalah. Kurangi kebiasaan tersebut. (FREEPIK.COM)

PROKAL.CO,

GINJAL memiliki kemampuan khusus. Tanpa disadari, bisa saja ginjal sudah terjadi sesuatu tapi gejalanya belum signifikan. Agar menghindari masalah, dr Carta A Gunawan, SpPD menyarankan setiap orang rutin mengecek kondisi ginjal minimal sekali setahun. Jika penderita kencing manis atau tekanan, pengecekan disarankan tiga atau enam bulan sekali.

Kebiasaan buruk sehari-hari bisa menimbulkan penyakit ginjal. Misal, kurang minum air putih. Kemudian, mengonsumsi obat-obat tertentu seperti pelangsing, penghilang nyeri, dan alergi. Bahkan, minuman yang konon bisa memperkuat stamina tubuh.

Kecenderungan mengonsumsi jenis obat tersebut mampu meracuni ginjal. Menurut Carta, sangat disayangkan bagi orang yang membeli obat sembarangan tanpa tahu dosis tepat. Meskipun obat itu mudah didapatkan, resep dokter tetap diperlukan. Kandungan tertentu pada obat berpotensi kerusakan ginjal.

“Mulai sekarang, lebih baik hindari obat-obat tertentu yang memang tidak diperlukan. Minum air putih. Terlalu sering mengonsumsi makanan asin pun bisa memicu tekanan darah tinggi dan menjadi penyakit ginjal kronis. Harus bisa memilah-milah mana yang aman dikonsumsi,” ungkap Carta.

Ada beberapa kasus pasien yang mengalami sulit buang air kecil saat terkena penyakit ginjal kronis. Dijelaskan Carta, hal itu lazim terjadi. Pada orang normal, urine yang dikeluarkan sekitar satu setengah liter. Sementara yang sakit, produksi urinenya telah berkurang dari jumlah tersebut. Bahkan, ada beberapa yang sama sekali tidak bisa buang air kecil.

Ada beberapa pantangan bagi mereka yang ginjalnya bermasalah. Pertama, batasi cairan karena kondisi tubuh sudah membengkak. Jika terlalu banyak minum, akan sesak napas dan bertambah bengkak. Jadi, orang dengan gangguan ginjal umumnya hanya bisa meminum di bawah 1 liter. Kedua, makanan minuman protein tinggi akan membebani dan mengganggu saringan ginjal. Disebutkan Carta, mengonsumsi karbohidrat seperti nasi masih diperbolehkan.

Halaman:

BACA JUGA

Senin, 03 Agustus 2020 11:47

Dilema Belajar Online, Guru dan Orangtua Dituntut Saling Sesuaikan Kondisi

Pandemi virus corona memaksa masyarakat beraktivitas lain dari biasanya. Imbauan…

Senin, 03 Agustus 2020 11:46

Tatap Muka Hanya untuk Zona Hijau

SURAT keputusan bersama dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kementerian…

Senin, 03 Agustus 2020 11:45
Daring Tak Efektif, Guru Harus Kreatif

Dulu Guru Sabar dengan Anaknya, Sekarang Sabar dengan Orangtuanya

SEJAK Maret, semua sekolah diimbau untuk melakukan kegiatan belajar dari…

Senin, 03 Agustus 2020 11:43

Belajar Daring, Terapkan Disiplin Tanpa Paksaan

METODE belajar paling efektif pada dasarnya adalah tatap muka. Sebab,…

Selasa, 28 Juli 2020 09:37

Ini Dia, Menu Diet yang Tepat Selama Pandemi Covid-19

Makanan bergizi harus menjadi yang utama untuk meningkatkan imun tubuh…

Selasa, 28 Juli 2020 09:34

Kayu Manis Mampu Mencegah Diabetes Tipe 2

 Kayu manis telah lama dipercaya memiliki manfaat untuk kesehatan. Dalam…

Senin, 20 Juli 2020 10:36

Waspada Gangguan Kulit yang Tak Bisa Sembuh

SEAKAN tidak peduli, masyarakat kerap saja percaya dengan kosmetik ilegal.…

Senin, 20 Juli 2020 10:30

Ada Izin Edar, Bikin Tenang Berjualan

PADA 2013, Ria Rahim sudah bisa meracik losion handbody. Sebagai…

Senin, 20 Juli 2020 10:14

Creamy Avokad dan Kopi Bertemu, Jadi Begini Nikmatnya...

TAK semua buah cocok bersanding dengan pahitnya kopi. Nah, buah…

Senin, 20 Juli 2020 10:13

Shawarma dengan Cita Rasa Khas

Tampil beda dengan hidangan khas hotel. Kebab atau shawarma dari…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers