MANAGED BY:
KAMIS
04 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Senin, 14 Oktober 2019 12:44
Jalan Terjal Pemenuhan Daging Sapi

PROKAL.CO, Upaya Pemprov Kaltim mendorong pemenuhan konsumsi daging sapi melalui penggemukan di bekas lahan tambang batu bara dan perkebunan sawit menemui jalan terjal. Saat ini masih banyak pengusaha yang malas-malasan menjalankan program itu.

 

SAMARINDA – Kondisi ini perlu mendapat perhatian serius. Sebab sebelumnya telah ada kesepakatan awal antara pengusaha dan Pemprov Kaltim. Dalam Pergub Provinsi Kaltim No.1/2018 tentang pemberian izin dan non perizinan di bidang pertambangan, kehutanan, dan perkebunan kelapa sawit ditargetkan dapat menggembalakan 3.211 ekor dari 108 perusahaan tambang yang berkomitmen. Faktanya baru terealisasi 68 ekor dari 5 perusahaan tambang yang beroperasi.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kaltim M Sabani mengatakan, pemenuhan kebutuhan daging sapi memang sedang menjadi prioritas. Dengan cara meningkatkan populasi, produksi dan produktivitas ternak. Namun sayang, program ini belum banyak mendapat dukungan dari para pengusaha perkebunan maupun pertambangan. “Banyak pengusaha yang lalai melaksanakan program penggemukan di bekas lahan tambang dan perkebunan sawit,” ungkapnya, Minggu (13/10).

Dia menjelaskan, pengusaha tambang dan perkebunan kelapa sawit banyak yang tidak melaksanakan kesepakatan awal saat mendapatkan izin usaha. Saat memohon izin di awal, diberikan persyaratan untuk ikut berpartisipasi dalam pengembangan sapi di Kaltim. “Tapi, dari laporan yang kami terima mereka sedikit abai dengan kesepakatan yang sudah ditandatangani di awal,” katanya.

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan mencatat, produksi peternakan sapi di Kaltim belum mampu mencukupi kebutuhan konsumsi. Dengan produksi 100 ribu ekor per tahun, peternak lokal hanya bisa memenuhi 27,3 persen kebutuhan. Alhasil sisa kebutuhan daging masih harus didatangkan dari luar Kaltim.

Dengan program penggembalaan sapi di kebun sawit, diharapkan produksi daging sapi lokal bisa naik. Mengingat luas perkebunan kelapa sawit di Bumi Etam sebesar 1.199.407 ha yang meliputi 370.232 ha tanaman belum menghasilkan (TBM), 806.930 ha tanaman menghasilkan serta tanaman tua atau tanaman rusak seluas 22.245 ha.

Berdasarkan jenis kepemilikan lahan, luas areal kelapa sawit pola rakyat atau swadaya 286.058 ha, perkebunan besar negara (PTPN XIII) 14.402 ha dan perkebunan besar swasta 898.947 ha. Dengan luas tersebut, diproyeksikan jumlah ternak yang dapat dikembangkan sebanyak 1.199.407 ekor.

Saat ini pengembangan sapi potong di areal perkebunan sawit baru berlangsung di Kecamatan Waru, Penajam Paser Utara. Pada tahap awal didatangkan sapi jenis brahman cross dari Australia sebanyak 1.691 ekor. Sementara itu, berdasarkan populasi pengembangan ternak kebun sawit di Kaltim hingga akhir tahun lalu telah mencapai 36.272 ekor atau sebesar 30,87 persen dari populasi.

Sedangkan untuk pengembangan peternakan sapi di lahan bekas tambang tengah dijajaki di wilayah Samarinda dan Kutai Kartanegara. Pemanfaatan lahan bekas tambang ini akan dibuat konsep miniranch. Saat ini pemprov Kaltim tengah membangun lima unit melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan ke depannya ada 35 unit lagi yang sedang dibangun.

Menurut Sabani, perkembangan sapi di lahan bekas tambang dan lahan perkebunan kelapa sawit, seharusnya bisa menyukseskan target 2 juta ekor sapi pada 2018. Jika para pengusaha memberi dukungan, tentu saja target itu sangat mudah dicapai. Sebab luas lahan perkebunan kelapa sawit di Kaltim mencapai 1,2 juta hektare.

Jika satu hektare diisi dua ekor sapi saja, maka akan ada hampir dua juta ekor sapi. Belum lagi kalau ditambah dukungan dari perusahaan-perusahaan batu bara yang izinnya sekarang masih sekitar 800 izin. “Satu izin pertambangan batu bara diberikan lima sapi untuk dikembangbiakkan. Tentu akan lebih besar lagi. Seharusnya kita sudah bisa swasembada daging sapi. Terlepas dari itu, masih ada juga beberapa perusahaan yang kepeduliannya besar dalam pengembangan sapi,” pungkasnya. (ctr/ndu/k18) 


BACA JUGA

Jumat, 31 Januari 2020 11:47

Tambah Satu Crane, PT Pelindo IV Matangkan Rencana Pengembangan Semayang

PT Pelindo IV Balikpapan optimistis kinerja sepanjang tahun ini lebih…

Kamis, 30 Januari 2020 15:04

Jadi Favorit, Permintaan Kopi Terus Naik

SURABAYA– Permintaan kopi dalam negeri terus meningkat. Itu tidak terlepas…

Kamis, 30 Januari 2020 14:44

RUU Omnibus Law Optimistis Dongkrak Ekonomi Daerah

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) kebijakan omnibus law bisa mendorong kinerja…

Kamis, 30 Januari 2020 14:44

Kunjungan Bisnis Terganggu Corona

SAMARINDA – Penyebaran wabah virus corona berpotensi menghambat pengusaha dalam…

Rabu, 29 Januari 2020 13:09

Krakatau Steel Restrukturisasi Utang

JAKARTA – PT Krakatau Steel Tbk berhasil merestrukturisasi utang senilai…

Rabu, 29 Januari 2020 12:07

Target Integrasikan Pelabuhan di Kaltim

BALIKPAPAN - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV siap mendukung berjalannya…

Selasa, 28 Januari 2020 13:40

Garap Mobil Listrik Hyundai Inves USD 750 Juta

JAKARTA– Grab Indonesia bekerja sama dengan PT Hyundai Motor Indonesia…

Selasa, 28 Januari 2020 10:48

Bantu UMKM Perluas Pasar

SAMARINDA- Tak hanya mempermudah pelaku usaha mikro kecil dan menengah…

Selasa, 28 Januari 2020 10:42

Pertahankan Resep Warisan Mertua, Terbantu Marketplace

Menjaga konsistensi rasa masakan dan memuaskan pelanggan menjadi kunci sukses…

Senin, 27 Januari 2020 12:09
Menjaga Eksistensi Usaha ala Hadlan Feriyanto Munajat

Jangan Lupa Bahagia, Kombinasikan Hobi dengan Bisnis

Berbisnis tak melulu soal keuntungan. Tapi akan lebih memuaskan jika…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers