MANAGED BY:
SENIN
18 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA
Senin, 14 Oktober 2019 10:10
Isyaratkan Terima Gerindra di Koalisi Pemerintah, Prabowo Temui Paloh
Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh mengaku mempunyai pemahaman yang sama dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. (Ridwan/JawaPos.com)

PROKAL.CO, JAKARTA– Pertemuan-pertemuan politik jelang pelantikan presiden dan wakil presiden akhir pekan ini (20/10) makin sering dilakukan. Tadi malam (13/10), Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bertemu di Permata Hijau Jakarta Selatan, kediaman Paloh.

Pertemuan itu menghasilkan tiga kesepakatan yang diberi judul Silaturahmi Kebangsaan. Yakni, perbaikan citra partai politik, mencegah dan melawan radikalisme, serta mengusulkan amandemen UUD 1945 secara menyeluruh. Meskipun enggan memastikan soal kehadiran Gerindra di kabinet, namun isyarat koalisi itu semakin terang.

’’Mana ada masalah sama saya,’’ ujar Paloh saat ditanya soal pendapat dia bila Gerindra masuk ke koalisi Jokowi-Ma’ruf. Menurut dia, ketika semua sudah sama-sama memikirkan kepentingan nasional, maka semua akan berjalan dengan baik.

Paloh juga menyatakan tidak ada pembicaraan soal kabinet dalam pertemuan tersebut. Dia beralasan, kedua pimpinan parpol memilih membahas tema yang lebih luas. Yakni soal parpol, radikalisme, dan amandemen UUD 1945.

Secara normatif, kedua partai mencari kelebihan dan kekurangan masing-masing yang kemudian disatukan lewat gagasan-gagasan untuk pemerintahan ke depan. ’’Dan tidak hanya terbatas apakah ada dalam pemerintahan atau tidak,’’ lanjut politikus 68 tahun itu.

Meskipun demikian, bukan berarti pihaknya akan menolak kehadiran Gerindra di koalisi Jokowi-Ma’ruf, termasuk di kabinet. Dia mempersilakan publik untuk menafsirkannya sendiri. ’’Lihat saja suasana batin kita malam hari ini (kemarin, red), tutur Paloh.

Pertemuan tadi malam meang berlangsung hangat dengan suasana yang akrab. Kedua politikus senior itu sama-sama alumnus Partai Golkar sebelum membentur partainya masing-masing. Prabowo tiba di kediaman Paloh sekitar pukul 18.30 menggunakan mobil Alphard bernopol B 108 PSD. Dia hanya tersenyum dan melambaikan tangan kepada awak media saat tiba.

Prabowo tidak datang sendiri. Dia didampingi kedua Waketum Edhie Prabowo dan Sufmi Dasco Ahmad, serta Sekjen Ahmad Muzani. Sementara, Paloh menerima rombongan Prabowo bersama Ketua Dewan Pertimbangan Partai Siswono Yudo Husodo dan Sekjen Johnny G Plate.

Paloh menjamu koleganya itu di ruang makan. Beberapa menu seperti nasi goreng, steik, kwetiau, pasta, hingga soto mie terhidang. Dalam foto yang didapat Jawa Pos dari Edhy Prabowo, tergambar suasana akrab setelah sesi makan malam. Bahkan, keduanya saling emmanggil nama masing-masing, bukan dengan sebutan formal. Hampir dua jam keduanya berada di kediaman Paloh sebelum keluar menemui awak media.

Tiga kesepakatan yang diambil, pertama adalah kedua pimpinan parpol sepakat memperbaiki citra parpol. Caranya, dengan meletakkan kepentingan nasional di atas segala kepentingan lainnya. juga menjadikan persatuan nasional sebagai orientasi perjuangan.

Kemudian, keduanya sepakat untuk melakukan segala hal yang dianggap perlu untuk mencegah dan melawan segala tindakan radikalisme. Yakni, paham apapun yang dapat merong-rong ideologi Pancasila dan konsensus dasar kebangsaan.

Terakhir, Paloh dan Prabowo sepakat bahwa amandemen UUD 1945 harus dilakukan secara menyeluruh. Yakni, yang emnyangkut kebutuhan tata kelola negara. Dikaitkan dnegan tantangan yuang ada saat ini dan proyeksi kehidupan bangsa di masa depan.

Sementara itu, jawaban Prabowo juga berputar-putar ketika disinggung kepastian masuk tidaknya Gerindra dalam koalisi pemerintah. Menurut dia, Gerindra mengutamakan kepentingan nasional. ’’Apa saja yang bisa memperkuat, mendukung Indonesia yang kuat, kepentingan nasional yang baik untuk rakyat, kita akan dukung,’’ ujarnya.

Prabowo mengisyaratkan tidak mempermasalahkan apakah masuk ke kabinet atau tidak. ’’Di dalam atau di luar, kita tetap menjaga keutuhan dan kepentingan bangsa dan negara di atas semua kepentingan,’’ lanjutnya. yang terpenting, sama-sama bekerja untuk kepentingan rakyat.

Sekjen Partai Nasdem Johnny G Plate menjelaskan, pada dasarnya penyusunan kabinet adalah urusan Presiden Joko Widodo. ’’Makanya mereka sulit sekali untuk menjawab,’’ tuturnya. Lagipula, tuturnya, yang dibahas selama pertemuan adalah persoalan kebangsaan. Karena itu, harus dipisahkan antara wewenang presiden dan wewenang parpol.

Menurut Plate, sejatinya koalisi sudah terjadi di parlemen. ’’Gerindra bersama kami sudah mengamandemen Undang-Undang MD3 (MPR, DPR, DPD, DPRD) bersama-sama kan,’’ ucap Plate. Beda halnya dengan koalisi di dalam kabinet yang merupakan domain presiden. baik PAloh maupun Prabowo sudah sepakat menghormati wewenang presiden.

’’Presiden bisa memeilih dan menempatkan politisinya di kabinet, bisa juga tidak,’’ lanjutnya. sehingga, apakah Gerindra atau bahkan Partai Demokrat masuk kabinet atau tidak, jawabannya ada pada Jokowi. bukan Nasdem selaku partai koalisi.

Khusus poin ketiga, yakni amandemen UUD 1945, menurut Plate perlu kajian mendalam. Karena harus bisa menangkap kebutuhan bangsa saat ini dan di masa depan. Sehingga, amandemen tidak bersifat terbatas, melainkan komprehensif dan menyeluruh.

Disinggung kekhawatiran sejumlah pihak bahwa wamandemen akan menyentuh sistem pemilu, menurut Plate terlalu berlebihan. Dia menuturkan, kajian amandemen tidak hanya dilakukan oleh MPR. Masyarakat dan kalangan akademisi juga akan terlibat dalam amandemen konstitusi. Sebab, yang akan diubah adalahkonstitusi.

 

PAN-PKS Konsisten Oposisi

Kawan koalisi Gerindra di Pilpres 2019, PAN dan PKS angkat bicara soal pertemuan Paloh dan Prabowo. Anggota Dewan Kehormatan PAN Dradjad Wibowo menyampaikan pertemuan Prabowo dengan Surya Paloh merupakan lanjutan pertemuan politik Prabowo dengan Presiden Jokowi Jumat lalu (11/10).

Menurut dia, mudah dibaca bahwa rangkaian pertemuan tersebut mengisyaratkan kemungkinan keinginan Gerindra untuk masuk dalam barisan pemerintahan Jokowi-Ma’ruf. ’’Sebetulnya pimpinan parpol bertemu itu sah-sah saja. Ini adalah hak Pak Prabowo dan partai masing-masing,” kata Dradjad Wibowo, kemarin.

Di sisi lain, tambah dia, partai-partai yang pernah mendukung pasangan Prabowo-Sandi juga mempunyai hak memutuskan. Apakah sepakat atau justru merasa kecewa dengan manuver tersebut. ’’Kalau kami (PAN, Red) ditanya soal pertemuan Pak Prabowo, sebetulnya biasa saja. Kita kembalikan ke pemilih saja,” ujar Dradjad.

Dia pun menegaskan sikap politik PAN akan memilih menjadi oposisi. Yaitu mengambil peran di luar pemerintahan selama lima tahun ke depan. ’’PAN sendiri sudah mengambil sikap jelas, berada di luar kabinet,” ungkapnya.

Menurutnya, demokrasi di seluruh belahan dunia memerlukan parpol sebagai kekuatan penyeimbang di luar pemerintah. Parpol oposisi, jelasnya, tetap diperlukan untuk menghadirkan checks and balances. Dengan demikian bisa memberikan alternatif kebijakan yang baik bagi pemerintah. ’’Menjadi oposisi bukan berarti harus musuhan apalagi cakar-cakaran,” tegas mantan anggota DPR itu.

Dia menambahkan, PAN memilih mengambil peran di luar pemerintah agar demokrasi berjalan sehat dan dewasa. Agar masyarakat mempunyai menu kebijakan yang semakin berkualitas. ’’Selain tentu saja sebagai wujud ikatan moral dan apresiasi terhadap para pemilih PAN yang sudah bahu-membahu berjuang dalam pileg dan pilpres,” tandas Dradjad Wibowo.

Sikap serupa juga disampaikan PKS. Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengatakan pihaknya siap menjadi partai oposisi. Keputusan tersebut, kata dia, sudah dipertimbangkan secara matang. Terutama setelah menjaring aspirasi konstituen yang sejalan dengan keputusan Majelis Syuro. ’’Kami konsisten oposisi. Bukan masalah jumlah, tetapi karena aspirasi masyarakat,” tegas Mardani Ali Sera. (byu/mar)


BACA JUGA

Senin, 18 November 2019 00:08

Mendes PDTT : LDN Bisa Ciptakan Pemain Berbakat Dari Desa

JOMBANG  - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes…

Minggu, 17 November 2019 20:30

Indonesia Kutuk Serangan Israel ke Palestina

JAKARTA – Indonesia mengutuk serangan udara Israel ke Palestina yang terjadi…

Sabtu, 16 November 2019 11:55

Susah Solar Akibat Kuota Dikurangi

JAKARTA– Kosongnya stok solar bersubsidi di SPBU-SPBU telah menghambat aktivitas…

Sabtu, 16 November 2019 11:52

Eks Menag Diperiksa 7 Jam

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berupaya mendalami dugaan korupsi…

Sabtu, 16 November 2019 11:46

Gunung Lawu Membara, Kobaran Api Merembet ke Utara Ancam Permukiman Warga

PANEKAN– Gunung Lawu seharian berkobar, kemarin (15/11). Sejak sekitar pukul…

Sabtu, 16 November 2019 10:11

Duit Rp 477 M Dipamerkan oleh Kejagung

JAKARTA-- Tumpukan uang yang besarnya lebih dari kasur diletakkan di…

Sabtu, 16 November 2019 10:07

Targetkan Stunting Hanya 19 Persen di 2024

JAKARTA - Target tinggi dicanangkan pemerintah Jokowi-Maruf Amin dalam penanganan…

Jumat, 15 November 2019 13:13

Penerima PKH Terindikasi Belum Terima KIP

JAKARTA -- Pembagian Kartu Indonesia Pintar (KIP) belum merata. Ada…

Kamis, 14 November 2019 12:07
In Memoriam Djaduk Ferianto

Balasan Indah untuk Pembuat Keramaian

Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) ramai sekali kemarin (13/11). Orang-orang…

Kamis, 14 November 2019 11:16

Gempa Ambon Sudah Berlangsung 47 Hari

JAKARTA- Aktivitas gempa masih terdeteksi hingga menimbulkan kerusakan bangunan. Pascagempa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*