MANAGED BY:
SENIN
25 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Senin, 14 Oktober 2019 09:55
Menyulap Lahan Mangkrak Bekas Tambang Jadi Ekowisata di Negeri Timah

Dulu Tak Terawat, Kini Jadi Tempat Rekreasi Masyarakat

Warga berwisata di lahan bekas tambang timah.

PROKAL.CO, Banyak lahan bekas pertambangan timah di Kepulauan Belitung yang mangkrak. Bahkan, tak sedikit yang menimbulkan sejumlah masalah. Wartawan Jawa Pos Dinda Juwita melaporkan bagaimana merestorasi lahan-lahan mangkrak itu menjadi potensi ekowisata.

-------------

Sebutan Negeri Timah memang layak disematkan pada Pulau Belitung. Dulu timah menjadi salah satu primadona penyumbang pundi-pundi pemasukan daerah di Negeri Laskar Pelangi tersebut. Selama tiga tahun (2015–2017) saja, DBH Pertambangan Mineral dan Batu Bara untuk Provinsi Bangka Belitung tercatat Rp 383,87 miliar dengan rerata tiap tahun Rp 127,95 miliar. Namun, kondisi itu harus dibayar mahal. Puluhan tahun dieksploitasi sebagai lahan tambang timah, kawasan itu pun berakhir mangkrak. Kerugian negara dan masyarakat karena bencana ekologis seperti banjir dan pencemaran serta ancaman perubahan iklim tentu tak ternilai jumlahnya.

Direktur Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Medrilzam menjelaskan, pemerintah berupaya melakukan perbaikan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF) yang merupakan lembaga di bawah naungan Bappenas untuk merestorasi lahan bekas tambang. ”Kami coba rehabilitasi lahan bekas tambang ini dengan menanam mangrove sebagai upaya penyerapan emisi karbon. Sekaligus melindungi ekosistem sekitar dan membantu peningkatan pendapatan masyarakat setempat,” ujarnya ditemui di Belitung Mangrove Park Jumat (11/10).

Medrilzam menuturkan, pihaknya tak bekerja sendiri. Berbagai LSM, masyarakat, serta pemerintah daerah setempat ikut diberdayakan. Dia memerinci, sebelum menjadi Belitung Mangrove Park, wilayah lahan yang direstorasi mencapai 70 hektare dari total 770 hektare. ”Jumlah 70 hektare itu sebagai awalan, nanti dikembangkan terus ke depan,” imbuhnya.

Mangrove di lahan bekas tambang itu ditanam secara maraton. Hal tersebut diharapkan membantu untuk mengurangi emisi karbon yang terjadi. Namun, dia mengaku tak mudah melakukan upaya restorasi itu. Sebab, setiap lahan memiliki karakteristik dan dinamika yang beragam terkait dengan kondisi fisik lahan dan masyarakat sekitar. ICCTF, lanjut dia, telah memiliki program di hampir 99 lokasi di seluruh Indonesia. Hingga kini, sudah ada 76 program yang berjalan. Jumlah itu dipastikan terus bertambah seiring sejumlah program yang hingga kini masih berlangsung.

Ketua Hutan Kemasyarakatan (HKm) Juru Seberang Marwandi menambahkan, sebelum berubah menjadi ekowisata, kawasan itu adalah lahan bekas tambang PT Timah sejak puluhan tahun lamanya. Sejak 2013, pihaknya mengajukan izin pemanfaatan hutan di area bekas tambang. Dua tahun berselang, izin tersebut terbit. Marwandi dibantu ICCTF dan masyarakat sekitar mulai bergeliat menyulap lahan itu untuk ekowisata secara bertahap. ”Mulai 2018 sudah ada sekitar 74.620 pengunjung. Pada tahun ini per September, ada 62.620 kunjungan,” tuturnya. (*/c12/oki)


BACA JUGA

Senin, 25 Mei 2020 12:03

POLOS DAN LUCU..!! Ini Pengakuan Lengkap M Nuh soal Lelang Motor Jokowi

M Nuh, pemenang lelang sepeda motor Gesits milik Presiden Joko…

Senin, 25 Mei 2020 11:40

Banjir Semakin Meluas di Samarinda, 20 Ribu Warga Terdampak

SAMARINDA - Banjir di kota Samarinda semakin meluas, Senin (25/5/2020)…

Minggu, 24 Mei 2020 20:35

15 Ribu Jiwa Terdampak Banjir di Hari Lebaran, Banjir Bakal Lama

SAMARINDA - Luapan banjir Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Karang…

Minggu, 24 Mei 2020 13:30

Lebih Ganas, Banjir Lumpuhkan Perumahan Bengkuring di Hari Raya

SAMARINDA - Banjir melumpuhkan perumahan Bengkuring Sempaja di hari raya…

Minggu, 24 Mei 2020 10:56

Pemerintah Usulkan Pilkada Tetap 9 Desember, KPU Beri Banyak Prasyarat

JAKARTA - Pemerintah akhirnya menyampaikan sikapnya terkait nasib pelaksanaan Pilkada…

Minggu, 24 Mei 2020 10:40

Jangan Ada “Klaster Lebaran” Corona di Kaltim

BALIKPAPAN–Tidak ada lagi perdebatan soal awal 1 Syawal 1441 Hijriah.…

Minggu, 24 Mei 2020 10:32

Waspada Orang Tanpa Gejala dan Transmisi Lokal

HINGGA Jumat (22/5), 271 orang di Kaltim dinyatakan positif terjangkit…

Minggu, 24 Mei 2020 10:27

Robot Pengingat Penggunaan Masker

BANGKOK–Di berbagai belahan dunia, mal memang menjadi daya tarik sendiri.…

Minggu, 24 Mei 2020 10:23

JANGAN MAIN-MAIN..!! Pegawai Mudik, Kadis Terancam Dicopot

SANKSI pencopotan mengintaiaparatur sipil negara (ASN) yang nekat mudik Lebaran…

Minggu, 24 Mei 2020 10:21

Waspadai Siklon Mangga saat Lebaran

SAMARINDA – Jelang Lebaran, sebagian wilayah di Kaltim diguyur hujan.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers