MANAGED BY:
SELASA
19 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Senin, 14 Oktober 2019 09:54
Perkuat Modal, Bank Kecil Merger

PROKAL.CO, SOLO – Jumlah bank perkreditan rakyat (BPR) di Jatim terus menurun. Dalam kurun waktu hampir dua tahun sejak 2017, jumlah BPR dan BPR syariah (BPRS) berkurang dari 341 menjadi 325. Pengurangan jumlah bank tersebut kebanyakan terjadi karena merger.

Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) 4 dan Perizinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 4 Jatim Eka Gonda Sukmana mengungkapkan, sejak 2017 hingga 2019, ada dua grup BPR yang merger. Mereka adalah Grup Arta Swasembada dan Grup Lestari. ’’Saat ini masih ada beberapa BPR yang juga sedang dalam proses merger,” katanya akhir pekan lalu.

Kepala OJK Regional 4 Jatim Heru Cahyono menjelaskan, dorongan untuk merger dilakukan kepada bank-bank yang belum memenuhi syarat modal inti. Sesuai Peraturan OJK (POJK) Nomor 5/POJK.03/2015 tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum dan Pemenuhan Modal Inti Minimum BPR, BPR harus mempunyai modal inti minimal Rp 6 miliar pada 2024. Pemenuhan modal itu dilakukan secara bertahap. BPR harus memiliki modal inti minimal Rp 3 miliar lebih dulu per 31 Desember 2019. Kemudian, modal inti tersebut harus terus ditingkatkan hingga menjadi Rp 6 miliar pada 2024 mendatang.

’’Kita tawarkan mereka untuk merger. Atau, kalau tidak bisa merger, mungkin mereka kita tawarkan untuk jual saja ke investor,” kata Heru. Dorongan tersebut dilakukan untuk memperkuat BPR agar tidak terlalu berisiko jika modal intinya terlalu kecil.

Aset BPR dan BPRS di Jatim naik 8,39 persen, dari Rp 15,5 triliun pada Desember 2018 menjadi Rp 16,6 triliun pada Agustus 2019. Pertumbuhan kreditnya juga meningkat 8,98 persen, dari Rp 11,2 persen per Agustus 2018 menjadi 12,2 persen pada Agustus 2019. Untuk dana pihak ketiga (DPK), pertumbuhannya juga cukup baik. Yakni, dari Rp 10,1 triliun pada Agustus 2018 menjadi Rp 11,2 triliun pada Agustus 2019.

’’Kita akan dorong terus supaya jumlah bank semakin sedikit, tapi modalnya kuat. Ada satu orang misalnya, dia punya empat BPR, tapi kecil-kecil. Nah, itu yang kita dorong merger supaya lebih kuat dari sisi permodalan,” papar Heru. (rin/c17/oki)


BACA JUGA

Senin, 18 November 2019 12:40

Ekonomi Kaltim Tumbuh 6,89%, Ini Penyebabnya

SAMARINDA - Ekonomi Kalimantan Timur triwulan III tahun 2019 tumbuh…

Minggu, 17 November 2019 13:47

Buka Cabang Samarinda dan Banjarmasin, Warung Wakaka Merambah Bisnis di Pulau Kalimantan

SAMARINDA - Sudah berjalan dua bulan membuka bisnisnya, Warung Wakaka…

Sabtu, 16 November 2019 11:36

Akhir Tahun, Inflasi Dipastikan Terkendali

SAMARINDA- Inflasi Kaltim selalu terkendali dan masih berada dalam target…

Jumat, 15 November 2019 10:12

Imbau UKM Manfaatkan Warehouse

SIDOARJO– Perusahaan e-commerce Lazada agresif menggaet usaha kecil dan menengah…

Kamis, 14 November 2019 10:41

Penyaluran KUR Harus ke Sektor Produktif

Pemangkasan bunga kredit usaha rakyat (KUR) dari 7 persen menjadi…

Kamis, 14 November 2019 10:38

Genjot Pendapatan lewat Layanan Digital

Asuransi Astra Kenalkan Garda Mall === Sub BALIKPAPAN – Kinerja…

Rabu, 13 November 2019 11:06

Pertamina Lubricants Lirik Pasar Ekspor

BALIKPAPAN – PT Pertamina Lubricants, anak usaha PT Pertamina (persero)…

Rabu, 13 November 2019 11:03

Rangsang Masyarakat Lebih Produktif, Pemerintah Pangkas Bunga KUR Jadi 6 Persen

Tahun depan, pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bakal…

Selasa, 12 November 2019 11:25

Batu Bara Masih Jadi Penyumbang PDRB Tertinggi di Kaltim

Ketergantungan Kaltim terhadap sektor pertambangan dan penggalian masih sulit dilepaskan.…

Selasa, 12 November 2019 11:23

Harus Cermat Belanja Online di Festival 11.11

BALIKPAPAN – Perilaku belanja berbasis daring, online atau e-commerce ini…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*