MANAGED BY:
RABU
19 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Senin, 14 Oktober 2019 09:54
Perkuat Modal, Bank Kecil Merger

PROKAL.CO, SOLO – Jumlah bank perkreditan rakyat (BPR) di Jatim terus menurun. Dalam kurun waktu hampir dua tahun sejak 2017, jumlah BPR dan BPR syariah (BPRS) berkurang dari 341 menjadi 325. Pengurangan jumlah bank tersebut kebanyakan terjadi karena merger.

Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) 4 dan Perizinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 4 Jatim Eka Gonda Sukmana mengungkapkan, sejak 2017 hingga 2019, ada dua grup BPR yang merger. Mereka adalah Grup Arta Swasembada dan Grup Lestari. ’’Saat ini masih ada beberapa BPR yang juga sedang dalam proses merger,” katanya akhir pekan lalu.

Kepala OJK Regional 4 Jatim Heru Cahyono menjelaskan, dorongan untuk merger dilakukan kepada bank-bank yang belum memenuhi syarat modal inti. Sesuai Peraturan OJK (POJK) Nomor 5/POJK.03/2015 tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum dan Pemenuhan Modal Inti Minimum BPR, BPR harus mempunyai modal inti minimal Rp 6 miliar pada 2024. Pemenuhan modal itu dilakukan secara bertahap. BPR harus memiliki modal inti minimal Rp 3 miliar lebih dulu per 31 Desember 2019. Kemudian, modal inti tersebut harus terus ditingkatkan hingga menjadi Rp 6 miliar pada 2024 mendatang.

’’Kita tawarkan mereka untuk merger. Atau, kalau tidak bisa merger, mungkin mereka kita tawarkan untuk jual saja ke investor,” kata Heru. Dorongan tersebut dilakukan untuk memperkuat BPR agar tidak terlalu berisiko jika modal intinya terlalu kecil.

Aset BPR dan BPRS di Jatim naik 8,39 persen, dari Rp 15,5 triliun pada Desember 2018 menjadi Rp 16,6 triliun pada Agustus 2019. Pertumbuhan kreditnya juga meningkat 8,98 persen, dari Rp 11,2 persen per Agustus 2018 menjadi 12,2 persen pada Agustus 2019. Untuk dana pihak ketiga (DPK), pertumbuhannya juga cukup baik. Yakni, dari Rp 10,1 triliun pada Agustus 2018 menjadi Rp 11,2 triliun pada Agustus 2019.

’’Kita akan dorong terus supaya jumlah bank semakin sedikit, tapi modalnya kuat. Ada satu orang misalnya, dia punya empat BPR, tapi kecil-kecil. Nah, itu yang kita dorong merger supaya lebih kuat dari sisi permodalan,” papar Heru. (rin/c17/oki)


BACA JUGA

Jumat, 31 Januari 2020 11:47

Tambah Satu Crane, PT Pelindo IV Matangkan Rencana Pengembangan Semayang

PT Pelindo IV Balikpapan optimistis kinerja sepanjang tahun ini lebih…

Kamis, 30 Januari 2020 15:04

Jadi Favorit, Permintaan Kopi Terus Naik

SURABAYA– Permintaan kopi dalam negeri terus meningkat. Itu tidak terlepas…

Kamis, 30 Januari 2020 14:44

RUU Omnibus Law Optimistis Dongkrak Ekonomi Daerah

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) kebijakan omnibus law bisa mendorong kinerja…

Kamis, 30 Januari 2020 14:44

Kunjungan Bisnis Terganggu Corona

SAMARINDA – Penyebaran wabah virus corona berpotensi menghambat pengusaha dalam…

Rabu, 29 Januari 2020 13:09

Krakatau Steel Restrukturisasi Utang

JAKARTA – PT Krakatau Steel Tbk berhasil merestrukturisasi utang senilai…

Rabu, 29 Januari 2020 12:07

Target Integrasikan Pelabuhan di Kaltim

BALIKPAPAN - PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV siap mendukung berjalannya…

Selasa, 28 Januari 2020 13:40

Garap Mobil Listrik Hyundai Inves USD 750 Juta

JAKARTA– Grab Indonesia bekerja sama dengan PT Hyundai Motor Indonesia…

Selasa, 28 Januari 2020 10:48

Bantu UMKM Perluas Pasar

SAMARINDA- Tak hanya mempermudah pelaku usaha mikro kecil dan menengah…

Selasa, 28 Januari 2020 10:42

Pertahankan Resep Warisan Mertua, Terbantu Marketplace

Menjaga konsistensi rasa masakan dan memuaskan pelanggan menjadi kunci sukses…

Senin, 27 Januari 2020 12:09
Menjaga Eksistensi Usaha ala Hadlan Feriyanto Munajat

Jangan Lupa Bahagia, Kombinasikan Hobi dengan Bisnis

Berbisnis tak melulu soal keuntungan. Tapi akan lebih memuaskan jika…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers