MANAGED BY:
SENIN
18 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Minggu, 13 Oktober 2019 22:27
Gerindra-Demokrat Berpeluang Gabung Kabinet
SINYAL KUAT MERAPAT: Joko Widodo (kanan) saat bertemu Prabowo Subianto di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta, Sabtu (13/7). Foto atas, Jokowi bertemu Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Merdeka, Kamis (10/10).

PROKAL.CO, JAKARTA – Pelantikan presiden dan wakil presiden (wapres) yang semakin dekat terus memunculkan spekulasi tentang komposisi menteri dalam kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) jilid II. Partai Gerindra dan Demokrat disebut-sebut punya kans besar bergabung dalam gerbong pemerintahan. Sinyal tersebut terlihat dari rangkaian pertemuan Jokowi bersama pucuk pimpinan dua partai tersebut.

Jokowi bertemu empat mata dengan Ketua Umum (Ketum) Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Merdeka, Kamis (10/10). Di tempat yang sama, sehari berselang atau Jumat (11/10) pertemuan presiden berlanjut dengan Ketum Gerindra Prabowo Subianto. Spekulasi bermunculan bahwa rangkaian pertemuan bertujuan sebagai penjajakan Jokowi untuk mengisi komposisi kabinet pada periode kedua pemerintahannya.

Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria menyampaikan pihaknya siap membantu pemerintah jika diperlukan. Artinya, kata dia, Gerindra siap berada di dalam kabinet untuk memberi kontribusi yang konstruktif untuk bangsa dan negara. “Sejak awal ‘kan itu sudah ditegaskan oleh Pak Prabowo,” papar Riza Patria dalam diskusi di Jakarta, kemarin (12/10).

Namun, sikap politik Gerindra belum diputuskan sampai sekarang. Itu akan dibicarakan dalam rapat koordinasi nasional (rakornas) yang digelar Rabu (16/10). Di rakornas tersebut, Prabowo sebagai ketua umum dan ketua dewan pembina akan mendengar pandangan dan masukan para pengurus. Baik pengurus struktur DPP, DPD tingkat provinsi maupun DPC tingkat kabupaten/kota. “Di rakornas nanti diputuskan. Apakah kami membantu pemerintah dari dalam atau dari luar kabinet,” ujar Riza.

Jumat malam (11/10) setelah mendampingi Prabowo bertemu pimpinan MPR di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Wakil Ketua Umum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan perihal pertemuan Jokowi-Prabowo di Istana Merdeka.

Diungkapkan, keduanya memang sempat menyinggung kemungkinan bergabungnya Gerindra dalam barisan pemerintahan lima tahun mendatang. Prabowo, papar Dasco, pun menyampaikan konsep dan visi-misi Indonesia menang.

Konsep itulah yang ditawarkan pasangan Prabowo-Sandiaga dalam Pilpres 2019 lalu. Garis besarnya adalah tentang kemandirian di bidang pangan, energi, air, serta membangun pertahanan dan pemerintahan yang kuat. “Beliau memang menyampaikan konsep itu,” tutur Dasco.

Nah, terkait bidang atau kementerian yang dibidik, wakil ketua DPR itu mengaku belum memutuskan. Dia juga menampik tiga kader Gerindra yang diisukan menjadi calon menteri. Yaitu dua wakil ketua umum Fadli Zon dan Edhy Prabowo hingga nama Sandiaga Salahuddin Uno. “Tentu nanti akan dilihat bidang apa dulu. Baru kemudian mencari figur yang tepat. Selain Pak Fadli (Fadli Zon) ‘kan banyak yang lain,” beber Dasco.  

Di lokasi yang sama, Wakil Ketua Umum Demokrat Syarief Hasan mengatakan komunikasi Ketum Demokrat SBY dengan Jokowi kian intens. Dia tidak menampik proses komunikasi itu untuk menjajaki kemungkinan bergabungnya Demokrat dalam barisan koalisi pemerintahan Jokowi. “Pos mana (kementerian) apa yang diberikan itu hak prerogatif presiden terpilih,” kata Syarief.

Dia bilang, pihaknya telah menyiapkan figur yang tepat untuk mengisi pos tersebut. Wakil ketua MPR itu pun terang-terangan mengatakan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) adalah sosok yang tepat dalam komposisi menteri. “Kalau Demokrat, pasti yang pertama Mas AHY,” papar Syarief.

KIK MENOLAK

Sekjen Partai NasDem Johnny G Plate mengklaim serangkaian pertemuan yang terjadi di Istana Negara bukanlah keinginan Presiden Jokowi. Dia menuding justru Gerindra dan Demokrat-lah yang berkepentingan untuk melakukan pertemuan. “Yang kejar-kejar itu siapa. Memangnya Pak Jokowi yang ngejar. Tidak lah,” tegas Johnny.

Dia mengklaim sejauh ini soliditas partai-partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Kerja (KIK) sudah teruji. Sudah solid. Menurutnya, tidak ada urgensinya bagi Jokowi untuk menambah partai koalisi. “Kadang saya lucu juga melihat manuver partai-partai di sebelah ini. Ngapain sibuk ketemu Jokowi,” ucapnya.  

Dia lantas mengingatkan soal keadaban dalam politik. Jika koalisi di pihak yang menang, maka ada kewajiban untuk menjalankan pemerintahan dan menunaikan janji saat kampanye. Tetapi bagi yang kalah, kata dia, sebaiknya berada di luar pemerintahan sebagai kekuatan oposisi yang melakukan proses check and balances.

“Jadi oposisi ‘kan juga baik. Mengabdi untuk bangsa dan negara tidak hanya bergabung dalam kabinet. Tetapi juga menjadi oposisi yang konstruktif juga tidak kalah baiknya,” papar ketua Fraksi NasDem di DPR itu

Wakil Sekjen PPP Achmad Baidowi menambahkan, komposisi kabinet diserahkan sepenuhnya ke Presiden Jokowi sebagai pemegang mandat. Namun, terkait isu bergabungnya Gerindra dan Demokrat, dia meminta kedua partai itu untuk menjunjung tinggi etika politik. Sebab saat Pilpres 2019, keduanya berada di kubu berseberangan. “Kan ada etika politik. Sebaiknya itu yang menjadi pakem,” kata Achmad.   

Menurutnya, konsolidasi Gerindra, Demokrat, dan partai yang tergabung dalam eks Koalisi Adil Makmur itu berada di DPR dan MPR. Bukan di kabinet. “Bertemu presiden itu baik saja. Tapi bukan dalam rangka mencari jabatan di kabinet,” ucap anggota DPR itu. (mar/far/JPG/rom/k15)


BACA JUGA

Senin, 18 November 2019 12:09

Wisata ”Plus” di Puncak, Langganan Pria Timur Tengah

Prostitusi spesialis pelancong asal Timur Tengah (Timteng) di kawasan Puncak…

Senin, 18 November 2019 11:41

Jadi Calo Vila dan PSK gara-gara Lapak Digusur

SOLUSI kasus perdagangan orang spesialis wisatawan Timur Tengah (Timteng) tak…

Senin, 18 November 2019 09:58

Kasus Minyak Ilegal, Cium Aroma Kongkalikong dengan Aparat

Polisi masih kesulitan dalam mengusut kasus penyulingan minyak ilegal di…

Senin, 18 November 2019 09:56

Peluang ASN Tertutup..!! Badan Otorita Pemindahan IKN Bukan Birokrat

JAKARTA-- Peluang aparatur sipil negara (ASN) menempati posisi Kepala Badan…

Senin, 18 November 2019 09:29

Ibu Kota Pindah, Kriminalitas di Kaltim Naik

PEMINDAHAN pusat pemerintahan baru ke Kaltim, pertimbangan di antaranya aspek…

Senin, 18 November 2019 09:21

Sopir Mabuk Ugal-Ugalan, Tabrak Suami Istri Hingga Tewas

Kecelakaan maut terjadi di Jalan Lambung Mangkurat, (16/11). Insiden itu…

Minggu, 17 November 2019 20:47

Ini Dia Rupanya Si Maling Helm, Sebulan Bisa Curi 52 Helm

TENGGARONG. Pembawaannya slow alias santai. Sehari-hari mengendarai sepeda motor metik…

Minggu, 17 November 2019 14:59

MAAF AJA..!! Yang LGBT Tidak Boleh Melamar CPNS Kejaksaan

Seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2019 yang sedang berlangsung…

Minggu, 17 November 2019 14:58

MAAF AJA..!! Yang LGBT Tidak Boleh Melamar CPNS Kejaksaan

Seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2019 yang sedang berlangsung…

Minggu, 17 November 2019 14:56

Nikah Makin Ribet, Bimbingan Pranikah Libatkan Sejumlah Kementerian

Pembicaraan pembinaan pranikah dan sertifikasi masih bergulir. Menteri Koordinator Bidang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*