MANAGED BY:
SENIN
16 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

BALIKPAPAN

Minggu, 13 Oktober 2019 22:25
Kaltim Dapat Mobil Labling

Herman: Semua Peralatannya Portabel

Herman Hermawan

PROKAL.CO, Awal tahun depan, KLHK akan memberikan bantuan mobil labling kepada lima provinsi yang dinilai rawan pencemaran lingkungan. Termasuk Kaltim. Pengadaan mobil itu pertama di Indonesia.

 

BALIKPAPAN – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berencana membantu pemerintah daerah berupa mobil laboratorium lingkungan (labling). Bantuan itu sebagai upaya pencegahan dini pencemaran lingkungan,

Kepala P3KLL Badan Litbang dan Inovasi (BLI) KLHK Herman Hermawan menjelaskan, pihaknya memberikan bantuan mobil labling, agar tercipta quick response terhadap pencemaran lingkungan.

Mobil labling ini tersedia untuk lima provinsi, di antaranya Kaltim, Sumatera Selatan, Riau, Jawa Timur, dan Banten. Hal ini berdasarkan kriteria provinsi dari sisi jumlah penduduk, tingkat pencemaran, dan jumlah industri yang akhirnya mempengaruhi kondisi lingkungan.

Tidak tanggung-tanggung, investasi yang dibutuhkan untuk mobil labling sebesar Rp 4,2 miliar per unit. “Butuh biaya besar karena semua peralatannya portabel. Misalnya 10 alat paramater udara, 20 parameter air, dan padatan,” ujarnya.

Nanti mobil labling dalam setiap pergerakannya selalu dalam pengamanan. Ada pun unitnya berbentuk HIACE yang minimal memiliki sumber daya manusia terdiri dari empat analisis, supir, dan tenaga administrasi.

Herman menjelaskan, mobil labling ini memiliki peralatan portabel yang canggih. Seperti spektrofotometer untuk menguji limbah cair dan XRF untuk menguji limbah B3. Contoh untuk XRF saja butuh biaya sekitar Rp 900 juta.

“Rencana mobil ini sudah diberikan Januari kepada pemerintah daerah, Desember diadakan serah terima dengan menteri,” sebutnya.

Dalam operasionalnya nanti, mobil labling juga tidak bisa sembarangan turun ke lapangan. Ada tim yang melakukan klarifikasi aduan, mereka melakukan kluster layak atau tidaknya mobil labling bergerak. Kriteria mobil labling beroperasi melihat dari luasan atau paparan yang terdampak.

“Kemudian estimasi populasi yang terkena, keluhan dari masyarakat, dan jenis pencemarannya,” katanya.

Menurutnya, tanpa penanganan yang cepat, pencemaran lingkungan sangat berbahaya Baik udara, air, dan padatan. “Sangat ironis karena Kaltim belum memiliki laboratorium lingkungan. Padahal dilihat dari jumlah industri di Kaltim, baik yang kecil, menengah sampai besar luar biasa banyak,” sebutnya.

Hendra menilai berdasarkan keberadaan industri berat, tambang, pabrikan dari perkebunan, hingga sungai yang tersedia. Maka potensi kasus pencemaran lingkungan terbesar berasal dari limbah cair. “Di sini tidak terasa karena jumlah kepadatan penduduk per kilometer masih jarang. Sehingga yang teriak atau mengadu tidak banyak,” sebutnya.

Menurutnya, jangan sampai saat ada kejadian baru pemerintah sulit menanganinya. Contoh yang terjadi beberapa waktu lalu, seperti pencemaran Teluk Balikpapan. Meski dalam penangan kasus nanti, sample yang dianggap sebagai bentuk pencemaran lingkungan ini juga tetap dikirim ke laboratorium lingkungan BLI KLHK di Serpong, Banten.

Dalam menentukan sebuah kasus pencemaran butuh uji parameter, baik di mobil lingkungan dan laboratorium membutuhkan waktu sekitar dua minggu. Herman mengungkapkan, setelah penyerahan kepada pemerintah daerah, mobil labling belum bisa langsung dihibahkan sebelum ada pakta integritas dan kemampuan daerah mengelola mobil tersebut.

Apalagi hibah ini terkait SDM, bahan bakar, bahan kimia, dan lainnya. “Jadi biaya maintance masih dari APBN. Sekarang masih menyusun buku panduan, termasuk estimasi kasus yang menentukan bahan bakar, bahan kimia, dan biaya operasional lainnya,” bebernya.

Sebab, setiap provinsi akan memiliki estimasi yang berbeda. Contoh Jatim memiliki 32 kabupaten/kota sedangkan Kaltim hanya 10 kabupaten/kota.

“Tumpahan minyak di Balikpapan kemarin jarang terjadi, tapi pengaruhnya besar. Kalau di jawa, kasus yang terjadi kecil tapi terhitung sering,” sebutnya. Dia mendorong pemerintah daerah memiliki labling sendiri agar memudahkan penanganan pencemaran lingkungan.

Meski sebagian besar pemerintah daerah terkesan menjadikan aspek lingkungan hidup sebagai nomor dua. Sebab tidak mendatangkan PAD. “Berdasarkan hasil analisis dari 5 provinsi, 72 persen hanya menangani urusan LH di persampahan. Padahal LH itu ga cuma sampah, di sekitar kita banyak pencemaran udara dan lainnya,” imbuhnya.

Namun, dia tak ingin pemerintah daerah menganggap labling ini sebagai beban,  melainkan bisa dipandang dari sisi bisnis. Seperti labling di Bandung, perusahaan wajib untuk melakukan uji limbah menggunakan laboratorium daerah.

“Misalnya, limbah padatan untuk tiga bulan, limbah air per bulan. Tapi laboratorium yang sudah badan usaha daerah jangan dikenakan PAD, biar dia tumbuh dulu,” pungkasnya. (gel/kri) 

 


BACA JUGA

Sabtu, 14 Desember 2019 12:39

Kapolresta Garuk Preman Pandansari

BALIKPAPAN-Pungutan liar (pungli) di kawasan Pasar Pandansari, Balikpapan Barat membuat…

Sabtu, 14 Desember 2019 12:39

Penculikan di Manggar, Polisi Dalami Bukti

BALIKPAPAN – Dugaan percobaan penculikan anak terjadi di Jalan PJHI…

Sabtu, 14 Desember 2019 12:38

Musim Haji, Tidak Ada Lagi Jatah Staf

BALIKPAPAN - Berdasarkan survei yang dilakukan Balitbang Diklat Kemenag pada…

Sabtu, 14 Desember 2019 12:34

Drainase Habis “Dimakan” Ruko

Seharusnya fasilitas umum bisa bermanfaat untuk masyarakat. Jangan sampai drainase…

Jumat, 13 Desember 2019 13:21

Banjir Diskon di Late Night Shop, Hanya Dua Hari di e-Walk dan Pentacity, Ada Game Menarik

BALIKPAPAN – Manajemen e-Walk dan Pentacity Balikpapan kembali memanjakan masyarakat…

Jumat, 13 Desember 2019 13:00

Jago Merah Ngamuk, Penginapan Ludes

BALIKPAPAN- Kobaran api Kamis (12/12) dini hari membuat panik warga…

Jumat, 13 Desember 2019 13:00

Jalur Pipa Transmisi PDAM Diubah, 2 IPAM Stop Produksi

Dua instalasi pengolahan air minum, yakni di KM 8 Batu…

Jumat, 13 Desember 2019 12:03

Truk vs Motor, 1 Satu Tewas

KECELAKAAN melibatkan truk dan sepeda motor terjadi kemarin (12/12). Satu…

Jumat, 13 Desember 2019 12:02

Satgas Pangan Awasi Distributor

Pastikan Stok Sembako dan Daging Aman Jelang Natal – sub…

Kamis, 12 Desember 2019 13:41

Percobaan Penculikan Hebohkan Dunia Maya

BALIKPAPAN – Percobaan penculikan anak terjadi di Jalan PJHI Batakan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.