MANAGED BY:
RABU
20 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SAMARINDA

Minggu, 13 Oktober 2019 22:13
Tugboat Antre Melintas di Bawah Jembatan
Dengan adanya dua jembatan, nakhoda kapal tugboat maupun kapal pandu harus akurat dan presisinya.

PROKAL.CO, SAMARINDA - Jembatan kembar rupanya menjadi momok tugboat (kapal tunda) menarik tongkang bermuatan batu bara atau kayu log. Kekhawatiran itu dikatakan Kasi Angkutan Laut Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Klas II Samarinda, Priyatno.

Kekhawatiran itu muncul setelah beberapa kali insiden tertabraknya Jembatan Mahakam. “Dinas PU Kaltim kalau bisa jangan bangun-bangun jembatan lagi lah, seperti dibangunnya Jembatan Kembar tambah sempit, bukannya dikasih lebar,” ungkapnya.

Dia mengatakan, saat Jembatan Kembar dibangun, mengapa di dekat Jembatan Mahakam? “Meski bukan lahir di Kaltim, saya merasa prihatin. Di Taiwan yang canggih saja bisa ambruk juga jembatannya. Sebab, dengan adanya dua jembatan, nakhoda kapal tugboat maupun kapal pandu harus akurat dan presisinya tambah tinggi agar tak tertabrak pilar jembatan,” ucapnya.

Menurut informasi di Handil, Muara Jawa, akan dibangun jembatan lagi. Totalnya di sepanjang Sungai Mahakam ini ada enam jembatan. “Paling sulit lewat Jembatan Kembar ini karena tepat di tikungan (belokan), kapal pandu harus bisa memperkirakan debit ai. Kalau dangkal, lebik baik tunda dulu, kalau debit air pasang baru lewat,” tuturnya.

Terbangunnya jembatan dari sisi transportasi darat memang memperlancar arus lalu lintas. Namun, dari sisi perairan ini bikin macet alias membuat antrean panjang. “Ini seperti terhambatnya lalu lintas, kapal tongkang antre dulu, bergantian di assist kapal pandu,” terangnya.

Terpisah, Anggota DPRD Provinsi Baharuddin Demu berkata, pembangunan jembatan jangan dijadikan momok. Sebab,  yang lewat bukan hanya angkutan sungai.

“Kapal tongkang batu bara ini sudah puluhan tahun melintas Sungai Mahakam. Harusnya dengan adanya jembatan, harus hati-hati saat melintas. Sebab, uang yang dipakai membangun jembatan ini ratusan miliar,” tuturnya. (adw/kri/k16)

 


BACA JUGA

Rabu, 20 November 2019 16:47

45 Burung Khas Kalimantan Mau Diselundupkan

PROKAL.CO, SAMARINDA - Sebanyak 45 burung berbagai jenis di Kalimantan…

Rabu, 20 November 2019 12:17

Tiga Tahun Tutup, Lihatlah Kondisi Rumah Sakit Islam Samarinda, MENGENASKAN..!!

Dulu, rumah sakit ini bisa dikunjungi 6.000 pasien dalam satu…

Rabu, 20 November 2019 12:11

Kaltim Tawarkan Pembangunan PLTN ke Jepang

SAMARINDA - Pemprov Kaltim tengah menjajaki peningkatan kerja sama dengan…

Rabu, 20 November 2019 12:05

Komisi IV Dengar Pendapat dengan KONI, Ini yang Dibahas

Komisi IV DPRD Kaltim belum lama ini melakukan hearing dengan…

Rabu, 20 November 2019 12:04

Gali Potensi PAD dari BUMD, Komisi II Sambangi Jatim

Menggali potensi sumber Pendapat Asli daerah (PAD) dari Badan Usaha…

Rabu, 20 November 2019 10:12

Perbaikan Sisi Udara Bandara APT Pranoto Dimulai, Berpeluang Dibuka Lebih Cepat

SAMARINDA–Hari ini (20/11), Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda…

Rabu, 20 November 2019 06:00
Festival Mie dan Wadai Samarinda

Ada Produk Mie Ayam dan Bakal Canangkan Kampung Untuk-Untuk

Untuk pertama kalinya di kota Tepian digelar Festival Mie Ayam…

Selasa, 19 November 2019 12:48

Republik Ceko Minat Bangun MRO di Bandara APT Pranoto

SAMARINDA - Pemerintah Republik Ceko berminat membangun Maintanence, Repair, Overhoul…

Selasa, 19 November 2019 12:46

PPP Buka Pendaftaran Calon Walikota, Ini Syaratnya

SAMARINDA - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) membuka pendaftaran Bakal Calon…

Selasa, 19 November 2019 10:15

CISC Kaltim Temui Komisi IV DPRD Kaltim, Ada Apa?

SAMARINDA. Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Rusman Yaqub, Senin (18/11)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*