MANAGED BY:
KAMIS
28 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SAMARINDA

Sabtu, 12 Oktober 2019 12:27
Refleksi Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2019 (2-Habis)
Selamatkan Generasi dari Bunuh Diri
Rani Meita Pratiwi

PROKAL.CO, Merasa putus asa? Muncul ide bunuh diri? Ada pengalaman terkait? Jika jawabannya ya, orang tersebut berisiko mengalami gangguan jiwa.

 

RADEN RORO MIRA, Samarinda

 

DALAM Seminar kesehatan mental bertema Dunia Belum Berakhir, Menyelesaikan Masalah Tanpa Harus Bunuh Diri, Kamis (10/10), di Aula Dispora Kaltim. Dibeberkan mengenai risiko bunuh diri beserta pencegahannya.

Salah satu pemateri, dokter spesialis kesehatan jiwa RSKD Atma Husada Mahakam Jaya Mualimin menyebut, ada karakter khusus orang sengaja mengakhiri hidup.

Biasanya berangkat dari pengalaman atau lingkungan sekitar ada yang bunuh diri. Sehingga merasa ada motivasi. Bahkan, merencanakan tanggal cantik untuk mati.

Menurut penelitian yang dijelaskan Jaya, dalam tubuh ada hormon serotonin. Hormon pemberi rasa nyaman dan senang. Merupakan neurotransmitter dan berkaitan dengan depresi. Semakin rendah kadar serotonin dalam tubuh seseorang, semakin tinggi ide bunuh diri.

“Neurotransmitter serotonin yang rendah mampu membuat signifikan ide bunuh diri ekstrem. Misal menabrakkan diri pada kereta yang melaju,” paparnya.

Sementara itu, dari kacamata psikolog Rani Meita Pratiwi mengibaratkan masalah seperti baju dan lemari. Semakin baju dijejalkan, semakin tak sanggup lemari menampung.

Masalah harus diselesaikan. Jangan biarkan menumpuk. Kesehatan mental sering dianggap tabu. Padahal, sama pentingnya dengan kesehatan fisik.

“Jika memang ada apa-apa. Harus kita akui. Jangan takut jujur. It’s okay to not be okay. Kemudian terima diri. Mau diubah, dari aditif menjadi adaptif,” jelas Rani saat menyampaikan materi tentang pencegahan bunuh diri.

Dia mengatakan perlu diwaspadai orang yang suka menyendiri. Ada banyak faktor. Menarik diri dari lingkungan, tidak fokus memikirkan sesuatu. Maka ketika mungkin orang itu butuh kawan cerita, jangan beri stigma.

“Setelah mengakui dan terima diri, hubungi orang terdekat untuk share masalah. Lalu sibukkan diri, cari aktivitas. Dari situ mendapat rasa nyaman. Nah, jika belum cari bantuan profesional,” ucap psikolog Balai Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Tanah Merah Samarinda itu.

Secara kompak, baik Jaya maupun Rani mengungkapkan, kesehatan mental bukan hal sepele. Jika menemukan orang terdekat dengan gerak-gerik mencurigakan, jangan dibiarkan.

“Harapannya bisa menyebarkan kesadaran terhadap kesehatan mental. Mereka yang sudah mau cerita atau konsultasi, minimal 50 persen risiko dicegah. Apalagi uluran tangan dan cinta dengan support, pencegahan bisa sampai 80 persen,” tutup Jaya. (dns/k8)

 


BACA JUGA

Selasa, 04 Februari 2020 12:04

Kritik Kota lewat Lirik Rap, Wajah Samarinda dari Lagu “Samar Indah"

Hanya di Samarinda kita bisa hidup sama rendah Nikmati tepian…

Selasa, 04 Februari 2020 12:03

Berkas Pasar Baqa Dilimpah, Rabu, Sidang Perdana

SAMARINDA-Berkas dugaan korupsi tiga tersangka Pasar Baqa sudah digulirkan Korps…

Selasa, 04 Februari 2020 12:01

Terima Paket Ganja 2,5 Kilo, Mahasiswi Ini Mengaku Cuma Diupah Rp 300 Ribu

SAMARINDA - Tersangka inisial IT yang menerima paket 2,5 kilogram…

Selasa, 04 Februari 2020 12:00

Merasa Dipalak Ketika Berkendara di Samarinda? Dua Pria Ini Mungkin Pelakunya

SAMARINDA - Tim Macan Borneo Satreskrim Polres Samarinda akhirnya meringkus…

Selasa, 04 Februari 2020 11:59

Hanya Sakit Demam, RS AWS Bantah Merawat 1 Pasien Terkena Corona Virus

SAMARINDA - Rumah Sakit AW Sjahranie (RS AWS) Samarinda membantah…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:48

Pengedar Sabu Berbahan Tawas Ditangkap

SAMARINDA-Banyaknya pemakai narkoba jenis sabu rupanya menjadi peluang bagi Kene…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:10

Begini Kondisi Terakhir Sopir Truk yang Sebabkan 4 Nyawa Melayang di Gunung Manggah Itu...

SAMARINDA- Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) Polresta Samarinda, pada Kamis…

Sabtu, 01 Februari 2020 09:05

Jalin Kerjasama dengan Rumah Sakit, Poltekkes “Nyebrang” ke Malaysia

SAMARINDA-Terus melebarkan sayap, kini Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes)…

Jumat, 31 Januari 2020 23:46

Samarinda Masih Kekurangan Pengajar

Di Samarinda, ada sekitar 2 ribu guru honorer. Mereka tengah…

Jumat, 31 Januari 2020 23:45

Perlu Waktu Realisasikan DOB Samarinda Seberang

SAMARINDA–Usul menjadikan Samarinda Seberang, Palaran, dan Loa Janan Ilir sebagai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers