MANAGED BY:
RABU
13 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Sabtu, 12 Oktober 2019 11:43
Jual Kosmetik Ilegal lewat Media Sosial, Untung Rp 13 Juta Setiap Bulan
BELUM ADA IZIN: SA (balik badan) setelah diringkus Satreskrim Polres Berau lantaran menjual kosmetik yang tidak mengantongi izin BPOM. DAYAT/BP

PROKAL.CO, Sebisa mungkin menutupi bisnis terselubung, SA tetap tak bisa berbuat banyak kala aparat berpakaian sipil mendatangi kediamannya, di Jalan Jenderal Sudirman, Gang Menara Indah, Tanjung Redeb. Polisi menyita barang bukti berupa kosmetik tanpa izin alias ilegal.  

 

TANJUNG REDEB-Perempuan 25 tahun itu dibekuk Kamis (10/9), sekitar pukul 12.30 Wita dengan barang bukti yang tak sedikit.

Kapolres Berau AKBP Pramuja Sigit Wahono melalui Kasat Reskrim AKP Rengga Puspo Saputro menuturkan, pengungkapan tersebut berkat laporan masyarakat yang resah dengan produk yang dijual pelaku. "Kami langsung menindaklanjuti," ujarnya di hadapan awak media.

Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti cukup banyak, yakni 16 merek zamzam, ada pula 60 paket NR Glow serta 14 whitening glow. Barang bukti diakui pelaku dari Makassar. "Di dalam produk terdapat kandungan merkuri yang berbahaya bagi kulit. Kami cek izinnya juga ternyata tidak ada, enggak terdaftar di Badan Pengawas Obat Dan Makanan (BPOM)," jelasnya. Pelaku membeli produk tersebut dengan harga Rp 85 ribu. Kemudian dijual kembali Rp 135 ribu, sampai ke tangan konsumen bisa mencapai Rp 150 ribu. Dari pengakuan SA, bisa mengambil keuntungan hingga Rp 13 juta per bulan.

"Dia gunakan media sosial (medsos), seperti Facebook dan Instagram untuk memasarkan produknya tersebut," jelas perwira balok tiga itu.

Rengga menjelaskan, pelaku melakukan usaha di rumah. “Pelanggan mendatangi dirinya, kemudian terjadi transaksi,” ungkapnya. Selain itu, pihaknya mengamankan 15 buku catatan pelanggan.  Dalam sehari, pelaku bisa menjual hingga lima produk.

"Bisnis kosmetik sudah sejak Januari lalu. Dia juga mengaku tak tahu kalau produknya tidak terdaftar di BPOM," jelasnya.

Pelaku diancam Pasal 197 Juncto Pasal 106 Ayat 1, Undang-Undang Nomor 36/2009 tentang Kesehatan dengan penjara paling lama 10 tahun, serta denda Rp 1,5 miliar. "Kami masih mengembangkan pelaku," tutupnya.  (*/hmd/dra2/k16)

 


BACA JUGA

Selasa, 12 November 2019 13:42

"Dicueki" Bisa Terancam Sanksi, Tak Umumkan RUP, Bakal Kesulitan Anggaran

Kutim diwajibkan menjelaskan ke publik terkait rencana umum pengadaan (RUP) secara…

Selasa, 12 November 2019 13:41

Faktor Alam Mengkhawatirkan, Riskan Merusak Jaringan Listrik

TANJUNG REDEB–Meminimalkan terjadinya gangguan listrik karena faktor alam, PT PLN…

Selasa, 12 November 2019 13:40

Kekuatan Kodim Pas-pasan

SANGATTA–Kodim 0909/Sangatta kekurangan personel. Untuk diketahui, hingga saat ini, baru…

Selasa, 12 November 2019 13:39

Pebalap Liar di Bawah Umur Tumbuh Subur, Tilang dan Pembinaan Tak Mempan

Aksi kebut-kebutan di jalan, seolah jadi “penyakit masyarakat” yang sulit…

Selasa, 12 November 2019 13:38

8,34 Persen Wilayah Kukar Lubang Tambang

DRD mengadakan diskusi di kantor Bappeda Kukar kemarin (11/11). Bupati…

Selasa, 12 November 2019 13:37

RSUD Fokus Pertahankan Akreditasi Paripurna

TENGGARONG – Menjelang survei akreditasi rumah sakit tahun 2019, RSUD…

Selasa, 12 November 2019 13:36

Kerusakan Gedung SD Beloan Semakin Parah

SENDAWAR - Angin disertai hujan menjadikan fisik bangunan SD 08 Kampung…

Selasa, 12 November 2019 13:36

Formasi CPNS di Paser Diumumkan Hari Ini

TANA PASER – Jika sejumlah daerah lainnya di Kaltim sudah…

Selasa, 12 November 2019 13:35

Minim Anggaran, Tahun Depan Damkar Bentuk OPD Baru

TANA PASER - Sekretariat Daerah (Sekda) Kabupaten Paser Katsul Wijaya…

Senin, 11 November 2019 23:17

Sebagian Sambaliung Rawan Banjir

SAMBALIUNG–Memasuki musim hujan, beberapa ruas jalan di Kecamatan Sambaliung kerap…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*