MANAGED BY:
SELASA
19 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Sabtu, 12 Oktober 2019 10:24
Harga Komoditas Mulai Mendaki, Bakal Sumbang Inflasi Oktober
ilustrasi

PROKAL.CO, JAKARTA– Memasuki pekan kedua Oktober, harga beberapa komoditas cenderung mulai mendaki. Merujuk Survei Pemantauan Harga (SPH), Bank Indonesia (BI) mencatat perkiraan inflasi hingga pekan kedua Oktober mencapai 0,04 persen secara month-to-month (MtM). Sedangkan inflasi secara tahunan atau year-on-year (YoY) 3,15 persen. ’’Jadi, bulan ini lebih rendah jika dibandingkan dengan September lalu yang mencapai 3,39 persen,’’ kata Gubernur BI Perry Warjiyo kemarin (11/10).

Dia menguraikan, sejumlah komoditas yang mengalami inflasi, antara lain, daging ayam ras dengan perubahan harga 0,03 persen serta tomat sayur dan rokok kretek masing-masing 0,01 persen. Sementara itu, harga atau deflasi komoditas yang menurun adalah cabai merah 0,06 persen, cabai rawit 0,03 persen, dan telur ayam ras 0,03 persen. ’’Kemudian, bawang merah, tarif angkutan udara, serta jeruk masing-masing deflasi 0,01 persen,’’ urainya.

Meski memprediksi terjadi inflasi pada Oktober, Perry masih optimistis bahwa harga-harga tetap akan terkendali jika dibandingkan dengan deflasi yang terjadi September lalu. Untuk itu, dia tetap meyakini bahwa tingkat inflasi masih akan sesuai dengan target. ’’Akhir tahun masih akan di bawah titik tengah sasaran inflasi di bawah 3,5 persen dan masih sejalan dengan perkiraan sebelumnya,’’ imbuhnya.

Peneliti INDEF Bhima Yudhistira memprediksi, pada Oktober justru akan terjadi deflasi. Alasannya, dari sisi permintaan (demand), masih belum ada tanda-tanda pemulihan, khususnya konsumen kalangan menengah atas. Alhasil, kenaikan harga di sektor pangan pun relatif rendah. Di sisi lain, pemerintah masih menahan BBM subsidi agar harganya tidak naik. Karena itu, bukan tidak mungkin target inflasi tahun ini bisa tercapai.

’’Tahun 2019 sepertinya inflasi total masih di bawah 3,5 persen. Tapi, perlu diwaspadai nanti pada 2020 bisa meningkat karena ada kenaikan tarif beberapa barang dan jasa. Mulai iuran BPJS Kesehatan, pencabutan subsidi BBM dan listrik, hingga penyesuaian tarif beberapa ruas tol,’’ jelasnya kemarin. (ken/c4/oki)

loading...

BACA JUGA

Senin, 18 November 2019 13:31

Kejar Ekspor, Paser Kembangkan Pisang

TANA PASER - Semakin tingginya permintaan buah pisang di pasar…

Senin, 18 November 2019 12:40

Ekonomi Kaltim Tumbuh 6,89%, Ini Penyebabnya

SAMARINDA - Ekonomi Kalimantan Timur triwulan III tahun 2019 tumbuh…

Minggu, 17 November 2019 13:47

Buka Cabang Samarinda dan Banjarmasin, Warung Wakaka Merambah Bisnis di Pulau Kalimantan

SAMARINDA - Sudah berjalan dua bulan membuka bisnisnya, Warung Wakaka…

Sabtu, 16 November 2019 11:36

Akhir Tahun, Inflasi Dipastikan Terkendali

SAMARINDA- Inflasi Kaltim selalu terkendali dan masih berada dalam target…

Jumat, 15 November 2019 10:12

Imbau UKM Manfaatkan Warehouse

SIDOARJO– Perusahaan e-commerce Lazada agresif menggaet usaha kecil dan menengah…

Kamis, 14 November 2019 10:41

Penyaluran KUR Harus ke Sektor Produktif

Pemangkasan bunga kredit usaha rakyat (KUR) dari 7 persen menjadi…

Kamis, 14 November 2019 10:38

Genjot Pendapatan lewat Layanan Digital

Asuransi Astra Kenalkan Garda Mall === Sub BALIKPAPAN – Kinerja…

Rabu, 13 November 2019 11:06

Pertamina Lubricants Lirik Pasar Ekspor

BALIKPAPAN – PT Pertamina Lubricants, anak usaha PT Pertamina (persero)…

Rabu, 13 November 2019 11:03

Rangsang Masyarakat Lebih Produktif, Pemerintah Pangkas Bunga KUR Jadi 6 Persen

Tahun depan, pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bakal…

Selasa, 12 November 2019 11:25

Batu Bara Masih Jadi Penyumbang PDRB Tertinggi di Kaltim

Ketergantungan Kaltim terhadap sektor pertambangan dan penggalian masih sulit dilepaskan.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*