MANAGED BY:
JUMAT
28 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

FEATURE

Jumat, 11 Oktober 2019 11:43
Menghafalkan Alquran Hanya Setahun di Pesantren Asy-Syahadah Surabaya

Salat sambil Bawa dan Baca Alquran

Santriwati saat membaca Alquran. KARTIKA SARI/JAWA POS

PROKAL.CO,

Menghafalkan Alquran sering terasa berat. Namun, itu tidak berlaku bagi santriwati Pesantren Asy-Syahadah Surabaya. Sebab, selain sudah jatuh cinta pada Alquran, mereka mempunyai cara unik untuk menghafalkannya.

 

KARTIKA SARI, Jawa Pos

 

Para santriwati Pesantren Asy-Syahadah Surabaya di Tambak Wedi Lebar, Kelurahan Tambak Wedi, Kecamatan Kenjeran, selesai makan saat Jawa Pos datang. Mereka bergiliran mencuci alat-alat makan di wastafel. Setelah bersih-bersih sebentar, mereka pun istirahat.

Waktu istirahat mereka isi dengan menghafalkan Alquran. Seketika, ruang tengah pesantren itu penuh dengan geremeng santriwati yang berusaha menghafalkan ayat-ayat suci. Mereka tampak begitu serius menghafalkan Alquran. Sampai-sampai ada yang memejamkan mata. Maklum, sore nanti mereka harus menyetor hafalan tersebut kepada Ullya Ardhia Cahyani Ahmad atau sering dipanggil Ustadah Ullya. Dia adalah pembina di pesantren yang merupakan mitra Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoronto Jombang itu.

Setiap anak memiliki metode untuk menghafal Alquran. Sebab, tak ada metode yang kaku untuk menghafalkan ayat-ayat suci tersebut. Misalnya, Nadia Amalia Hidayat. Dia lebih suka memulai hafalannya dengan membaca terjemahan Alquran. Dia memaknainya sambil mencocokkan dengan tulisan Arab-nya. Lalu, dia membacanya lagi sambil mengingat setiap detail tulisan. ”Jadi, saya tidak hanya menghafal Alquran, tetapi juga berusaha mengingat makhrajnya ketika menghafal,” tuturnya. Ada juga santriwati lain yang menghafalkan Alquran dengan membagi setiap halaman jadi tiga bagian.

Mereka memiliki waktu tiga kali sehari untuk menyetor hafalan kepada ustadah. Yakni, pukul 10.00, 16.00, dan 20.30. Mereka berlomba-lomba memberikan penampilan terbaik saat menyetor hafalan.

Untuk metode menghafal, para santriwati memang diberi kebebasan. Tetapi, untuk urusan membangun kecintaan dan membiasakan membaca Alquran, santriwati harus melaksanakan sesuai aturan pondok pesantren. Dalam sehari, mereka memiliki banyak sesi yang berhubungan dengan Alquran. Mulai mendengarkan kaset murotal, mendengarkan imam membacakan setengah juz Alquran saat salat Lail, hingga membaca bersama atau muroqobah.

Dari semuanya, yang paling unik adalah membaca Alquran saat salat Lail. Saat salat, imam membacakan setengah juz Alquran. Makmumnya tak hanya mendengarkan, tetapi juga menyimak sambil membawa Alquran. Kalau bacaan imam salah, makmum akan mengoreksinya. Jempol kanan para santriwati sudah terbiasa menyibakkan halaman Alquran. Jadi, tak heran jika Alquran mereka lusuh karena sering dibuka dengan satu jari.

Bagaimana kalau sedang melakukan gerakan rukuk? Mereka akan mengempit Alquran di ketiak kiri, lalu tinggal mengikuti gerakan salat selanjutnya. Saat gerakan berdiri, Alquran diambil dengan tangan kanan lagi. Mereka kemudian menyimak imam lagi. Begitu seterusnya.

Salat sambil membawa Alquran tentu saja jarang dilakukan orang-orang. Namun, ternyata itulah rahasia mereka untuk menghafal Alquran dan membangun kecintaan terhadap kitab suci. ”Salat sambil memegang Alquran masih tetap sah kok. Karena gerakannya tidak terlalu banyak. Yang tidak sah meletakkan Alquran di depan tempat salat karena itu di luar gerakan salat,” ucap Auliatul Irvi Lestari, 19, salah seorang santriwati.

Pengasuh pesantren tersebut, Sahid H.M., mengatakan bahwa pesantren memiliki sistem sendiri dalam menghafal Alquran. Yakni, dengan mengulang-ulang membaca dan mendengarkan ayat-ayat. Dengan begitu, mereka bisa terbiasa dan hafal dengan sendirinya. Itu sesuai dengan sistem menghafal Alquran secara habituasi. ”Setiap salat mereka akan membaca Alquran satu juz,” ungkapnya. Total, dalam sehari semalam, mereka bisa membaca sepuluh juz. ”Kalau tiga hari, berarti mereka sudah khatam Alquran,” ucapnya.

Sahid menuturkan, rasa bosan sering menjadi penghalang para santriwati untuk menghafal Alquran. Namun, itu hal yang wajar. ”Nanti, ketika mereka sudah enjoy, tidak ada rasa bosan. Malah terasa tidak enak kalau tidak membaca atau menghafal Alquran,” katanya.

Target menghafalkan Alquran cukup satu tahun. Itu termasuk waktu yang singkat untuk menghafalkan Alquran. Hal tersebut yang diharapkan Sahid. Dengan begitu, ketika sudah hafal Alquran, mereka bisa belajar ilmu-ilmu lain. Karena itu, mayoritas santriwati tersebutsudah lulus SD, SMP, maupun SMA. ”Setelah lulus, mereka tidak langsung melanjutkan sekolah, tetapi menghafalkan Alquran dulu. Hafal Alquran akan membuat mereka lebih mudah mempelajari ilmu lain,” ujarnya. (*/c20/tia)


BACA JUGA

Minggu, 26 Januari 2020 11:05

Lebih Dekat dengan Aktivis Lingkungan Muda Aeshina Azzahra Aqilani

Terlahir dari orang tua yang merupakan pejuang lingkungan memunculkan kepedulian…

Senin, 20 Januari 2020 14:19
Menikmati Family Fun Rally Sambut Kejuaraan Provinsi Kaltim 2020

Memperkuat Pariwisata, Ingin Lebih Banyak Orang Datang ke Balikpapan

Family Fun Rally 2020 gelaran Kaltim Post berakhir meriah, Ahad…

Kamis, 16 Januari 2020 16:10

Cerita Mengharukan, Kembar Identik yang Terpisah 16 Tahun Akhirnya Bertemu

Kisah hidup dua remaja kembar ini begitu mengharukan. Enam belas…

Rabu, 15 Januari 2020 13:45
Keraton Baru ”Calon Pemersatu Dunia”, Nasibmu Kini...

Nasib Keraton Agung Sejagat, "Keraton" Disegel Pemkab, Sang Raja dan Ratu Ditangkap Polisi

Keraton Agung Sejagat boleh menyebut diri sebagai pendamai bumi, pemulih…

Selasa, 14 Januari 2020 14:39

Inovator Semen Geo Fast Sotya Astuningsih, Pakai Limbah Smelter, 5 Jam Sudah Kuat

Semen biasa butuh waktu 28 hari untuk bisa kuat optimal.…

Jumat, 27 Desember 2019 00:24
Jelajah Wisata Baru Negeri Gajah Putih (4-habis)

Warisan Tiongkok-Thailand hingga Surga Belanja Tepi Sungai

Sungai Chao Phraya adalah nadi kehidupan dan transportasi di Bangkok.…

Jumat, 27 Desember 2019 00:21
Jelajah Wisata Baru Negeri Gajah Putih (3)

Berpose di Puncak Tertinggi, Selfie dengan 75 Tokoh Sedunia

PIngin berjalan di atas kaca dari tinggi 314 meter? Menyaksikan…

Jumat, 27 Desember 2019 00:19
Jelajah Wisata Baru Negeri Gajah Putih (2)

Balet Atas Air dan Habiskan Malam bersama Waria

Informasi umum jika Thailand populer dengan waria atau lady boys…

Jumat, 27 Desember 2019 00:16
Wisata Baru Negeri Gajah Putih (1)

Taman Terluas Se-Asia Tenggara hingga Lukisan Bergerak

Pattaya dikenal sebagai kota wisata dengan hiburan malam tiada henti.…

Kamis, 26 Desember 2019 11:34

Kiprah Bripka Riko Rizki Masri dan FKPM Teman Hati

Membantu sesama tak perlu menunggu punya jabatan tinggi atau uang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers