MANAGED BY:
RABU
20 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Jumat, 11 Oktober 2019 11:37
Joker si Penderita Sakit Jiwa

PROKAL.CO, Oleh: Bambang Iswanto

Dosen IAIN Samarinda

SEPULUH Oktober adalah Hari Kesehatan Jiwa Sedunia. Entah kebetulan atau disengaja, pada waktu yang hampir bersamaan, film Joker ditayangkan di seluruh dunia. Film tersebut bercerita banyak tentang tokoh utama sebagai penderita sakit jiwa, yaitu Arthur Fleck.

Arthur berprofesi sebagai Joker (pelawak). Profesi itu dijadikan sebagai judul film yang sedang box office di dunia. Apakah film ini membawa pesan terkait dengan pentingnya kesehatan jiwa, seperti makna peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia, atau sebuah kebetulan. Mungkin, produsernya yang lebih tahu.

Film itu mengisahkan tentang kehidupan kelam Arthur Fleck yang memiliki gangguan jiwa. Dalam kondisi menderita gangguan kejiwaan tersebut, Arthur mendapat perlakuan yang tidak adil dari orang-orang di sekitarnya.

Profesinya sebagai badut pelawak dianggap sebelah mata dan dilecehkan oleh remaja-remaja iseng yang menjadikannya bahan olok-olokan. Hingga memukulinya sampai babak belur.

Orang-orang terdekatnya juga menganggap lawakan yang dibawakannya tidak lucu sehingga susah mendapatkan job melawak untuk mencukupi kebutuhan ekonominya yang memang sudah miskin. Serta harus menopang kehidupan dirinya dan ibunya sekaligus.

Dalam kondisi lemah ekonomi dan menderita sakit jiwa, Joker harus mengobati diri agar tidak bertambah gila. Pengobatannya bergantung pemberian pemerintah. Celakanya, pemerintah harus menghentikan kebijakan bantuan pengobatan karena kekurangan anggaran.

Pada saat sakit jiwa yang memuncak, di kereta dia bertemu tiga pemuda yang mengganggu seorang perempuan. Juga mengejek serta menghina kegilaan yang dideritanya, yang berujung dengan dibunuhnya ketiga pemuda tersebut dengan pistol pemberian pelawak lain.

Tumpukan-tumpukan masalah menjadikan si Joker semakin sakit jiwa. Diperburuk lagi oleh kenyataan bahwa dirinya dibohongi oleh perempuan yang selama ini dianggapnya ibu kandung. Ternyata, dia hanya anak adopsi yang selama masa kecil diperlakukan kejam oleh pacar ibu adopsinya. Akhirnya, ibu yang mengadopsinya pun dihabisi ketika sedang dirawat di rumah sakit.

Tidak sampai di situ. Teman badut pelawak yang memberikan pistol juga dihabisi karena dianggap jahat terhadap dirinya. Demikian pula, seorang pembawa acara talk show komedi terkenal bernama Murray dibunuh ketika mengundangnya pada acara siaran langsung dengan dirinya sebagai bintang tamu.

Pembawa acara terkenal tersebut dibunuh karena dianggap melakukan pelecehan dan ingin menghina dirinya di hadapan pemirsa acara televisi yang sedang hits.

Sakit jiwanya sang Joker terlihat jelas setelah pembunuhan yang dilakukannya. Semua diakhiri dengan tertawa lama dan sebagian disertai dengan menari-nari. Terlihat tiada penyesalan dan seakan membunuh merupakan sebuah kesenangan yang layak ditertawakan.

Itulah penyakit jiwa sebenarnya yang diderita oleh Arthur Fleck, si Joker badut pelawak. Dia tertawa bukan hanya untuk hal yang lucu, Joker tertawa tanpa terkontrol saat merasa tertekan dan sedih. Dianggap tidak lucu, disalahkan atas perbuatan yang tidak dilakukan, dan dilecehkan karena gila.

Meski dia sudah mencoba memberi tahu kepada orang lain dengan catatan kartu yang selalu dibawa, bahwa dirinya tertawa saat yang tidak tepat karena menderita sakit jiwa akibat saraf yang terganggu. Dia bahkan tertawa pada saat dia dihajar babak belur.

PEDULI TERHADAP SAKIT JIWA

Sejak awal, saya penasaran film Joker. Film ini penuh kontroversi. Beberapa kritikus menyebutkan film ini banyak berisi adegan sangat sadis dan penuh kekerasan. Dikhawatirkan bisa menginspirasi penonton untuk meniru adegan dan karakter yang ada pada film tersebut.

Dari rasa penasaran, saya “paksakan” menonton Joker seusai pulang kerja. Demi mengimpaskan harga penasaran, saya harus rela mengorbankan waktu istirahat sore. Meski bukan genre film favorit saya, komedi dan action, film ini sudah telanjur membuat penasaran.

Benar saja, adegan kekerasan dipertontonkan. Ketidaklaziman seperti tertawa dan menari setelah membunuh juga ditayangkan secara detail, seperti yang saya ceritakan di awal tulisan.

Meskipun di negara asalnya, Amerika, film ini diberi label rate R (restricted) yang artinya terbatas, dan di Indonesia diberi label 17+ oleh Lembaga Sensor Film, tetap saja film ini dianggap mampu memberi pengaruh buruk bagi penontonnya.

Film tersebut memang sangat tidak layak ditonton oleh anak-anak atau remaja. Atau oleh orang dewasa yang belum dewasa dalam memaknai film. Yang menjadikan film sebagai sumber inspirasi untuk melakukan kekerasan kepada orang lain. Atau membenarkan tindakan Joker membunuh karena sakit jiwa atau bahkan menjadikan Joker sebagai idola.

Terlepas dari kontroversi yang muncul, film Joker tetap memberikan pesan moral dan kritik sosial yang tajam, terutama dari cara memandang orang yang menderita gangguan kejiwaan.

Pertama, jangan pernah mengesampingkan kesehatan mental dan lebih mementingkan kesehatan fisik. Kejahatan pembunuhan yang terjadi di kisah Joker merupakan pengabaian dari kesehatan mental dari orangtua angkat Joker sejak kecil. Dia tumbuh dengan “didikan” ke arah sakit jiwa melalui penyiksaan dan pemahaman yang keliru tentang makna kebahagiaan.

Kedua, hargailah orang-orang yang terkena gangguan kesehatan jiwa! Bisa jadi ungkapan dari Arthur Fleck dalam film tersebut, “The worst part of having a mental illness is people expect you to behave as if you don’t(bagian terburuk  dari memiliki gangguan mental adalah orang lain mengharap kamu bertingkah seakan kamu tidak memiliki gangguan mental), adalah benar.

Orang yang menderita gangguan jiwa sama dengan yang sehat jiwanya, perlu dihargai dan dihormati, bahkan mungkin lebih dari penghargaan terhadap orang yang sehat jiwanya. Jangan pernah mem-bully dan melecehkan orang yang menderita gangguan jiwa seperti mengolok-ngolok orang gila. Mereka justru perlu dikasihani dan diupayakan agar sembuh jiwanya.

Ketiga, bersyukurlah bagi siapa pun yang telah diberikan kesehatan jiwa oleh Sang Khalik. Sehatnya jiwa biasanya disertai dengan bersihnya jiwa dan tenangnya hati seseorang. Sejatinya, harus bisa mengantarkan pemiliknya senantiasa bisa mendekatkan diri dengan Tuhannya dan membantu orang lain menjadi orang yang sehat jiwa pula.

Wallahu a’lam. (dwi/k16)


BACA JUGA

Rabu, 20 November 2019 10:10

Kedapatan Ngobrol saat Kapolri Beri Arahan, Kapolres Kampar Dicopot

JAKARTA— Kapolri Jenderal Idham Aziz menunjukkan ketegasannya dalam memimpin Polri.…

Selasa, 19 November 2019 17:49

Tiga Tempat di Samarinda Digerebek Densus 88

SAMARINDA - Tim Densus 88 menggerebek tiga tempat di Samarinda,…

Selasa, 19 November 2019 14:41

Polisi Berjaga di Ruko Penjual Parfum di Jalan Cendana, Ada Apa?

SAMARINDA - Sejumlah polisi bersenjata lengkap berjaga di salah satu…

Selasa, 19 November 2019 11:06

Tak Yakin Jembatan Mahakam Masih Aman

Agustus lalu, umur Jembatan Mahakam sudah lebih tiga dekade. Minim…

Selasa, 19 November 2019 11:05

Perlu Keseriusan Benahi Stadion Palaran, Kemenpora Janji Beri Bantuan

SAMARINDA–Stadion Utama Palaran, Samarinda, sudah berdiri megah sejak 2008. Tapi…

Selasa, 19 November 2019 11:04
Mengunyah Draniki di Antara Sastra dan Seni

Minsk Itu Terbuat dari Bulba, Dingin, dan Kenangan

Di Minsk, legasi masa lalu dirawat dalam bentuk fisik dan…

Selasa, 19 November 2019 11:03

Tol Balsam Beroperasi Sebagian, Anggaran Dipertanyakan

BALIKPAPAN-Tarik-ulur pemanfaatan Tol Balikpapan-Samarinda menjadi atensi DPRD Kaltim. Tol pertama…

Selasa, 19 November 2019 10:53

Warga Malaysia Dilarang Jual Tiket ke Suporter Indonesia

FEDERASI Sepak Bola Malaysia (FAM) tak ingin suporter tamu mendominasi…

Selasa, 19 November 2019 10:37
Malaysia vs Indonesia

Bismillah..!! Revans, Demi Harga Diri

KUALA LUMPUR – ’’Revans, Bismillah,’’ ujar Karteker Pelatih Timnas Indonesia…

Selasa, 19 November 2019 10:32

Anak Menteri Diperiksa Soal Proyek

JAKARTA- Setelah dua kali tidak memenuhi panggilan, anak Menteri Hukum…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*