MANAGED BY:
KAMIS
27 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SAMARINDA

Jumat, 11 Oktober 2019 11:34
Catatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2019 (1)
Tiap 40 Detik, Satu Orang Bunuh Diri
Jaya Mualimin

PROKAL.CO, Ketika merasa tidak dihargai. Hidup sudah tak ada arti. Stres berujung depresi. Jalan terakhir dan satu-satunya bukanlah bunuh diri.

 

RADEN RORO MIRA, Samarinda

 

PENCEGAHAN bunuh diri dan promosi kesehatan mental. Merupakan tema Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2019 yang jatuh pada 10 Oktober. Tema itu ditetapkan World Health Organization (WHO). Sebab, melihat prevelansi bunuh diri di dunia 800 ribu orang setiap tahunnya.

Itu artinya, setiap 40 detik, satu orang dilaporkan meninggal karena bunuh diri. Umumnya, usia remaja dan produktif. Di Samarinda, kasus bunuh diri memang tidak tampak. Namun, mereka yang berisiko melakukan hal tersebut meningkat dibanding 2018.

Diungkapkan Ketua Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Kaltim Wahyu Nhira Utami, sepanjang 2019, dia menangani 10 pasien berisiko bunuh diri. “Tahun lalu hanya sekitar 2–3 orang. Bahkan, ada remaja yang sengaja menebalkan garis nadi di tangannya. Saya tanya kenapa, katanya biar mudah ketika disilet,” kata psikolog RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda itu.

Peningkatan tersebut juga dituturkan psikolog Yulia Wahyu Ningrum. Pasien yang dia tangani sebagian besar usia sekolah menengah atas dengan kasus bullying. Anak merasa tidak berdaya. Ditambah orangtua jarang di rumah karena bekerja. Akhirnya, merasa tidak punya siapa-siapa.

“Mereka merasa sendiri. Orang terdekat yang seharusnya bisa menjadi teman cerita tak ada. Ujung-ujungnya self harm (menyakiti diri sendiri),” jelas pemilik Biro Psikolog Mata v Hati tersebut.

Dijelaskan Psikiater Jaya Mualimin, semakin tinggi peradaban, tinggi pula hasrat mengakhiri hidup dengan mudah. Bunuh diri terjadi pada kalangan siapa saja. Bahkan, mereka yang bergelimang harta pun sama berisikonya dengan yang tidak punya apa-apa.

Hal tersebut berkaitan dengan perasaan dan proses internalisasi individu. Ketika depresi, risiko bunuh diri semakin sempurna. Jaya menyebut depresi sebagai kondisi kehilangan objek yang sangat dicintai.

Ada empat macam bunuh diri atau suicide. “Ada altruistik, melambangkan kepahlawanan. Bunuh diri berkorban. Ada pula egoistik, anomik, dan fatalistik yang berhubungan dengan masalah kesehatan jiwa dan sosial,” jelas dokter spesialis kesehatan jiwa RSKD Atma Husada Mahakam tersebut, dalam seminar kesehatan mental bertema Dunia Belum Berakhir, Menyelesaikan Masalah Tanpa Harus Bunuh Diri, kemarin (10/10), di Aula Dispora Kaltim. (*/dns/k8)


BACA JUGA

Selasa, 04 Februari 2020 12:04

Kritik Kota lewat Lirik Rap, Wajah Samarinda dari Lagu “Samar Indah"

Hanya di Samarinda kita bisa hidup sama rendah Nikmati tepian…

Selasa, 04 Februari 2020 12:03

Berkas Pasar Baqa Dilimpah, Rabu, Sidang Perdana

SAMARINDA-Berkas dugaan korupsi tiga tersangka Pasar Baqa sudah digulirkan Korps…

Selasa, 04 Februari 2020 12:01

Terima Paket Ganja 2,5 Kilo, Mahasiswi Ini Mengaku Cuma Diupah Rp 300 Ribu

SAMARINDA - Tersangka inisial IT yang menerima paket 2,5 kilogram…

Selasa, 04 Februari 2020 12:00

Merasa Dipalak Ketika Berkendara di Samarinda? Dua Pria Ini Mungkin Pelakunya

SAMARINDA - Tim Macan Borneo Satreskrim Polres Samarinda akhirnya meringkus…

Selasa, 04 Februari 2020 11:59

Hanya Sakit Demam, RS AWS Bantah Merawat 1 Pasien Terkena Corona Virus

SAMARINDA - Rumah Sakit AW Sjahranie (RS AWS) Samarinda membantah…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:48

Pengedar Sabu Berbahan Tawas Ditangkap

SAMARINDA-Banyaknya pemakai narkoba jenis sabu rupanya menjadi peluang bagi Kene…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:10

Begini Kondisi Terakhir Sopir Truk yang Sebabkan 4 Nyawa Melayang di Gunung Manggah Itu...

SAMARINDA- Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) Polresta Samarinda, pada Kamis…

Sabtu, 01 Februari 2020 09:05

Jalin Kerjasama dengan Rumah Sakit, Poltekkes “Nyebrang” ke Malaysia

SAMARINDA-Terus melebarkan sayap, kini Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes)…

Jumat, 31 Januari 2020 23:46

Samarinda Masih Kekurangan Pengajar

Di Samarinda, ada sekitar 2 ribu guru honorer. Mereka tengah…

Jumat, 31 Januari 2020 23:45

Perlu Waktu Realisasikan DOB Samarinda Seberang

SAMARINDA–Usul menjadikan Samarinda Seberang, Palaran, dan Loa Janan Ilir sebagai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers