MANAGED BY:
RABU
15 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

OLAHRAGA

Jumat, 11 Oktober 2019 10:51
2 Jerman vs Argentina 2
Imbang Berkat Mirroring Lawan
Jerman unggul duluan, sayangnya berhasil disamakan oleh Argentina.

PROKAL.CO,

DORTMUND- Argentina menjadi lawan yang alot ditaklukkan bagi Jerman. Setelah kemenangan 1-0 di final Piala Dunia 2014 lalu di Stadion Maracana, dalam dua pertemuan selanjutnya Die Mannschaft tak pernah menang. Setelah Jerman kalah 2-4 pada September 2014, kemarin (10/10) dalam ujicoba internasional di Signal Iduna Park Jerman bermain imbang 2-2 dengan Argentina.

Hasil imbang tersebut juga menandai era generasi baru Jerman. Menurut catatan Opta untuk pertama kalinya dalam lima tahun terakhir starting XI Jerman tanpa pemain dari skuad yang jadi juara di Brasil. Jerman unggul dua gol lebih dahulu di babak pertama lewat Serge Gnabry pada menit ke-15 dan Kai Havertz (22'). Tim Tango menyamakan skor di babak kedua lewat Lucas Alario (66') dan Lucas Ocampos (85').

Pelatih Argentina Lionel Scaloni kepada TyC Sports membeberkan di babak kedua timnya bermain lebih solid, tak banyak salah umpan, dan berani melakukan pressing tinggi di area pertahanan Jerman. "Kami melimitasi pergerakan pemain-pemain mereka dan menghindari serangan balik. Jerman memiliki pemain dengan kecepatan lari yang luar biasa," kata Scaloni. "Kami lebih sabar ketika mengontrol bola," tambah pelatih berusia 41 tahun itu.

Ole menulis ada peran asisten pelatih Walter Samuel dalam perubahan gaya bermain Argentina untuk menjadi petarung di lini tengah. Ketika hendak melakukan pergantian ketiga yakni memasukkan Lucas Alario dan menarik Paulo Dybala di menit ke-62 percakapan Samuel dengan Scaloni bocor di televisi."Estamos tibios," kata Samuel kepada Scaloni.

"Walter (Samuel) berkata demikian karena dia 'panas' melihat situasi di lapangan dan ingin bermain kembali," tutur Scaloni lalu tertawa. "Menurut Walter menghadapi tim yang mengandalkan kekuatan fisik maka kita harus bermain dengan cara yang sama," ucap Scaloni lagi.

Jika di babak pertama, Scaloni memainkan formasi 4-2-3-1 dan formasi itu gagal membendung 3-4-3 milik Jerman, maka di babak kedua Scaloni mengubahnya dengan mirroring formasi Jerman. Skema 3-4-3 Argentina ini ternyata berhasil mengimbangi agresivitas Jerman.

Halaman:

BACA JUGA

Sabtu, 01 Februari 2020 12:15

Fans MU Walkout di Menit ke-68

KEBERHASILAN mendatangkan Bruno Fernandes tidak menyurutkan niat fans Manchester United…

Sabtu, 01 Februari 2020 12:14

Batal Pulang Karena Korona

PREMIER League kembali memanggil bomber Marko Arnautovic. Namanya sempat masuk…

Sabtu, 01 Februari 2020 12:13
REAL MADRID VS ATLETICO MADRID

Puncak Rivalitas Si Gurita dan Si Tembok

MADRID- Belum ada kiper yang memenangi Zamora Trophy lima musim…

Sabtu, 01 Februari 2020 12:08

Diogo Resmi Diperkenalkan

SAMARINDA - Borneo FC Samarinda akhirnya resmi memperkenalkan Diogo Campos…

Sabtu, 01 Februari 2020 12:04
Man United vs Wolverhampton

Panggung Rekrutan Baru

MANCHESTER– Manchester United sudah lebih dari sedekade ditinggal minggat Cristiano…

Sabtu, 01 Februari 2020 12:03

Racing Point Menjadi Aston Martin

SILVERSTONE- Racing Point akan menjalani transformasi signifikan pada musim 2021.…

Sabtu, 01 Februari 2020 12:02

Misi Jungkalkan Raja

MELBOURNE - Dominic Thiem memastikan diri sebagai penantang juara bertahan…

Sabtu, 01 Februari 2020 12:01

El Matador Gagal, Pilih CLBK

UPAYA Atletico Madrid mendapatkan striker PSG Edinson Cavani berakhir seiring…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:46

Wajib Kerja Keras

Menukangi Borneo FC Samarinda, beban coach Edson Tavares dipastikan tak…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:45

Borneo FC Ingin Uji Coba Internasional

SAMARINDA - Borneo FC terus mempersiapkan diri menyambut kompetisi musim…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers