MANAGED BY:
SABTU
23 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KOLOM REDAKSI

Kamis, 10 Oktober 2019 13:52
Astana di Sepaku

PROKAL.CO, Catatan: Faroq Zamzami

(Pemred Kaltim Post)

 

IBU kota negara (IKN) baru nanti minimal seperti Astana. Ibu kotanya Kazakhstan. Saya sangat familier dengan nama Astana. Saya atau mungkin kebanyakan orang, tahu Astana dari sepak bola. Olahraga yang satu ini memang menambah wawasan seputar kota-kota di dunia. Kebanyakan klub sepak bola di Eropa juga menggunakan nama kota mereka. Milan, Barcelona, Madrid, Manchester, dan lainnya.  

 

Tim sepak bola di Astana adalah Astana FC. Kerap berlaga di Liga Eropa. Liga kasta kedua klub-klub di negara benua biru. Astana FC kerap bertanding dengan tim-tim besar Eropa lainnya. Seperti dua pekan lalu, Astana kalah 0-1 dari Manchester United dalam Europa League. Kedua tim ini tergabung di Grup L Europa League.

Astana dijadikan standar "minimal" akan seperti apa IKN nanti di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU), oleh Bambang Brodjonegoro. Sang menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Ketika berbicara dalam seminar rancang bangun ibu kota baru di Hotel Novotel, Balikpapan, 1 Oktober lalu.   

Astana juga ibu kota baru Kazakhstan. Ibu kota sebelumnya Almaty. Pindah pada 1997. Astana pun sudah berganti nama. Menjadi Nur-Sultan. Pergantian nama lewat pemungutan suara di parlemen Kazakhstan pada 20 Maret lalu. Penggantian nama ini bukan yang pertama. Berikut deret pergantian nama sebelum menjadi Astana kemudian Nur-Sultan; Akmola, Tselinograd, dan Akmolinsk.

Mencari tulisan tentang Astana di internet, kita akan disajikan kalimat yang sama; kota yang futuristik. Kota yang desain arsitekturnya memikat. Kota yang bangunan-bangunannya bergaya masa depan. Yang muncul di dunia maya, Astana memang keren. Masjidnya. Gedung-gedungnya. Menaranya. Seperti secuil surga yang jatuh ke atas benua biru. Bangunan-bangunan yang menjulang tak monoton kotak-kotak berdiri tegak. Ada yang segitiga. Bentuk bola. Sangat variatif.

Saat melihat foto arsitektur kota Astana di Google, saya langsung teringat Planet Xandar dalam film The Guardian of Galaxy. Pada adegan pertemuan pertama para tokoh utama; Star Lord atau Peter Quill, Gamora, Rocket dan Groot. Pada scene itu banyak diperlihatkan bangunan-bangunan di Xandar, sebuah planet fiksi di Galaksi Andromeda.  Gedung-gedungnya. Jalan layangnya. Jika Xandar adalah fiksinya, Astana lah kota di planet yang nyata dalam Galaksi Bima Sakti.

Lihat saja Menara Bayterek. Yang menampilkan telur emas di tengahnya. Bayterek Tower punya tinggi 105 meter. Di sini kita bisa melihat seluruh Astana. Jangan lupa juga tengok Khan Shatyr Entertainment Centre. Ini adalah tenda tertinggi di dunia. Di dalam tenda ada mal dan pantai buatan. Silakan membayangkan bagaimana bangunan itu. Tenda raksasa ini salah satu incaran wisatawan saat ke Astana.

Tiruan Astana inilah yang akan dibangun di tengah belantara Sepaku sana. Di lokasi ibu kota baru. Di kawasan yang masih rimbun. Kota yang akan dibangun dari nol itu tidak boleh biasa-biasa saja. Tak ada kota di Indonesia yang jadi rujukan untuk ibu kota baru yang diperkirakan menelan rupiah hingga Rp 466 triliunan itu. Karena memang tidak ada yang masuk standar. Jakarta, Bandung, Medan, atau kota lainnya bukan hitungan. Balikpapan pun bukan. Samarinda juga.  

Rujukannya adalah luar negeri. Kota-kota yang maju. Secara arsitektur kota, Menteri Bambang ingin ibu kota nanti seperti Astana. Sementara dalam pelayanan publik harus seperti Wina di Austria, Melbourne dan Sydney di Australia, Osaka di Jepang dan Calgary, Kanada. Kenapa saya menyebut kota-kota itu? Itu adalah lima besar rangking teranyar The World's Most Livable Cities alias kota paling nyaman huni di atas muka bumi ini.   

Kota baru di Sepaku nanti dalam sistem telekomunikasi harus sudah 5G. Pelayanan dasar harus paripurna. Listrik, air, gas, wajib berstandar tinggi. Air harus bisa langsung minum dari keran. Seperti kebanyakan di negara-negara maju. Mengembalikan kepanjangan PDAM ke arti sebenarnya. Perusahaan Daerah Air Minum. Bukan PDAB (Perusahaan Daerah Air Bersih).

Pembangunan di ibu kota baru nanti tidak sekadar mendirikan kantor-kantor pemerintahan. Berjalan beriringan dengan meletakkan standar ideal kehidupan warganya. Sistem transportasi publiknya. Sekolahnya. Layanan kesehatannya. Setelah Astana ini terbangun di Sepaku, maka inilah kota yang jadi standar di negeri kita. Jika pemerintah Kota Samarinda, Makassar, Balikpapan, atau Medan ingin membenahi kotanya, belajarlah ke kota di tengah belantara Sepaku itu. Tak perlu lagi ke Wina, Tokyo, atau Astana.

Jika ibu kota baru nanti sudah terbangun, pemerintah juga menyiapkan antisipasi sepi. Tak perlu khawatir. Bukan membangun pusat keramaian. Tapi membangun universitas berstandar internasional. Menteri Bambang sudah punya referensi. Dia tahu malamnya Washington, ibu kota Amerika Serikat, tak seramai New York. Dia juga tahu malamnya Canbera, ibu kota Australia, tak semeriah Melbourne.

Maka itu, Astana di Sepaku sana tak boleh hanya jadi gerombolan kantor pemerintahan. Salah satu caranya membangun universitas kelas dunia. Bidang ilmunya bahkan sudah disiapkan. Studinya harus yang beriringan dengan kemajuan zaman. Program sains, teknologi, teknik, hingga matematika. Universitas kelas dunia itu harus punya pusat pengembangan digital. Ini seiring dengan pembangunan industri masa depan, yakni industri digital.

Yang juga disiapkan agar ibu kota nanti tak sepi adalah kawasan wisata. Ibu kota baru nanti berada di Teluk Balikpapan yang ciamik. Potensi teluk dengan view ke laut adalah salah satu nilai lebih. Kota baru nanti juga berada di kawasan yang berbukit-bukit. Tak banyak kota berbukit-bukit di Indonesia yang menarik. Maka di Sepaku sana harus menjadi ibu kota indah di tengah perbukitan. Salah satu kota perbukitan yang bagus saat ini adalah Jayapura. Ibu kota baru nanti juga tak jauh dari Borneo Orangutan Survival (BOS) di Samboja, Kutai Kartanegara (Kukar). Daya tariknya ada ratusan orangutan di sana. (*)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 19 Oktober 2012 07:14

Sambaliung-Gunung Tabur Bakal Terhubung

<div> <div> <strong>TANJUNG REDEB</strong> - Selain Pembangunan Jembatan Kelay…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*