MANAGED BY:
SELASA
22 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Kamis, 10 Oktober 2019 13:07
Yang Mau Pemekaran Daerah Ntar Dulu Ya….

Moratorium Pemekaran Daerah Baru Tetap Dilanjutkan

ilustrasi

PROKAL.CO, JAKARTA – Ketua Institut Otonomi Daerah Djohermansyah Djohan meminta moratorium pemekaran daerah baru terus dilanjurkan di pemerintahan mendatang. Baginya keputusan Wapres Jusuf Kalla selaku Ketua Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah (DPOD) memoratorium pengesahan pemekaran sejak 2014 lalu sangat tepat.

Djohermansyah bersama penggagas Institut Otonomi Daerah lainnya menggelar pertemuan dengan Wapres JK di komplek Istana Wakil Presiden kemarin (9/10). Usai pertemuan dia mengatakan salah satu isu yang dibahas adalah tentang pemekaran daerah baru. ’’Beliau (Wapres JK, Red) di DPOD berhasil dalam lima tahun ini menahan pemekaran daerah baru,’’ jelasnya.

Mantan Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri itu menuturkan di era otonomi daerah saat ini, permintaan untuk pemekaran banyak sekali. Dia mengungkapkan Wapres JK selalu menjawab dengan tegas tidak ada pemekaran daerah baru.

Menurut Djohermansyah saat ini tidak kurang dari 300 usulan pemekaran daerah baru. Dimana 34 diantaranya adalah usulan pemekaran provinsi. Sisanya adalah usulan pemekaran kabupaten serta kota. Baginya usulan pemekaran itu sebagian besar didorong motivasi politik.

’’Motivasi ada jabatan bupati baru, DPRD baru. Motivasinya lebih ke politis,’’ tuturnya. Menurut dia usulan pemekaran daerah baru seharusnya didasari motivasi kebutuhan pelayanan publik.

Djohermansyah mengatakan di luar negeri umumnya yang melakukan pemekaran itu adalah kota-kota yang sudah padat. Sebaliknya di Indonesia yang mekar kebanyakan adalah kabupaten. Dia mencontohkan kota seperti Surabaya dengan jumlah penduduk yang begitu padat, layak untuk memekarkan diri. Tujuannya supaya pelayanan publik bisa maksimal.

’’Bukan kabupaten. Sudah penduduknya 400 ribu, dibelah lagi menjadi dua,’’ tuturnya. Dia menegaskan pemerintah baru nanti supaya tetap menerapkan moratorium pemekaran daerah baru. Apalagi dengan kondisi keuangan negara saat ini.

Sejak reformasi pada 1999 lalu, sampai moratorium diterapkan apda 2014, tercatat ada 233 daerah baru hasil pemekaran. Djohermansyah mengatakan dari sejumlah kajian, 80 persen daerah hasil pemekaran daerah baru itu tidak berhasil. (wan)

loading...

BACA JUGA

Senin, 21 Oktober 2019 13:38

Courtesy Call dengan Presiden dengan Negara Sahabat, Tawarkan Kereta Hingga BUMN

JAKARTA - Momen courtesy call yang dilaksanakan Presiden Joko Widodo…

Senin, 21 Oktober 2019 11:10

Ketika Anak Kembar SMP Ikut Desain Ibu Kota Republik

Dua anak kembar asal Kota Solok berhasil membuat desain ibukota…

Senin, 21 Oktober 2019 11:09
Penghuni Rumah Dinas Wakil Presiden Berganti

Mufidah Kalla Bagikan Merpati Peliharaan, Ma'ruf Boyongan Bawa Sarung

Jusuf Kalla (JK) dan Kiai Ma’ruf Amin (KMA) menjalani kehidupan…

Senin, 21 Oktober 2019 11:01

Portofolio Calon Menteri Beredar, Ada Said Aqil, Edhy Prabowo hingga Viktor Laiskodat

JAKARTA– Presiden Joko Widodo ingin langsung tancap gas bekerja usai…

Senin, 21 Oktober 2019 10:41

CATAT JANJI JOKOWI, Akan Revisi Puluhan Undang-Undang Yang Hambat Investasi

JAKARTA– Joko Widodo berkomitmen akan bekerja dengan cepat dan memberikan…

Senin, 21 Oktober 2019 10:10

Akhir Tahun Konstruksi Menggeliat

SAMARINDA – Memasuki akhir 2019, kinerja lapangan usaha konstruksi diperkirakan…

Minggu, 20 Oktober 2019 22:10

Bincang dengan BPJS Kesehatan Wilayah Kaltimtengseltara

Alih-alih meraih break even point, BPJS Kesehatan mengaku terus mengalami…

Minggu, 20 Oktober 2019 22:09

KPK Mulai “Lumpuh”

JAKARTA – Berlakunya UU Nomor 19/2019 tentang KPK mulai melumpuhkan…

Minggu, 20 Oktober 2019 22:08

Susunan Kabinet Belum Klir

SEMENTARA itu, penyusunan kabinet diprediksi belum akan rampung dalam waktu…

Minggu, 20 Oktober 2019 22:07
Selamat Bekerja Jokowi-Ma’ruf

Infrastruktur Oke, Hukum Masih Banyak PR

SAMARINDA-Indonesia akan memiliki pemerintahan baru hari ini (20/10). Menyusul dilantiknya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*