MANAGED BY:
KAMIS
30 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Kamis, 10 Oktober 2019 13:04
Butuh Kebebasan Ekspor Batu Bara
MESKI harga batu bara terus merosot, pengusaha emas hitam ini tetap meminta pemerintah untuk memberi kebebasan mengekspor.

PROKAL.CO, MESKI harga batu bara terus merosot, pengusaha emas hitam ini tetap meminta pemerintah untuk memberi kebebasan mengekspor. Pasalnya saat ini nilai tukar rupiah sedang menguat terhadap dolar Amerika Serikat (USD). Kemarin (9/10), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia menempatkan uang garuda di angka Rp 14.182 per USD.

Artinya dengan tingginya nilai tukar ini, mereka optimistis mampu mendapat untung lebih baik. Karena biaya produksi dibayar rupiah dan keuntungan dibayarkan dolar. Saat ini harga batu bara dihargai USD 64,8 per ton.

Sekretaris Asosiasi Pengusaha Batu Bara Samarinda (APBS) Umar Vatarusi mengatakan, saat ini pengusaha batu bara sulit tidur nyenyak. Di tengah penguatan rupiah, harga baru bara terus anjlok. Bahkan, harga USD 64,8 per ton tersebut untuk yang premium dengan gross air received (GAR) 6.000. Sedangkan untuk GAR rendah seperti 3.400 harganya hanya USD 21 per ton.

 “Memiliki batu bara dengan GAR rendah memang saat ini sangat sulit. Keuntungannya sangat tipis,” jelasnya, Rabu (9/10).

Belum lagi, batu bara dengan GAR rendah tidak bisa dipakai untuk menyuplai kebutuhan lokal. Sebab, kebutuhan lokal menggunakan GAR medium, yaitu 4.200-5.000. Di tengah kesulitan ini beberapa regulasi membuat para pengusaha batu bara kesulitan. Seperti pembatasan domestic market obligation (DMO) tersebut.

Seharusnya ada kebijakan untuk batu bara kualitas rendah yang tidak bisa dikonsumsi dalam negeri, agar diberikan kebebasan ekspor. “Kita butuh kebebasan ekspor, agar batu bara dengan GAR rendah bisa diekspor,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, untuk menutupi biaya produksi sebenarnya dengan harga USD 50 per metrik ton sudah terpenuhi. Tapi soal harga memang masih bervariasi, karena ada perhitungan stripping rasio dengan masing-masing kualitas batu bara punya perhitungan sendiri. Apalagi di tengah rendahnya harga, pengusaha sulit mengembangkan pasar.

Pasar utamanya ekspor batu bara Kaltim adalah India dan Tiongkok. Sedangkan India hampir tidak banyak mengimpor batu bara, karena memenuhi kebutuhannya sendiri. “Ada beberapa negara saingan Indonesia juga yang menjadi produsen batu bara, sehingga pasar saat ini hanya berharap kepada Tiongkok,” tutupnya. (ctr/ndu/k15) 


BACA JUGA

Selasa, 28 Januari 2020 13:40

Garap Mobil Listrik Hyundai Inves USD 750 Juta

JAKARTA– Grab Indonesia bekerja sama dengan PT Hyundai Motor Indonesia…

Selasa, 28 Januari 2020 10:48

Bantu UMKM Perluas Pasar

SAMARINDA- Tak hanya mempermudah pelaku usaha mikro kecil dan menengah…

Selasa, 28 Januari 2020 10:42

Pertahankan Resep Warisan Mertua, Terbantu Marketplace

Menjaga konsistensi rasa masakan dan memuaskan pelanggan menjadi kunci sukses…

Senin, 27 Januari 2020 12:09
Menjaga Eksistensi Usaha ala Hadlan Feriyanto Munajat

Jangan Lupa Bahagia, Kombinasikan Hobi dengan Bisnis

Berbisnis tak melulu soal keuntungan. Tapi akan lebih memuaskan jika…

Senin, 27 Januari 2020 10:17

Ada Berbagai Kemudahan, Momen Tumbuhkan UMKM

Tahun ini jadi momen yang tepat untuk mengembangkan usaha mikro…

Jumat, 24 Januari 2020 23:06

Tekanan Luar Negeri untuk Ekspor Kian Besar

SAMARINDA – Perkembangan ekonomi internasional tahun ini semakin penuh tantangan.…

Jumat, 24 Januari 2020 23:05

Realisasikan DBH Sawit dengan Omnibus Law

Sejak dulu pemerintah daerah kesulitan merealisasikan permintaan dana bagi hasil…

Jumat, 24 Januari 2020 20:39

Kepala OJK Kaltim Berganti, Ini Komentar Pejabat Baru soal Kondisi Perbankan

SAMARINDA - Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Timur…

Jumat, 24 Januari 2020 09:42

2019, Pengunjung Plaza Balikpapan Naik 43 Persen

BALIKPAPAN – Plaza Balikpapan sepanjang 2019 berhasil mencatatkan pertumbuhan cukup…

Jumat, 24 Januari 2020 09:42
Mengelola Bisnis Keluarga ala Nurul Karti Handayani (2-Habis)

Harus Tampil Beda dan Berani Mencoba

Konsisten menjadi kunci kesuksesan Nurul Karti Handayani dalam menjalankan bisnis…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers