MANAGED BY:
SELASA
22 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Kamis, 10 Oktober 2019 13:04
Butuh Kebebasan Ekspor Batu Bara
MESKI harga batu bara terus merosot, pengusaha emas hitam ini tetap meminta pemerintah untuk memberi kebebasan mengekspor.

PROKAL.CO, MESKI harga batu bara terus merosot, pengusaha emas hitam ini tetap meminta pemerintah untuk memberi kebebasan mengekspor. Pasalnya saat ini nilai tukar rupiah sedang menguat terhadap dolar Amerika Serikat (USD). Kemarin (9/10), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia menempatkan uang garuda di angka Rp 14.182 per USD.

Artinya dengan tingginya nilai tukar ini, mereka optimistis mampu mendapat untung lebih baik. Karena biaya produksi dibayar rupiah dan keuntungan dibayarkan dolar. Saat ini harga batu bara dihargai USD 64,8 per ton.

Sekretaris Asosiasi Pengusaha Batu Bara Samarinda (APBS) Umar Vatarusi mengatakan, saat ini pengusaha batu bara sulit tidur nyenyak. Di tengah penguatan rupiah, harga baru bara terus anjlok. Bahkan, harga USD 64,8 per ton tersebut untuk yang premium dengan gross air received (GAR) 6.000. Sedangkan untuk GAR rendah seperti 3.400 harganya hanya USD 21 per ton.

 “Memiliki batu bara dengan GAR rendah memang saat ini sangat sulit. Keuntungannya sangat tipis,” jelasnya, Rabu (9/10).

Belum lagi, batu bara dengan GAR rendah tidak bisa dipakai untuk menyuplai kebutuhan lokal. Sebab, kebutuhan lokal menggunakan GAR medium, yaitu 4.200-5.000. Di tengah kesulitan ini beberapa regulasi membuat para pengusaha batu bara kesulitan. Seperti pembatasan domestic market obligation (DMO) tersebut.

Seharusnya ada kebijakan untuk batu bara kualitas rendah yang tidak bisa dikonsumsi dalam negeri, agar diberikan kebebasan ekspor. “Kita butuh kebebasan ekspor, agar batu bara dengan GAR rendah bisa diekspor,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, untuk menutupi biaya produksi sebenarnya dengan harga USD 50 per metrik ton sudah terpenuhi. Tapi soal harga memang masih bervariasi, karena ada perhitungan stripping rasio dengan masing-masing kualitas batu bara punya perhitungan sendiri. Apalagi di tengah rendahnya harga, pengusaha sulit mengembangkan pasar.

Pasar utamanya ekspor batu bara Kaltim adalah India dan Tiongkok. Sedangkan India hampir tidak banyak mengimpor batu bara, karena memenuhi kebutuhannya sendiri. “Ada beberapa negara saingan Indonesia juga yang menjadi produsen batu bara, sehingga pasar saat ini hanya berharap kepada Tiongkok,” tutupnya. (ctr/ndu/k15) 


BACA JUGA

Sabtu, 19 Oktober 2019 11:14

Nikmati Diskon Natal dari Sekarang

SAMARINDA – Tak perlu menunggu akhir tahun untuk menikmati diskon…

Sabtu, 19 Oktober 2019 11:03

April 2020, Ponsel BM Tak Lagi Bisa Beredar

JAKARTA– Rencana penegakan peraturan validasi International Mobile Equipment Identity (IMEI)…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:26

Ekspor CPO ke India Bisa Membesar

SAMARINDA – Pengusaha kelapa sawit tampaknya bisa memperbesar ekspor crude…

Jumat, 18 Oktober 2019 11:18

Perusahaan Kaltim Minat IPO, Sudah Ada 12 Perusahaan yang Serius

BALIKPAPAN – Bursa Efek Indonesia (BEI) Balikpapan terus mendorong minat…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:33

10 BUMN Bantu Merpati Terbang Lagi

JAKARTA– Sepuluh badan usaha milik negara (BUMN) bersinergi untuk membangkitkan…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:18

Tanpa IKN, Investasi Hilirisasi Harus Masuk

SAMARINDA – Tumbuhnya sektor lain selain pertambangan batu bara diharapkan…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:17

Apindo Berencana Bangun Kawasan Ekonomi, Lirik Lahan 10 Hektare di Kawasan IKN

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kaltim bertekad untuk berkontribusi dalam pembangunan…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:14

Ikuti Tren untuk Menangkan Persaingan Pasar

DI mana ada kemauan di situ ada jalan. Pernyataan ini…

Kamis, 17 Oktober 2019 10:13

Realisasi Baru Capai 67,97 Persen , DJP Kaltimra Kejar Target Pajak

BALIKPAPAN – Target Direktorat Jenderal Pajak (DJP) wilayah Kalimantan Timur…

Selasa, 15 Oktober 2019 11:50

2020, Bankaltimtara Siap Bertransformasi ke Digital

SAMARINDA- Tak hanya hadir di seluruh kecamatan di Bumi Etam,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*