MANAGED BY:
RABU
20 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

BALIKPAPAN

Kamis, 10 Oktober 2019 11:46
Ikan Mati, Pemancing Lari
MENJALA IKAN : Ikan di waduk Telaga Sari banyak yang mati.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN—Waduk Telagasari merupakan salah satu tempat pemancingan bagi warga yang tinggal di sekitaran Gunung Pasir dan Gunung Sari. Bahkan saat proses pembersihan waduk akhir pekan lalu, banyak warga berkumpul untuk menangkap ikan menggunakan jala di dasar waduk. Namun beberapa hari terakhir, kerumunan warga menghilang. Pemancing lari entah ke mana.

Penyebabnya, banyak ikan ditemukan dalam kondisi mati dan mengeluarkan aroma busuk. Sehingga warga khawatir dan enggan mengonsumsi ikan nila yang ditangkapnya. Beberapa ada yang melepas, tapi ada pula yang masih tetap membawanya pulang.

 “Kemarin banyak yang datang, kalau sekarang sudah sepi. Dari yang dewasa sampai anak-anak. Ikan nila yang didapat juga ukurannya lumayan besar, tapi karena sempat ada yang bilang kena racun atau limbah jadi sudah nggak ramai,” tutur Abdul Ghani salah seorang warga yang melintas.

Pengerukan yang dilakukan di dasar waduk guna mengangkat sedimen tanah yang menumpuk. Sedimentasi ini pula menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Suryanto yang menyebabkan ikan di waduk tersebut mati. Ia menuturkan, ketika kali pertama dilakukan observasi petugas menemukan adanya lapisan minyak yang berada di pinggir waduk dekat dengan pintu air.

Sempat diduga terjadi cemaran minyak, namun hal tersebut ditolak. Suryanto kemudian menjelaskan, proses pengerukan dasar waduk menggunakan ekskavator tersebut menyebabkan kekeruhan air secara signifikan dan berkurangnya kandungan oksigen secara tiba-tiba. Peningkatan volume lumpur itulah yang menyebabkan banyak ikan mati.

Pihaknya juga telah melakukan pengambilan sampel terhadap kualitas air dan ikan yang mati di Waduk untuk di uji laboratorium. “Sementara bukan dari limbah berbahaya atau minyak. Karena ‘kan kekeruhan air akibat lumpur juga ada standar. Bila melewati standar itu bisa berbahaya. Karena tidak ada oksigen jadi ikan bisa mati,” ungkapnya. (lil/ms/k15)


BACA JUGA

Selasa, 19 November 2019 10:46

Gedung Parkir Klandasan Masih Sepi, DPRD Minta Pemkot Lebih Inovatif

BALIKPAPAN –Gedung Parkir Klandasan saat ini masih terbilang lengang. Sangat…

Selasa, 19 November 2019 10:45

Pelaku Curanmor Ngaku Terpaksa Maling untuk Hidupi Istri dan Tiga Anak

BALIKPAPAN – Fachrizal alias Rizal (27) tertunduk malu saat dihadirkan…

Selasa, 19 November 2019 10:44

Gagal, Pasokan Air Baku PDAM dari PPU

Opsi memasok air baku PDAM dari Sungai Telake di Penajam…

Senin, 18 November 2019 12:04

Penerimaan CPNS 2019, 200 Pendaftar, Baru 7 Kirim Berkas

BALIKPAPAN—Pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2019 di lingkungan Pemkot…

Senin, 18 November 2019 11:30
Meriahnya Festival Ayo Gerak 2019 di Lapangan Merdeka

Tak Menang Tetap Senang, Terpenting Terapkan Hidup Sehat

Beragam senam, dari SKJ Djadoel 2018, poco-poco, aerobik hingga zumba…

Senin, 18 November 2019 11:29

Hari Kerja Maupun Akhir Pekan Padat Merayap di Km 5 dan Kawasan Damai

Kemampuan masyarakat membeli kendaraan, roda dua dan empat --bahkan lebih…

Senin, 18 November 2019 11:18

97 Satwa Dilindungi Disita KLHK

BALIKPAPAN – Sedikitnya 97 satwa dilindungi yang diduga diperdagangkan disita…

Senin, 18 November 2019 09:47

Jangkau PRSE, Dissos Bidik Kube

BALIKPAPAN – Tidak hanya mengurus anak telantar dan lansia, Dinas…

Senin, 18 November 2019 09:43

Satgas AMB Lidik ke Kaltim, Juga Incar Pelaku Judi Bola

Satgas AMB berkunjung ke Balikpapan. Mereka berkoordinasi agar dapat mengawasi…

Senin, 18 November 2019 09:30

Kisah Sersan Mayor yang Menjadi Perajin, Tak Ada Latihan, Cuma Lihat-Lihat

Usia bukan tolok ukur semangat juang. Seperti Asiman, yang pantang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*