MANAGED BY:
KAMIS
09 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

BALIKPAPAN

Kamis, 10 Oktober 2019 11:46
Ikan Mati, Pemancing Lari
MENJALA IKAN : Ikan di waduk Telaga Sari banyak yang mati.

PROKAL.CO,

BALIKPAPAN—Waduk Telagasari merupakan salah satu tempat pemancingan bagi warga yang tinggal di sekitaran Gunung Pasir dan Gunung Sari. Bahkan saat proses pembersihan waduk akhir pekan lalu, banyak warga berkumpul untuk menangkap ikan menggunakan jala di dasar waduk. Namun beberapa hari terakhir, kerumunan warga menghilang. Pemancing lari entah ke mana.

Penyebabnya, banyak ikan ditemukan dalam kondisi mati dan mengeluarkan aroma busuk. Sehingga warga khawatir dan enggan mengonsumsi ikan nila yang ditangkapnya. Beberapa ada yang melepas, tapi ada pula yang masih tetap membawanya pulang.

 “Kemarin banyak yang datang, kalau sekarang sudah sepi. Dari yang dewasa sampai anak-anak. Ikan nila yang didapat juga ukurannya lumayan besar, tapi karena sempat ada yang bilang kena racun atau limbah jadi sudah nggak ramai,” tutur Abdul Ghani salah seorang warga yang melintas.

Pengerukan yang dilakukan di dasar waduk guna mengangkat sedimen tanah yang menumpuk. Sedimentasi ini pula menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Suryanto yang menyebabkan ikan di waduk tersebut mati. Ia menuturkan, ketika kali pertama dilakukan observasi petugas menemukan adanya lapisan minyak yang berada di pinggir waduk dekat dengan pintu air.

Sempat diduga terjadi cemaran minyak, namun hal tersebut ditolak. Suryanto kemudian menjelaskan, proses pengerukan dasar waduk menggunakan ekskavator tersebut menyebabkan kekeruhan air secara signifikan dan berkurangnya kandungan oksigen secara tiba-tiba. Peningkatan volume lumpur itulah yang menyebabkan banyak ikan mati.

Pihaknya juga telah melakukan pengambilan sampel terhadap kualitas air dan ikan yang mati di Waduk untuk di uji laboratorium. “Sementara bukan dari limbah berbahaya atau minyak. Karena ‘kan kekeruhan air akibat lumpur juga ada standar. Bila melewati standar itu bisa berbahaya. Karena tidak ada oksigen jadi ikan bisa mati,” ungkapnya. (lil/ms/k15)


BACA JUGA

Kamis, 09 Juli 2020 14:41

32 Jam Hilang, 3 Penyambang Selamat

BALIKPAPAN – Tiga warga asal Kelurahan Nenang, Penajam Paser Utara…

Kamis, 09 Juli 2020 13:36

Tiga Tambahan Positif Covid-19 di Balikpapan Berasal dari Pekerja Migas Lagi

BALIKPAPAN – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Balikpapan kembali…

Kamis, 09 Juli 2020 13:34

SABAR YA BOS..!! Akhir Juli Baru Boleh Gelar Even

BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan akan mengizinkan kembali pelaksanaan sejumlah…

Kamis, 09 Juli 2020 13:32

Di Kota Ini, Meski Tak Berangkat Haji, Tak Ada Calhaj yang Tarik Setoran

BALIKPAPAN – Kementerian Agama Kota Balikpapan menyatakan tak ada jamaah…

Kamis, 09 Juli 2020 11:15

Perwali Wajib Masker Dimatangkan

BALIKPAPAN – Wajib masker dan jaga jarak terus digalakkan. Hal…

Kamis, 09 Juli 2020 11:13

Penyebab Timbulnya Persoalan PPDB, Banyak Warga Tinggal Tak Sesuai Alamat

BALIKPAPAN – Persoalan penerimaan peserta didik baru (PPDB) tidak lepas…

Kamis, 09 Juli 2020 11:11

Murid SD Tanpa Gadget Bisa Dikunjungi Guru

Pembelajaran diupayakan diubah, agar pembelajaran bisa menyenangkan, suasana lebih hidup.…

Selasa, 07 Juli 2020 12:46

Layanan Akhir Pekan Disdukcapil Tak Diperpanjang

BALIKPAPAN – Dua minggu terakhir, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil…

Selasa, 07 Juli 2020 11:35

Kadisdik Balikpapan Akui Ada Kekurangan di PPDB Kali Ini

BALIKPAPAN - Tahapan proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) bagi…

Senin, 06 Juli 2020 13:47

Korban PHK Jadi Kurir Narkoba

 BALIKPAPAN - Pandemi Covid-19 memaksa banyak perusahaan melakukan pemutusan hubungan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers