MANAGED BY:
KAMIS
30 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KOLOM PEMBACA

Rabu, 09 Oktober 2019 12:11
Potret Produksi Buah-buahan di Mahulu Tahun Lalu

PROKAL.CO, Oleh: Didit Puji Hariyanto

Staf Integrasi Pengolahan dan Diseminasi Statistik BPS Kutai Barat

 

BUAH adalah makanan yang mengandung banyak nutrisi. Buah juga memiliki berbagai macam manfaat yang diperlukan untuk tubuh. Nutrisi yang terkandung dalam buah diperlukan untuk menjaga tubuh agar tetap bugar dan melindungi tubuh dari kerusakan zat kimia nakal yang masuk ke dalam tubuh.

Nutrisi yang terkandung dalam buah beraneka ragam, seperti vitamin dan mineral, air, serta antioksidan dan fitonutrien. Beberapa manfaat buah bagi kesehatan berupa: menurunkan risiko penyakit seperti diabetes tipe 2, stroke, penyakit jantung, kanker, dan hipertensi. Menurunkan tekanan darah. Menurunkan kadar kolesterol. Mencegah obesitas dan menjaga berat badan yang ideal. Mencegah kesehatan mata. Dan masih banyak lagi manfaat yang lainnya.

Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS), Statistik Pertanian Hortikultura SPH-BST, bahwa produksi buah-buahan tertinggi tahun 2018 di Mahakam Ulu adalah pisang yang mencapai 702 kuintal yang tersebar di setiap kecamatan. Angka ini mendekati dua kalinya produksi buah nangka/cempedak yang produksinya sebesar 389 kuintal.

Nangka/cempedak merupakan produksi buah-buahan tertinggi ketiga di Mahakam Ulu. Setelah pisang yang menempati urutan pertama dalam produksi buah-buahan, selanjutnya urutan kedua diikuti oleh buah durian yang produksinya mencapai 469 kuintal. Sedangkan urutan keempat hingga selanjutnya ditempati oleh mangga yang produksinya adalah sebesar 214 kuintal.

Duku atau langsat yang memiliki produksi sebesar 123 kuintal. Rambutan yang memiliki produksi sebesar 94 kuintal, jeruk siam/keprok dan jeruk biasa yang memiliki produksi sebesar 40 kuintal, sukun memiliki produksi sebesar 27 kuintal, pepaya memiliki produksi sebesar 23 kuintal, petai memiliki produksi 9 kuintal, dan buah lainnya yang masing-masing memiliki produksi di bawah 1 kuintal per tahun.

Kita coba bahas distribusi dua terbanyak produksi buah-buahan di Mahakam ulu, yaitu pisang dan durian. Buah pisang memiliki produksi di semua kecamatan yang ada di Mahakam ulu. Diketahui bahwa produksi buah pisang terbanyak ada di kecamatan Long Hubung, sedangkan produksi buah pisang yang paling sedikit ada di kecamatan Laham.

Besaran produksi buah pisang di kecamatan Long Hubung adalah 226 kuintal, untuk kecamatan Long Bagun adalah 161 kuintal, untuk kecamatan Long Apari adalah 134 kuintal, untuk kecamatan Long Pahangai adalah 124 kuintal dan yang terakhir untuk kecamatan Laham adalah sekitar 57 kuintal.

Sedangkan durian juga memiliki distribusi produksi yang tersebar di semua kecamatan yang ada di Mahakam Ulu. Diketahui bahwa produksi terbesar 2018 di Mahakam Ulu disumbangkan oleh Long Hubung, sedangkan kecamatan yang paling sedikit kontribusinya dalam produksi buah durian adalah Long Bagun.

Besaran produksi buah durian di kecamatan Long Hubung adalah sebesar 126 kuintal, untuk Long Pahangai adalah sebesar 110 kuintal, untuk Laham adalah 83 kuintal, untuk kecamatan Long Apari adalah 79 kuintal, dan terakhir untuk kecamatan Long Bagun adalah 71 kuintal.

Dari gambaran produksi buah-buahan terbanyak dan distribusinya di setiap kecamatan, kecamatan Long Hubung memiliki produksi buah-buahan terbesar, artinya Long Hubung memiliki potensi untuk bisa dikembangkan lagi sebagai kecamatan penghasil buah-buahan terkhusus pisang dan durian.

Adanya produksi buah-buahan yang merupakan bagian dari Sektor A, yaitu sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Produksi buah-buahan juga ikut berkontribusi dalam meningkatkan PDRB suatu wilayah. Diketahui dari publikasi Mahakam Ulu Dalam Angka 2019 yang telah dirilis di website resminya mahulukab.bps.go.id pada 16 Agustus 2019 lalu, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi salah satu penyumbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terbanyak pada 2018. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan juga menyumbangkan ‘Kue Ekonomi’ sebesar 76 persen dari total PDRB Mahakam Ulu. (ndu/k18)

 

 


BACA JUGA

Senin, 27 Januari 2020 15:34

Belum Mengerucut pada Gambaran Kriteria Calon Walikota Samarinda

Oleh : Diddy Rusdiansyah A.D, SE., MM., M.Si  **) P…

Senin, 20 Januari 2020 10:16

Politisasi Banjir, “Ter-la-lu!”

Oleh Amir Machmud NS   TER-LA-LU...! Aksen gerutuan populer dalam…

Kamis, 09 Januari 2020 10:09

63 Tahun Kaltim, Menyongsong Ibukota Negara

Oleh : Devia Sherly, Founder East Kalimantan Dream EKD (East…

Sabtu, 04 Januari 2020 12:30

IKN dan Ketimpangan Penguasaan Lahan

Oleh Muhammad Arman Direktur Advokasi Hukum dan HAM Aliansi Masyarakat…

Sabtu, 04 Januari 2020 11:56

Tradisi Membakar Uang

Bambang Iswanto Dosen Institut Agama Islam Negeri Samarinda    …

Selasa, 31 Desember 2019 12:58

Tulisan untuk Hari Jadi Kabupaten Paser ke-60

Catatan: Ismail, Guru Fikih Man IC Paser   TANA PASER…

Senin, 30 Desember 2019 00:40

Landscape Pelayanan Digital di Kalimantan Timur

 Oleh: Bambang Irawan Kepala Laboratorium Kebijakan Publik  Fakultas Ilmu Sosial…

Senin, 30 Desember 2019 00:36

Mewujudkan Masyarakat Sadar Hukum

Oleh: M Gatot Subratayuda Mahasiswa Pascasarjana Universitas Brawijaya Asal Kaltim  …

Senin, 23 Desember 2019 09:55

Bela Negara di Lapangan

Oleh: Bambang Iswanto Dosen IAIN Samarinda Satu smash silang menukik…

Sabtu, 14 Desember 2019 11:18

Memanusiakan Manusia

Bambang Iswanto Dosen Institut Agama Islam Negeri Samarinda    …
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers