MANAGED BY:
SABTU
30 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SAMARINDA

Rabu, 09 Oktober 2019 11:56
Taxiway Rusak Melulu, Kemenhub Ayo Dong Lakukan Audit..!!

Aktivitas Bandara APT Pranoto Kembali Normal

Pelayanan di bandara APT Pranoto sudah normal.

PROKAL.CO, SAMARINDA – Setelah taxiway selesai diperbaiki sejak 6-7 Oktober lalu, operasional Bandara APT Pranoto Samarinda kembali normal. Aktivitas penerbangan pun berjalan tanpa kendala. Unit Penyelenggaraan Bandar Udara (UPBU) APT Pranoto memastikan lendutan dan retakan rampung dikerjakan.

Kepala UPBU APT Pranoto Dodi Dharma Cahyadi mengaku sudah melakukan rapat koordinasi untuk tindak lanjut pemeliharaan setelah perbaikan. Dipastikannya, pemeliharaan taxiway maupun runway masih berlangsung sampai akhir November. “Perbaikan struktur dan lapisan tambahan (overlay) mencapai 11 sentimeter,” ungkapnya.

Dia berharap, tidak ada lagi kendala terjadi selama operasional bandara berlangsung. Sehingga, pelayanan kepada masyarakat dapat dimaksimalkan. “Yang jelas semua sudah selesai. Kami sudah sampaikan pemberitahuan kepada Otoritas Bandara dan Dirjen Perhubungan Udara,” singkat dia.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi meminta agar pihak UPBU segera memeriksa kondisi lahan yang berada di jalur taxiway. Pasalnya, ada beberapa perusahaan tambang beroperasi di dekat bandara yang berada di Sungai Siring itu. “Saya minta dikaji lebih dalam. Ini terjadi berulang kali,” ungkapnya.

Perlu diketahui, kerusakan serupa di jalur taxiway sudah terjadi tiga kali. Menanggapi hal ini, Ombusman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Kaltim Alvin Lie menyarankan agar Kementerian Perhubungan (Kemenhub) khususnya Dirjen Perhubungan Udara melakukan pemeriksaan terhadap kualitas landasan.

“Sangat memungkinkan dilakukan audit oleh Kemenhub. Mumpung masih dalam masa pemeliharaan kontraktor pelaksana pembangunan. Bandara baru sudah bermasalah dengan landasan, itu tidak normal. Sebaiknya Kemenhub lebih tegas,” imbuh Alvin.

Sehingga dapat diketahui apakah pembangunannya sudah sesuai standar. Begitu pula masalah kekerasan permukaan dan sebagainya. Sebab, sangat tidak wajar jika bandara baru mengalami kerusakan berulang kali.

“Kalau kualitas landasan kurang baik bukan hanya mengganggu aktivitas, tapi juga membahayakan keselamatan penerbangan,” sebutnya.

Selain landasan, fasilitas untuk penyandang disabilitas juga tidak dimaksimalkan. Misalnya, lift untuk penyandang disabilitas yang tidak berfungsi. Bukan itu saja, toiletnya pun tidak berfungsi. Hal seperti itu bisa saja menyebabkan izin bandara dibekukan.

“Persyaratan untuk pengoperasian bandara fasilitas bagi penyandang disabilitas harus berfungsi semua. Itu salah satu syaratnya,” tambah dia.

“Kalau aktivitas pertambangan tidak berdampak. Ini kualitas dari landasan yang perlu dipertanyakan. Apalagi perawatan minim. Jadi, harus lebih ditingkatkan lagi pengawasan dan perawatannya,” pungkas Alvin.

Sementara itu, terkait landasan yang terus bermasalah di Bandara APT Pranoto, Otoritas Bandar Udara Wilayah VII menyerahkan kepada UPBU dan direktorat teknis terkait untuk melakukan rencana pembangunan landasan yang aman. Kepala Otban Wilayah VII Balikpapan Anung Bayumurti menjelaskan, fungsi Otban, yakni pengendalian dan pengawasan bandara.

Sehingga tidak berperan langsung terkait penanganan landasan bandara seperti yang baru-baru ini terjadi di Bandara APT Pranoto. Pihaknya mengetahui kejadian tersebut berdasarkan laporan pengelola bandara, dalam hal ini UPBU. Sebab ada laporan harian yang disampaikan kepada Otban. Pihaknya tidak selalu standby di lokasi.

“Tidak hanya lapor ke Otban, pengelola bandara juga melaporkan masalah ke direktorat teknis di pemerintah pusat. Misalnya direktorat perhubungan udara,” katanya.

Anung menjelaskan, selama ini Otban telah memiliki jadwal pengecekan menyeluruh secara rutin di bandara. Berkaitan dengan safety, security, dan service.

Namun, apabila ternyata kesalahan terjadi tidak bersamaan dengan cek rutin, maka kewajiban UPBU melapor ke Otban. Seperti soal landasan juga tak mutlak dari UPBU, ada direktorat perhubungan udara yang sudah meninjau.

“Tapi untuk konstruksi melibatkan pihak ahli seperti konsultan, perlu peralatan dan laboratorium. Otban belum memiliki itu. Ranah UPBU untuk melakukan evaluasi tersebut,” sebutnya.

Sementara fungsi Otban, yakni melakukan pengawasan dari sisi fasilitas, prasarana, pergerakan pesawat, dan penumpang. Dia menjelaskan, saat ada laporan kerusakan landasan dari pihak bandara, artinya terkait aspek keamanan (safety). Nanti pihak yang memproses adalah UPBU dan AirNav membuat Notam menyatakan bandara tutup sementara.

“Otban aware dalam pelaksanaan operasi di bandara harus memenuhi aspek penerbangan. Tapi jika ada yang tidak sesuai, tetap pihak UPBU yang melakukan tindak lanjut,” sebutnya.

Misalnya seperti yang terjadi sekarang, bagaimana perbaikan landasan ke depan, maka porsi UPBU merencanakan program dan berkoordinasi dengan pemerintah pusat.

“Apalagi hingga akhir November masih jadi tanggung jawab pemerintah daerah melakukan perbaikan apabila ada kerusakan,” bebernya. Pihaknya juga turut mengingatkan kepada UPBU soal penanganan penumpang akibat penutupan bandara. Memerintahkan UPBU untuk melakukan koordinasi dengan maskapai. Misalnya harus re-route atau refund karena semua ada aturan.

Untuk diketahui, perbaikan lendutan dan retakan taxiway Bandara APT Pranoto Samarinda berlangsung hingga sore Selasa (8/10). Imbasnya, 40 penerbangan terganggu pada hari itu. Ada 22 maskapai yang pendaratannya dialihkan ke Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, 14 dibatalkan, dan 4 dijadwal ulang. (dq/gel/dwi/k15)


BACA JUGA

Selasa, 04 Februari 2020 12:04

Kritik Kota lewat Lirik Rap, Wajah Samarinda dari Lagu “Samar Indah"

Hanya di Samarinda kita bisa hidup sama rendah Nikmati tepian…

Selasa, 04 Februari 2020 12:03

Berkas Pasar Baqa Dilimpah, Rabu, Sidang Perdana

SAMARINDA-Berkas dugaan korupsi tiga tersangka Pasar Baqa sudah digulirkan Korps…

Selasa, 04 Februari 2020 12:01

Terima Paket Ganja 2,5 Kilo, Mahasiswi Ini Mengaku Cuma Diupah Rp 300 Ribu

SAMARINDA - Tersangka inisial IT yang menerima paket 2,5 kilogram…

Selasa, 04 Februari 2020 12:00

Merasa Dipalak Ketika Berkendara di Samarinda? Dua Pria Ini Mungkin Pelakunya

SAMARINDA - Tim Macan Borneo Satreskrim Polres Samarinda akhirnya meringkus…

Selasa, 04 Februari 2020 11:59

Hanya Sakit Demam, RS AWS Bantah Merawat 1 Pasien Terkena Corona Virus

SAMARINDA - Rumah Sakit AW Sjahranie (RS AWS) Samarinda membantah…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:48

Pengedar Sabu Berbahan Tawas Ditangkap

SAMARINDA-Banyaknya pemakai narkoba jenis sabu rupanya menjadi peluang bagi Kene…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:10

Begini Kondisi Terakhir Sopir Truk yang Sebabkan 4 Nyawa Melayang di Gunung Manggah Itu...

SAMARINDA- Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) Polresta Samarinda, pada Kamis…

Sabtu, 01 Februari 2020 09:05

Jalin Kerjasama dengan Rumah Sakit, Poltekkes “Nyebrang” ke Malaysia

SAMARINDA-Terus melebarkan sayap, kini Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes)…

Jumat, 31 Januari 2020 23:46

Samarinda Masih Kekurangan Pengajar

Di Samarinda, ada sekitar 2 ribu guru honorer. Mereka tengah…

Jumat, 31 Januari 2020 23:45

Perlu Waktu Realisasikan DOB Samarinda Seberang

SAMARINDA–Usul menjadikan Samarinda Seberang, Palaran, dan Loa Janan Ilir sebagai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers