MANAGED BY:
SABTU
04 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Rabu, 09 Oktober 2019 11:36
WADUHHH..!! Harga Batu Bara Terus Merosot

Pengusaha Mulai Efisiensi, Dibayangi Memori Kelam 2014

Batu bara yang menjadi komoditas andalan Bumi Etam sedang tertekan. Memasuki kuartal terakhir tahun ini, harga emas hitam berada di posisi USD 64,8 atau setara Rp 907 ribu per ton (kurs Rp 14.000 per dolar).

PROKAL.CO,

Pertumbuhan perekonomian Kaltim tahun ini terancam mengecil. Pasalnya batu bara yang menjadi komoditas andalan Bumi Etam sedang tertekan. Memasuki kuartal terakhir tahun ini, harga emas hitam berada di posisi USD 64,8 atau setara Rp 907 ribu per ton (kurs Rp 14.000 per dolar).

 

BALIKPAPAN – Harga batu bara acuan (HBA) pada Oktober tersebut merosot 1,5 persen ketimbang September lalu di angka USD 65,79 per ton. Kondisi ini tentu menjadi perhatian bagi Bumi Etam. Mengingat kontribusi pertambangan terhadap perekonomian daerah masih paling besar, mencapai 46 persen.

Komite Tetap Pengembangan Energi Batu Bara Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kaltim Nazarudin, mengatakan, saat ini pengusaha sudah merasakan anjloknya harga batu bara. Efisiensi juga sudah mulai dilakukan para pengusaha. “Hampir sama seperti 2014 lalu. Harga batu bara anjlok. Ya mau tidak mau kita mengencangkan ikat pinggang. Sekarang yang kami butuhkan policy dan solusi. Semuanya ada di pemerintah,” terangnya, Selasa (8/10).

Menurutnya, saat ini regulasi yang ada tidak berimbang. Di Kaltim contohnya, seolah-olah dibiarkan saja. Bahkan izin usaha pertambangan (IUP) sekarang dibatasi. Di sisi lain, batu bara masih menjadi penyumbang produk domestik regional bruto (PDRB) tertinggi di Kaltim.

Paling tidak, sambungnya, kebijakan yang dibuat berimbang juga ke pengusaha. Kemudian, konsumsi dalam negeri juga belum maksimal. Dari masalah pembayaran dan harga, lokal masih belum seksi di mata pengusaha. “Tapi, pemerintah perlu menggaungkan konsumsi lokal. Yang penting harga masuk, dan kalau terjadi penurunan harga acuan batu bara tidak terlalu berdampak,” terangnya.

Halaman:

BACA JUGA

Rabu, 24 Juni 2020 20:44

Perempuan 48 Tahun di Paser Positif Corona Meninggal Dunia

SAMARINDA - Kasus meninggal dunia positif Corona (covid-19) di Kaltim…

Rabu, 24 Juni 2020 17:37

Kaltim Tertinggi di Kalimantan, Angka Pengangguran Meroket karena Corona

SAMARINDA- Akibat penyebaran virus corona (covid-19) di Kaltim, Dinas Tenaga…

Selasa, 23 Juni 2020 20:35

Kasus Covid-19 Tambah 9 di Balikpapan dan 3 di Berau, Total 447 di Kaltim

SAMARINDA - Kasus positif virus corona (covid-19) di Kalimantan Timur…

Selasa, 23 Juni 2020 13:05

Tiga Jam Tengah Malam Bersama Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh

Minggu (21/6) malam, manajemen Kaltim Post ngobrol santai bersama Ketua…

Selasa, 23 Juni 2020 13:05

PDIP Ingatkan Peta Politik Bisa Berubah

DARI Balikpapan, sejauh ini ada dua figur yang mencuat ke…

Selasa, 23 Juni 2020 13:04

Ngos-ngosan Usung Kader Sendiri

SAMARINDA–Manuver Demokrat dan Golkar menyambut Pilkada Samarinda masih terbilang landai.…

Senin, 22 Juni 2020 13:19

Balita di Balikpapan Positif Covid-19

SEMENTARA itu, masih terlalu dini untuk menilai apakah penularan Covid-19…

Senin, 22 Juni 2020 13:17

Heri Yulianto, Sembuh dari Stroke setelah Rutin Bersepeda

Dia mengaku sebagai gila sepeda. Rela bercapek ria menempuh ratusan…

Senin, 22 Juni 2020 12:41

Pilwali Samarinda, PDIP Belum Tentukan Sikap, PAN Resmi Usung Barkati-Darlis

SAMARINDA–Duet Barkati dan Darlis Pattalongi yang sudah mengantongi restu DPP…

Senin, 22 Juni 2020 12:39

Sering “Kecolongan” Pendatang lewat Pelabuhan

BALIKPAPAN- Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Balikpapan masih mencari formulasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers