MANAGED BY:
SABTU
18 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Rabu, 09 Oktober 2019 10:25
BAHAYA..!! Terindikasi Memiliki Senyawa Penyebab Kanker, Obat Jenis Ranitidin Ditarik
ilustrasi

PROKAL.CO, JAKARTA – Badan Pengawasan Obat dan Makanan (Badan POM) telah mengeluarkan surat agar produk obat yang mengandung ranitidin ditarik dari pasaran dan produksinya dihentikan. PT Phapros Tbk, salah satu perusahaa  farmasi tanah air, telah mulai melakukan perintah Badan POM.  

Corporate Secretary PT Phapros Tbk Zahmilia Akbar kemarin (8/10) mengungkapkan bahwa Badan POM melalui suratresmi telah memberi tahu perusahaannya pada 3 Oktober lalu. Recall atau penarikan dari pasaran dilakukan untuk produk Ranitidin HCl Cairan Injeksi 25 mg/ml untuk nomor bets produk jadi: 95486160 sampai dengan 190, 06486001 sampai dengan 008, 16486001 sampai dengan 051, dan 26486001 sampai dengan 019. Recall dilakukan perusahaan tersebut dengan menjangkau ke seluruh outlet di seluruh Indonesia. Tak hanya itu penarikan juga dilakukan hingga prantik dokter.  ”Kami juga melaporkan secara berkala kepada Badan POM terkait pemberhentian produksi, recall, dan pemusnahan produk yang mengandung bahan aktif ranitidin tersebut,” ujarnya. 

Sebelumnya, pada 25 September lalu perusahaan tersebut telah berkonsultasi dengan Badan POM dan menghentikan produksi. Alasannya, adanya indikasi cemaran N-nitrosodimethylamine (NDMA) dalam ranitidin. Pekan sebelumnya, BPOM Amerika Serikat (US FDA) dan European Medicine Agency (EMA) menemukan cemaran NDMA di dalam ranitidin.  

Saat ini negara-negara seperti Singapura dan Bangladesh telah melakukan hal yang sama. ”Kami sangat mengapresiasi langkah cepat Badan POM untuk merecall obat-obatan yang mengandung ranitidin,” ujarnya.  

Ranitidin sendiri merupakan obat yang digunakan untuk pengobatan gejala penyakit tukak lambung dan tukak usus. Badan POM telah memberikan persetujuan terhadap ranitidin sejak tahun 1989 melalui kajian evaluasi keamanan, khasiat, dan mutu. Ranitidin tersedia dalam bentuk sediaan tablet, sirup, dan injeksi. 

Kepala Badan POM Penny Lukito menyatakan studi global memutuskan nilai ambang batas cemaran NDMA yang diperbolehkan adalah 96 mg/hari. Kandungannya bersifat karsinogenik atau pemicu kanker jika dikonsumsi di atas ambang batas secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama. ”Hal ini dijadikan dasar oleh Badan POM dalam mengawal keamanan obat yang beredar di Indonesia,” ujarnya. 

Badan POM menurut Penny, saat ini sudah  melakukan  pengujian beberapa sampel  produk ranitidin. Pengujian dan kajian risiko akan dilanjutkan terhadap seluruh produk yang mengandung ranitidin. Hasil uji sebagian sampel mengandung cemaran NDMA dengan jumlah yang melebihi batas yang diperbolehkan. ”Berdasarkan nilai ambang batas cemaran NDMA yang diperbolehkan, kami minta kepada industri farmasi pemegang izin edar produk tersebut untuk melakukan penghentian produksi dan distribusi serta melakukan penarikan kembali seluruh bets produk dari peredaran,” ucapnya. Penny juga menyarankan agar farmasi secara rutin melakuka  pengujian  cemaran NDMA.  

Lalu bagaimana dengan masyarakat yang sedang menjalani pengobatan dengan zat jenis ini? Penny menyarankan agar segera menghubungi dokter atau apoteker untuk konsultasi. Sebab tidak semua ranitidin dilarang. (lyn)


BACA JUGA

Jumat, 17 Januari 2020 23:00

Banjir Samarinda Cuma Komoditas Politik

SAMARINDA-Gaya komunikasi Wali Kota Syaharie Jaang dalam menyikapi banjir di…

Jumat, 17 Januari 2020 22:00

KLHK Investigasi Tambang Ilegal di IKN

BALIKPAPAN–Kegiatan pertambangan di sekitar lokasi calon ibu kota negara (IKN)…

Jumat, 17 Januari 2020 21:00

Tahu Sumedang yang Tiada Henti Diuji, Efisiensi setelah Tol Beroperasi, Omzet Tersisa 25 Persen

Setelah Bandara APT Pranoto Samarinda, kini Tol Balikpapan-Samarinda yang menggerus…

Jumat, 17 Januari 2020 14:31
Minta Polri Usut Tuntas Masalah ASABRI

Direksi ASABRI Bersikeras Bantah Terjadi Korupsi

JAKARTA– Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyambangi…

Jumat, 17 Januari 2020 11:51
Dari Penerbangan Perdana Susi Air Samarinda-Maratua

Selamat Tinggal Perjalanan Melelahkan ke Surga Pelepas Penat

Pulau Maratua kini hanya berjarak 1 jam 20 menit dari…

Jumat, 17 Januari 2020 11:42

Titik Longsor Bertambah, Penghuni Kuburan Bisa Keluar

Meski hujan yang mengguyur Kota Tepian tengah mereda. Namun, bahaya…

Jumat, 17 Januari 2020 11:26

Sudah Tidak Ada WNI yang Ditawan Abu Sayyaf

JAKARTA - Pemerintah Filipina memenuhi janjinya kepada pemerintah Indonesia. Melalui…

Jumat, 17 Januari 2020 11:21

Kasus Jiwasraya, Kejagung Blokir 84 Aset Tanah Tersangka

JAKARTA-- Setelah mengamankan sejumlah mobil mewah dan motor sejak Rabu,…

Jumat, 17 Januari 2020 11:01

DKPP Resmi Berhentikan Wahyu Setiawan

JAKARTA– Wahyu Setiawan secara resmi diberhentikan secara tetap sebagai komisioner…

Kamis, 16 Januari 2020 16:34
Panti Asuhan Baitul Walad yang Terus Berjuang di Tengah Banjir

Bisa Bermalam di Musala, Keluar Biaya dan Tenaga Ekstra

Banjir sudah sangat akrab dengan panti asuhan ini. Januari ini…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers