MANAGED BY:
SELASA
22 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Rabu, 09 Oktober 2019 10:25
BAHAYA..!! Terindikasi Memiliki Senyawa Penyebab Kanker, Obat Jenis Ranitidin Ditarik
ilustrasi

PROKAL.CO, JAKARTA – Badan Pengawasan Obat dan Makanan (Badan POM) telah mengeluarkan surat agar produk obat yang mengandung ranitidin ditarik dari pasaran dan produksinya dihentikan. PT Phapros Tbk, salah satu perusahaa  farmasi tanah air, telah mulai melakukan perintah Badan POM.  

Corporate Secretary PT Phapros Tbk Zahmilia Akbar kemarin (8/10) mengungkapkan bahwa Badan POM melalui suratresmi telah memberi tahu perusahaannya pada 3 Oktober lalu. Recall atau penarikan dari pasaran dilakukan untuk produk Ranitidin HCl Cairan Injeksi 25 mg/ml untuk nomor bets produk jadi: 95486160 sampai dengan 190, 06486001 sampai dengan 008, 16486001 sampai dengan 051, dan 26486001 sampai dengan 019. Recall dilakukan perusahaan tersebut dengan menjangkau ke seluruh outlet di seluruh Indonesia. Tak hanya itu penarikan juga dilakukan hingga prantik dokter.  ”Kami juga melaporkan secara berkala kepada Badan POM terkait pemberhentian produksi, recall, dan pemusnahan produk yang mengandung bahan aktif ranitidin tersebut,” ujarnya. 

Sebelumnya, pada 25 September lalu perusahaan tersebut telah berkonsultasi dengan Badan POM dan menghentikan produksi. Alasannya, adanya indikasi cemaran N-nitrosodimethylamine (NDMA) dalam ranitidin. Pekan sebelumnya, BPOM Amerika Serikat (US FDA) dan European Medicine Agency (EMA) menemukan cemaran NDMA di dalam ranitidin.  

Saat ini negara-negara seperti Singapura dan Bangladesh telah melakukan hal yang sama. ”Kami sangat mengapresiasi langkah cepat Badan POM untuk merecall obat-obatan yang mengandung ranitidin,” ujarnya.  

Ranitidin sendiri merupakan obat yang digunakan untuk pengobatan gejala penyakit tukak lambung dan tukak usus. Badan POM telah memberikan persetujuan terhadap ranitidin sejak tahun 1989 melalui kajian evaluasi keamanan, khasiat, dan mutu. Ranitidin tersedia dalam bentuk sediaan tablet, sirup, dan injeksi. 

Kepala Badan POM Penny Lukito menyatakan studi global memutuskan nilai ambang batas cemaran NDMA yang diperbolehkan adalah 96 mg/hari. Kandungannya bersifat karsinogenik atau pemicu kanker jika dikonsumsi di atas ambang batas secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama. ”Hal ini dijadikan dasar oleh Badan POM dalam mengawal keamanan obat yang beredar di Indonesia,” ujarnya. 

Badan POM menurut Penny, saat ini sudah  melakukan  pengujian beberapa sampel  produk ranitidin. Pengujian dan kajian risiko akan dilanjutkan terhadap seluruh produk yang mengandung ranitidin. Hasil uji sebagian sampel mengandung cemaran NDMA dengan jumlah yang melebihi batas yang diperbolehkan. ”Berdasarkan nilai ambang batas cemaran NDMA yang diperbolehkan, kami minta kepada industri farmasi pemegang izin edar produk tersebut untuk melakukan penghentian produksi dan distribusi serta melakukan penarikan kembali seluruh bets produk dari peredaran,” ucapnya. Penny juga menyarankan agar farmasi secara rutin melakuka  pengujian  cemaran NDMA.  

Lalu bagaimana dengan masyarakat yang sedang menjalani pengobatan dengan zat jenis ini? Penny menyarankan agar segera menghubungi dokter atau apoteker untuk konsultasi. Sebab tidak semua ranitidin dilarang. (lyn)


BACA JUGA

Senin, 21 Oktober 2019 13:38

Courtesy Call dengan Presiden dengan Negara Sahabat, Tawarkan Kereta Hingga BUMN

JAKARTA - Momen courtesy call yang dilaksanakan Presiden Joko Widodo…

Senin, 21 Oktober 2019 11:10

Ketika Anak Kembar SMP Ikut Desain Ibu Kota Republik

Dua anak kembar asal Kota Solok berhasil membuat desain ibukota…

Senin, 21 Oktober 2019 11:09
Penghuni Rumah Dinas Wakil Presiden Berganti

Mufidah Kalla Bagikan Merpati Peliharaan, Ma'ruf Boyongan Bawa Sarung

Jusuf Kalla (JK) dan Kiai Ma’ruf Amin (KMA) menjalani kehidupan…

Senin, 21 Oktober 2019 11:01

Portofolio Calon Menteri Beredar, Ada Said Aqil, Edhy Prabowo hingga Viktor Laiskodat

JAKARTA– Presiden Joko Widodo ingin langsung tancap gas bekerja usai…

Senin, 21 Oktober 2019 10:41

CATAT JANJI JOKOWI, Akan Revisi Puluhan Undang-Undang Yang Hambat Investasi

JAKARTA– Joko Widodo berkomitmen akan bekerja dengan cepat dan memberikan…

Senin, 21 Oktober 2019 10:10

Akhir Tahun Konstruksi Menggeliat

SAMARINDA – Memasuki akhir 2019, kinerja lapangan usaha konstruksi diperkirakan…

Minggu, 20 Oktober 2019 22:10

Bincang dengan BPJS Kesehatan Wilayah Kaltimtengseltara

Alih-alih meraih break even point, BPJS Kesehatan mengaku terus mengalami…

Minggu, 20 Oktober 2019 22:09

KPK Mulai “Lumpuh”

JAKARTA – Berlakunya UU Nomor 19/2019 tentang KPK mulai melumpuhkan…

Minggu, 20 Oktober 2019 22:08

Susunan Kabinet Belum Klir

SEMENTARA itu, penyusunan kabinet diprediksi belum akan rampung dalam waktu…

Minggu, 20 Oktober 2019 22:07
Selamat Bekerja Jokowi-Ma’ruf

Infrastruktur Oke, Hukum Masih Banyak PR

SAMARINDA-Indonesia akan memiliki pemerintahan baru hari ini (20/10). Menyusul dilantiknya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*