MANAGED BY:
SABTU
16 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

OLAHRAGA

Rabu, 09 Oktober 2019 10:16
JERMAN vs ARGENTINA
Kikis Ketergantungan Nomor 9
Timo Werner butuh pelapis selain Luca Waldschmidt.

PROKAL.CO, DORTMUND- Lima tahun pasca final Piala Dunia 2014, Jerman dan Argentina ternyata punya nasib nyaris serupa. Bukan makin berjaya. Justru sebaliknya. Kedua tim kini berada dalam masa transisi. Die Mannschaft--julukan Jerman--yang pernah menduduki peringkat pertama FIFA sebanyak 3 kali sejak kampiun Piala Dunia 2014 (Juli 2014 – Juni 2015, Juli 2017, September 2017 – Juni 2018) kini harus puas di posisi ke-16.

Argentina setali tiga uang meski sedikit lebih baik. Tim tango yang pernah 2 kali berada di puncak ranking FIFA (Juli – Oktober 2015, April 2016 – April 2017) sekarang tengah merangkak ke lima besar dengan bercokol di posisi kesepuluh.

Nah, menurunnya performa kedua tim dibarengi dengan minimnya stok striker. Untuk hal ini, Argentina lebih merasakan dampaknya. Selepas Gonzalo Higuain pensiun tahun lalu, posisi striker tim asuhan Lionel Scaloni itu lebih banyak diisi pemain miskin caps. (lihat grafis)

Justru nama-nama senior dengan jam terbang tinggi di Eropa seperti Sergio Aguero dan Mauro Icardi diabaikan. Jadilah mereka hanya mengandalkan duet second striker yang dipaksakan jadi striker. Mereka adalah Lautaro Martinez dan Paulo Dybala. Kebetulan, performa keduanya musim ini sedang menanjak.

El Toro--julukan Lautaro--mampu mengimbangi kehadiran Romelu Lukaku dengan mencetak 3 gol dan 1 assist dari 9 laga di semua ajang. Beda dari Lautaro, La Joya--julukan Dybala--di Juventus tetap berperan second striker dengan mengemas 1 gol plus 3 assist dari 7 pertandingan. Gol pertamanya bagi Juve tercipta pada Derby d'Italia kontra Inter pada giornata ketujuh Serie A (7/10).

Itu belum termasuk absennya Lionel Messi. Striker Barcelona itu sedang menjalani skorsing tiga bulan dilarang membela Argentina pasca menghina Conmebol (federasi sepak bola Amerika Selatan) pada Copa America 2019. Padahal, Si Kutu--julukan Messi--adalah satu-satunya yang tersisa dari skuad lima tahun lalu. Bisa dibilang, Argentina saat ini bak tim baru.

''Ini bukan musim panas yang mudah. Tetapi, secara mental, beban yang ada di pundak saya serasa berkurang sekarang,'' ujar Dybala kepada Corriere della Sera tadi malam mengenai psikisnya saat ini pasca melawan Inter.

Bagaimana Jerman? Tim asuhan Joachim Loew lebih beruntung dari Argentina. Mereka tidak perlu cemas berlebihan pasca ditinggal Miroslav Klose dan Mario Gomez sebagai dua striker tajam yang pensiun pasca Piala Dunia 2014.

Ya, Jerman punya Timo Werner. Striker RB Leipzig itu sudah membukukan 10 gol dari 27 caps bersama Jerman sejak debut dua tahun lalu. Permasalahannya, Striker 23 tahun itu hanya mencetak 1 gol sepanjang tahun ini untuk Jerman. Singkatnya, Jerman butuh pelapis Werner yang hingga kini Jogi--sapaan akrab Loew--belum berhasil menemukannya. Bahkan, dalam skuad Jerman saat ini hanya dihuni dua striker. Selain Werner, ada pula striker non-caps Luca Waldschmidt.

Kabar buruknya, Werner harus absen pada laga nanti karena sakit. Dia menyusul Toni Kroos, Jonathan Tah, dan Ilkay Guendogan yang sudah pasti out untuk laga nanti.

Untungnya, kampiun Piala Dunia empat kali itu punya pemain di lini kedua dengan naluri mencetak gol cukup tinggi. Pasca Piala Dunia 2018, total 20 dari total 24 gol Jerman dilesakkan pemain dari lini kedua. Bahkan, wide attacker Serge Gnabry lebih produktif dari Werner dengan 6 gol berbanding 2 gol untuk Werner sejak tahun lalu.

Dalam kurun waktu yang sama, Argentina yang lebih doyan bongkar-pasang pemain justru punya striker yang lebih produktif dari Jerman. Aguero dan Icardi total mencetak 3 gol dari 24 gol Argentina. Tetapi, Argentina bisa menyulap kebutuhan gol mereka dengan Lautaro dan Dybala. Kedua pemain itu total menyumbang 11 gol.

''Ini jelas bukan situasi menyenangkan karena sulit berharap banyak dari tim (yang ditinggal beberapa pilar karena cedera, Red). Tetapi tim tetap serius karena Argentina lawan tangguh,'' ucap Loew kepada Eurosport. (io)


BACA JUGA

Jumat, 15 November 2019 10:07

Penalti di Menit-Menit Terakhir, Ehh..Gagal

BALIKPAPAN– Jantung pendukung, manajemen, pemain, dan seluruh ofisial tim Persebaya…

Jumat, 15 November 2019 09:59

Nasib Bambang Mengambang

BALIKPAPAN - Tak hanya nasib pelatih kepala Persiba, Satia Bagdja…

Jumat, 15 November 2019 09:54

Comeback Nadal yang Nyata

LONDON- Rafael Nadal merupakan salah satu petarung hebat di dunia…

Jumat, 15 November 2019 09:53

Tukang Tato Modal Nilai B+

TERNYATA, bek timnas Swedia Victor Lindelof tidak hanya senang merajah…

Jumat, 15 November 2019 09:45
BRASIL VS ARGENTINA

Pengganti El Clasico di Superclasico

RIYADH- Lionel Messi kembali ke Argentina di saat tepat. Si…

Kamis, 14 November 2019 11:58

Wiganda yang Jadi Kambing Hitam

SIDOARJO – Hasil imbang 1-1 Mitra Kukar dari Sriwijaya FC…

Kamis, 14 November 2019 11:56
(1) Mitra Kukar vs Sriwijaya FC (1)

Peluang Masih Terbuka

PELUANG Mitra Kukar ke semifinal Liga 2 2019 belum tertutup.…

Kamis, 14 November 2019 11:53
Belajar dari Pertarungan Youtuber KSI vs Logan Paul

Amatir Tanpa Sangat Menghasilkan

DUNIA tinju tradisional semula mengecilkan pertarungan "iseng" dua Youtuber, Olajide…

Kamis, 14 November 2019 11:08
Inggris vs Montenegro

Ujian Kestabilan The Three Lions

LONDON – Inggris selangkah lagi akan menyusul Belgia, Italia, Rusia,…

Kamis, 14 November 2019 11:05
Dibalik Duel KSI Melawan Logan Paul

Berpotensi Kehilangan Rp 3M pemasukan

DUEL KSI melawan Logan Paul dianggap komunitas tinju dunia sebagai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*