MANAGED BY:
MINGGU
26 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Selasa, 08 Oktober 2019 12:59
IKN Beri Sentimen Positif

Neraca Perdagangan Mengecil, Tapi Masih Aman

Slamet Brotosiswoyo

PROKAL.CO, Meski neraca perdagangan Kaltim angkanya terus mengecil, kondisi ini belum menghadirkan kepanikan seperti jatuhnya ekonomi Bumi Etam pada 2014. Isu ibu kota negara (IKN) baru menjadi optimisme di kalangan pengusaha, sehingga penurunan harga komoditas tidak terlalu dirasa.

BALIKPAPAN – Seperti diketahui, pada awal tahun ini pertumbuhan perekonomian Kaltim kembali dihantui penurunan harga komoditas andalan, batu bara. Angkanya bahkan mendekati harga terendah pada 2014 lalu. Berdasarkan data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), harga batu bara acuan pada September lalu berada di angka USD 65,79 per ton.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kaltim, Slamet Brotosiswoyo mengakui, harga batu bara dan sejumlah komoditas lainnya yang menjadi andalan Kaltim memang turun. Bahkan harga batu bara menyentuh titik rendah sejak 2016. Tapi, tidak terlalu mengkhawatirkan.

“Ya karena isu IKN yang akan memulai pembangunan di 2020 menjadi optimisme pengusaha Kaltim. Kami (pengusaha) menatap masa depan positif. Bahkan, beberapa rekan saya sudah bersiap untuk investasi di Kaltim,” terangnya.

Di sisi lain, ia menilai impor migas akan menghambat laju defisit neraca perdagangan di tahun ini. Apalagi belakangan harga minyak naik akibat sentimen produksi minyak Arab Saudi berkurang setengah setelah dua kilang minyak utama diserang.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Kaltim Tutuk Cahyono mengatakan kondisi itu merefleksikan Bumi Etam yang terus memproduksi barang mentah. Barang mentah, lanjut dia secara alamiah harganya cenderung fluktuatif dan menjadi spekulasi global.

Menurutnya dorongan hilirisasi mutlak dilakukan agar Kaltim bisa menciptakan harga yang stabil. Selain itu pemerintah memiliki proyeksi perhitungan yang lebih baik dengan menciptakan kondisi bisnis yang nyaman bagi pengusaha.

Kaltim perlu membuka investasi seluas-luasnya dari luar daerah. Sebab, Kaltim belum memiliki teknologi untuk memproses komoditas yang ada. Lazimnya, proses menjadi daerah yang maju mesti diawali dengan penguatan-penguatan teknologi untuk menjadi mata rantai global.

“Proses dari negara maju itu selalu penguatan teknologi dan kelembagaan regulasi. Kita harus datangkan teknologi hilirisasi itu, permudah investor agar mau ke Kaltim. Investor datang bawa uang, sisanya dipermudah agar hilirisasi berjalan,” jelasnya.

Berdasarkan Data Badan Pusat Statistik, neraca perdagangan Kaltim pada Agustus 2019 mengalami surplus senilai USD 1,07 miliar. Nilai itu sedikit lebih rendah dibandingkan pada Juli 2019 senilai USD 1,18 miliar.

Sementara itu secara kumulatif dibandingkan dari periode Januari—Agustus 2019 neraca perdagangan mengalami surplus USD 9,15 miliar. Sebagai perbandingan nilai kumulatif pada paruh pertama tahun ini senilai USD 6,91 miliar terus mengecil dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai USD 6,99 miliar dan pada 2017 senilai USD 7,02 miliar. (aji/ndu2)


BACA JUGA

Jumat, 24 Januari 2020 23:06

Tekanan Luar Negeri untuk Ekspor Kian Besar

SAMARINDA – Perkembangan ekonomi internasional tahun ini semakin penuh tantangan.…

Jumat, 24 Januari 2020 23:05

Realisasikan DBH Sawit dengan Omnibus Law

Sejak dulu pemerintah daerah kesulitan merealisasikan permintaan dana bagi hasil…

Jumat, 24 Januari 2020 20:39

Kepala OJK Kaltim Berganti, Ini Komentar Pejabat Baru soal Kondisi Perbankan

SAMARINDA - Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Timur…

Jumat, 24 Januari 2020 09:42

2019, Pengunjung Plaza Balikpapan Naik 43 Persen

BALIKPAPAN – Plaza Balikpapan sepanjang 2019 berhasil mencatatkan pertumbuhan cukup…

Jumat, 24 Januari 2020 09:42
Mengelola Bisnis Keluarga ala Nurul Karti Handayani (2-Habis)

Harus Tampil Beda dan Berani Mencoba

Konsisten menjadi kunci kesuksesan Nurul Karti Handayani dalam menjalankan bisnis…

Kamis, 23 Januari 2020 15:23

Kasus Jiwasraya Tak Pengaruhi Ekonomi

JAKARTA– Kondisi ekonomi dalam negeri masih menunjukkan stabilitas yang terjaga…

Kamis, 23 Januari 2020 14:14

Tahun Ini Ditargetkan Rp 26,51 T, Kejar Wajib Pajak Pribadi

Meski tahun lalu belum mampu melampaui target penerimaan pajak, pusat…

Kamis, 23 Januari 2020 14:13

Jadi Gaya Hidup, Vape Dorong Pendapatan Cukai

BALIKPAPAN – Pengguna vape atau rokok elektrik di Bumi Etam…

Kamis, 23 Januari 2020 14:08
Mengelola Bisnis Keluarga ala Nurul Karti Handayani (1)

Nomor Duakan Keuntungan, Pilih Didik Anak dan Jalin Silaturahmi

Tak hanya fokus mencari keuntungan, Nurul Karti Handayani memilih membuka…

Kamis, 23 Januari 2020 14:07

Kinerja Apik Perbankan Bakal Berlanjut

SAMARINDA – Ekonomi Kaltim pada 2019 tumbuh baik di tengah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers