MANAGED BY:
SABTU
18 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

PRO BISNIS

Selasa, 08 Oktober 2019 12:59
IKN Beri Sentimen Positif

Neraca Perdagangan Mengecil, Tapi Masih Aman

Slamet Brotosiswoyo

PROKAL.CO, Meski neraca perdagangan Kaltim angkanya terus mengecil, kondisi ini belum menghadirkan kepanikan seperti jatuhnya ekonomi Bumi Etam pada 2014. Isu ibu kota negara (IKN) baru menjadi optimisme di kalangan pengusaha, sehingga penurunan harga komoditas tidak terlalu dirasa.

BALIKPAPAN – Seperti diketahui, pada awal tahun ini pertumbuhan perekonomian Kaltim kembali dihantui penurunan harga komoditas andalan, batu bara. Angkanya bahkan mendekati harga terendah pada 2014 lalu. Berdasarkan data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), harga batu bara acuan pada September lalu berada di angka USD 65,79 per ton.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kaltim, Slamet Brotosiswoyo mengakui, harga batu bara dan sejumlah komoditas lainnya yang menjadi andalan Kaltim memang turun. Bahkan harga batu bara menyentuh titik rendah sejak 2016. Tapi, tidak terlalu mengkhawatirkan.

“Ya karena isu IKN yang akan memulai pembangunan di 2020 menjadi optimisme pengusaha Kaltim. Kami (pengusaha) menatap masa depan positif. Bahkan, beberapa rekan saya sudah bersiap untuk investasi di Kaltim,” terangnya.

Di sisi lain, ia menilai impor migas akan menghambat laju defisit neraca perdagangan di tahun ini. Apalagi belakangan harga minyak naik akibat sentimen produksi minyak Arab Saudi berkurang setengah setelah dua kilang minyak utama diserang.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Kaltim Tutuk Cahyono mengatakan kondisi itu merefleksikan Bumi Etam yang terus memproduksi barang mentah. Barang mentah, lanjut dia secara alamiah harganya cenderung fluktuatif dan menjadi spekulasi global.

Menurutnya dorongan hilirisasi mutlak dilakukan agar Kaltim bisa menciptakan harga yang stabil. Selain itu pemerintah memiliki proyeksi perhitungan yang lebih baik dengan menciptakan kondisi bisnis yang nyaman bagi pengusaha.

Kaltim perlu membuka investasi seluas-luasnya dari luar daerah. Sebab, Kaltim belum memiliki teknologi untuk memproses komoditas yang ada. Lazimnya, proses menjadi daerah yang maju mesti diawali dengan penguatan-penguatan teknologi untuk menjadi mata rantai global.

“Proses dari negara maju itu selalu penguatan teknologi dan kelembagaan regulasi. Kita harus datangkan teknologi hilirisasi itu, permudah investor agar mau ke Kaltim. Investor datang bawa uang, sisanya dipermudah agar hilirisasi berjalan,” jelasnya.

Berdasarkan Data Badan Pusat Statistik, neraca perdagangan Kaltim pada Agustus 2019 mengalami surplus senilai USD 1,07 miliar. Nilai itu sedikit lebih rendah dibandingkan pada Juli 2019 senilai USD 1,18 miliar.

Sementara itu secara kumulatif dibandingkan dari periode Januari—Agustus 2019 neraca perdagangan mengalami surplus USD 9,15 miliar. Sebagai perbandingan nilai kumulatif pada paruh pertama tahun ini senilai USD 6,91 miliar terus mengecil dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai USD 6,99 miliar dan pada 2017 senilai USD 7,02 miliar. (aji/ndu2)


BACA JUGA

Jumat, 17 Januari 2020 14:06

OJK Percepat Reformasi Asuransi

 JAKARTA - Industri asuransi nasional tengah menjadi sorotan. Kasus gagal…

Kamis, 16 Januari 2020 14:02

Gencarkan Promosi Pariwisata Kaltim lewat Mahakam Travel Mart

Mahakam Travel Mart (MTM) bakal kembali digelar tahun ini. Tidak…

Kamis, 16 Januari 2020 14:02

Penduduk Miskin Kaltim Cuma Bertambah 990 Orang

SAMARINDA – Jumlah penduduk miskin di daerah perdesaan masih lebih…

Kamis, 16 Januari 2020 14:01

Tahun Ini Balikpapan Bakal Lebih Berat Kendalikan Inflasi

BALIKPAPAN – Kelompok bahan makanan masih menjadi hantu bagi inflasi…

Kamis, 16 Januari 2020 13:52

DUH..!! Jargas Balikpapan Belum Sesuai Harapan

Pemasangan jaringan gas (jargas) banyak dinanti oleh warga Balikpapan. Namun…

Kamis, 16 Januari 2020 13:49

Samarinda Banjir, Hotel Meraup Berkah

SAMARINDA – Bencana banjir kembali melanda Samarinda. Beberapa hotel mengaku…

Kamis, 16 Januari 2020 12:52

TOP..!! Pupuk Kaltim Capai Target Kinerja Tahun 2019

BONTANG- Pupuk Kaltim capai peningkatan kinerja tahun 2019, dengan realisasi…

Rabu, 15 Januari 2020 13:09

Peraturan Pajak Impor Perbanyak Barang Mahal

SURABAYA– Peraturan baru mengenai pajak barang impor diprediksi turut memengaruhi…

Rabu, 15 Januari 2020 13:03

Garam-Gula Masih Butuh Impor

JAKARTA– Dalam lima tahun terakhir, Indonesia belum mampu lepas dari…

Rabu, 15 Januari 2020 10:24

Kaltim Himpun Dana Pihak Ketiga Rp 97 Triliun

SAMARINDA – Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) Kaltim pada triwulan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers