MANAGED BY:
SELASA
12 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Selasa, 08 Oktober 2019 11:24
Mantan Lurah Sindikat Sabu Tawau-Kaltim

Berbobot 35 Kilogram, BNN Gerebek di Mal hingga Bandara

Pelaku pengedar 38 Kg sabu-sabu dibeber oleh BNN.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN-Butuh satu bulan bagi Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk mengungkap jaringan pengedar sabu-sabu Tawau, Malaysia-Kaltim. Dari hasil penyelidikan, BNN dibantu tim terpadu lintas instansi, berhasil mengungkap peredaran sabu seberat 35 kilogram. Lima orang ditangkap dan telah ditetapkan sebagai tersangka, kemarin (10/7).

Mereka adalah Tc, DA, FM, Ru, dan AG. Tersangka Tc diduga bandar sekaligus pengendali. Sementara Ru berstatus kurir, DA yang berperan sebagai pembeli. Sementara FM dan AG adalah pengirim. Dari hasil penyelidikan, komplotan ini hendak membuka pasar peredaran narkoba di Kaltim setelah ibu kota negara (IKN) dipindahkan ke provinsi ini.

“Pengembangan masih terus kami lakukan,” ujar Deputi Pemberantasan BNN RI Irjen Pol Arman Depari, Senin (7/10) di kantor BNNK Balikpapan. Lanjut dia, penangkapan dimulai pada Sabtu (5/10). Guna pengembangan lebih lanjut, BNN membawa empat pelaku ke Jakarta.

Arman berharap, upaya pencegahan peredaran narkoba terus ditingkatkan. Baik dari level bawah maupun ke atas. Termasuk peran dari masyarakat. Sebab, Kaltim menempati urutan kedua provinsi di Indonesia dengan penggunaan narkoba kalangan mahasiswa dan pelajar. Sementara untuk pengguna kalangan pekerja, Kaltim urutan kelima dari 13 provinsi tertinggi penggunanya.

“Pengungkapan ini melibatkan pula BNN Kaltim Kaltara, Dirjen Bea cukai, Polda Kaltim dan lainnya. Ini berkat kerja tim dibantu masyarakat,” imbuhnya.

Dari penelusuran Kaltim Post Group, salah satu pelaku yang ditangkap berstatus pegawai negeri sipil (PNS) aktif di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan.

FM (34), oknum PNS yang berdinas di Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP-PMK) Tarakan. Dia ditangkap dalam perjalanan ke Samarinda. Ia bersama seorang kurir lainnya berinisial AG (39). FM juga diketahui sempat menjabat lurah beberapa tahun lalu di Tarakan.

“Saya belum dapat memberikan komentar terkait itu, saya masih harus laporan dulu ke Pak Wali Kota (Wali Kota Tarakan dr Khairul),” kata Kepala Satpol PP dan PMK Tarakan Hanip Matiksan saat dikonfirmasi media ini kemarin (7/10).

 

BUKAN TANGKAPAN BESAR PERTAMA

Dari pengungkapan BNN ini, sekaligus merupakan tangkapan ketiga dengan jumlah lebih 20 kg sabu-sabu, dalam tiga bulan terakhir. Sebelumnya, Polres Nunukan mengamankan sabu-sabu 20 kg tujuan Sulawesi Selatan (Sulsel). Kemudian, pada Sabtu (20/7), sabu seberat 38 kg diamankan BNN dari tangan AF (20) warga Samarinda.

Umumnya, barang haram tersebut berasal dari Tawau, Malaysia masuk memanfaatkan perbatasan Nunukan. Kemudian menuju Bulungan dan berakhir di Kaltim jika melalui jalur darat. Tarakan juga menjadi salah satu wilayah yang dilalui. Untuk sampai ke Sulsel, melalui jalur laut dengan menumpangi kapal menuju Sulsel.

 

SELUNDUPKAN 47 GRAM SABU-SABU DALAM ROKOK

Dari Pengadilan Negeri Samarinda,candu narkotika benar-benar membuat Juliandi alias Bindie dan Faisal Pabungkaran alias Toti tak pernah jera. Badan terkurung dan dua kali berurusan dengan kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Samarinda, tak membuat dua bramacorah ini tumpul akal mencari cara memenuhi dahaga binalnya.

Kemarin (7/10), dua residivis ini bersidang di PN Samarinda. Yosef dan Ruhani, sipir kejaksaan yang mengawal tahanan untuk bersidang di PN Samarinda nyaris kecolongan karena ulah keduanya yang hendak menyelinapkan sabu-sabu seberat 47 gram dalam bungkus sigaret yang diantar kenalannya. Di tengah kesibukan mengawal 34 terdakwa lain bersidang, dua terdakwa ini justru mencari kesempatan.

Yosef mengaku ada gelagat lain yang ditunjukkan Juliandi dari balik ruang tahanan PN Samarinda. Padahal, terdakwa atas kepemilikan sabu-sabu seberat 500 gram itu masih menunggu giliran menjalani sidang. “Dia (Juliandi) mengaku nanti ada kenalannya ngantar makanan,” akunya. Tak lama berselang, ada seorang pria yang mengendap hendak menyisipkan bungkusan dalam kresek bening tapi kepergok dua sipir dan tiga polisi Brimob yang menjaga ruang tahanan PN Samarinda.

Sempat ditegur karena mengendap memberikan makanan, pria yang belum diketahui identitasnya hingga berita ini dilansir mengaku mengantarkan makan dan minuman untuk kenalannya. Bungkusan diberikan, pria itu langsung kabur tanpa menjelaskan identitas siapa kenalan yang dimaksud. Sipir kejaksaan dan Brimob yang berjaga pun dibuat bingung dan segera memeriksa bungkusan yang diantar itu. Isinya, nasi bungkus, satu botol air mineral, dan tiga bungkus rokok yang masih tersegel. 

Namun, ada satu bungkus rokok dengan merek Sampoerna memiliki kejanggalan. Warna bungkusnya sudah cukup pudar, meski masih bersegel plastik. Semua barang pun langsung dibuka apa saja isinya. Benar saja, dari bungkus rokok yang berwarna pudar itu berisi poket sabu-sabu 47 gram. “Tiga rokok itu langsung kami buka bungkusnya. Satu yang warnanya pudar isinya sabu,” sambungnya.

Polisi Brimob yang mengawal pun langsung mensterilkan tahanan untuk tak keluar dari ruang tahanan. Selang kemudian, Juliandi dan Faisal langsung diangkut untuk diperiksa Unit Reskoba Polresta Samarinda di Kejari Samarinda. Di markas Korps Adhyaksa Kota Tepian, keduanya diperiksa sekitar dua jam. Saat keduanya hendak diantar ke Lapas Narkotika Bayur, keduanya sempat dikonfirmasi beberapa awak media. Keduanya mengelak jika barang haram yang diselundupkan itu ditujukan untuk mereka. “Banyaknya terdakwa narkotika yang sidang, kok kami yang dianggap punya barang itu,” ucap Juliandi yang diangkut ke mobil tahanan yang sudah menyala di pelataran parkir kejaksaan.

Bukan Orang Baru

Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Samarinda Winro Haro mengakui telah berkoordinasi dengan Reserse Narkoba Polresta Samarinda dan BNN atas temuan sipir kejaksaan tersebut untuk diproses.

Tak hanya itu, pihaknya masih memverifikasi bukti rekaman CCTV yang ada di PN Samarinda untuk mencari tahu kurir barang haram itu. “Rekaman CCTV ini bisa jadi bukti kepolisian,” tuturnya.

Dua terdakwa itu, terang Winro, bukan orang baru untuk urusan narkotika. Medio 2016, Juliandi pernah diadili atas kepemilikan sabu-sabu seberat 700 gram. Begitu pun Faisal Pabungkaran atas 1 kg sabu-sabu.

Dari perkara itu, Juliandi dihukum 9,6 tahun pidana penjara dan Faisal divonis pidana penjara selama 10 tahun. Sembari menjalani hukuman, keduanya kedapatan menyelundupkan dadah ke penjara. Juliandi kepergok dengan bukti seberat 500 gram dan Faisal dengan 40 gram sabu-sabu. “Di PN, mereka menjalani sidang dari kasus ini. Jadi dua orang ini bukan orang baru,” tutupnya. (jnr/shy/akz/lim/kpg/aim/*/ryu/riz/k16)


BACA JUGA

Selasa, 12 November 2019 11:12

3 Orangutan Dilepasliarkan di Hutan Kehje Sewen, Dua Diantaranya Ibu dan Anak

PROKAL.CO, SAMARINDA - Borneo Orangutan Survival Foundation (Yayasan BOS) dan…

Selasa, 12 November 2019 10:35

Akhir Tahun Pertumbuhan Ekonomi Kaltim Lebih Lambat

SAMARINDA-Ekonomi Kaltim pada triwulan ketiga tahun ini tumbuh 6,89 persen…

Senin, 11 November 2019 23:00

Pertimbangan IKN, Peluang Dibangun Dua Jembatan Lagi di Teluk Balikpapan

BALIKPAPAN-Rencana pemindahan Jembatan Tol Balikpapan-Penajam Paser Utara (PPU) masih menanti…

Senin, 11 November 2019 22:57
Sindikat Mafia Minyak Beroperasi di Dekat Tambang

Dicuri di Sangasanga, Diolah di Samarinda

Selain mengamankan ratusan ton minyak mentah yang diduga ilegal, aparat…

Senin, 11 November 2019 22:38

Subsidi Tetap Harus Dibarengi Cleansing Data

JAKARTA– Pekerjaan rumah untuk membenahi BPJS Kesehatan masih banyak. Menaikkan…

Senin, 11 November 2019 13:29
(1) Indonesia U-19 vs Korea Utara U-19 (1)

Karena Berjuang Layaknya Pahlawan

JAKARTA– ’’Kami sudah sepakat sebelum pertandingan. Hari ini 10 November…

Senin, 11 November 2019 13:19
Isu Kesehatan di Pulau-Pulau Terpencil Indonesia (1)

Bu Bidan Merangkap Perawat Sekaligus Dokter

”Sedih karena saya tidak bisa berbuat banyak,” ucap bidan honorer…

Senin, 11 November 2019 13:03

Pembukaan Pendaftaran Seleksi ASN Tidak Serentak

JAKARTA - Pendaftaran rekrutmen aparatur sipil negara (ASN) mulai dibuka…

Senin, 11 November 2019 00:21

Bandara APT Pranoto Ditutup, Penumpang di Sepinggan Bertambah Sekitar 90 Ribu

BALIKPAPAN-Bandara APT Pranoto, Samarinda bakal ditutup sementara selama 20 hari.…

Senin, 11 November 2019 00:14

Pangkas Lagi Alokasi Dasar Dana Desa

MALANG –Pemerintah bakal mengubah formula penyaluran dana desa tahun depan.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*