MANAGED BY:
SELASA
22 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

HIBURAN

Selasa, 08 Oktober 2019 10:35
Watchmen, Serial Anyar dengan DNA Orisinal
Bukan tentang Kekuatan Super
TAMPIL BEDA: Serial Watchmen yang tayang dalam bentuk serial di HBO dipastikan akan berbeda dari film ataupun komiknya. HBO

PROKAL.CO, Dari novel grafis hit yang rilis pada 1986, sempat dibikin filmnya pada 2009, kini Watchmen siap menghibur lewat serial televisi. Cerita yang diangkat dari jagat DC Comics itu tayang perdana di HBO mulai 20 Oktober.

 

SEJAK pertama mendapat tawaran mengerjakan serial Watchmen, produser eksekutif dan penulis Damon Lindelof menyatakan tidak akan membuat adaptasi atau sekuel dari komik karya Alan Moore dan Dave Gibbons itu.

”Aku memujanya (Moore) sebagai penulis. Ceritanya yang luar biasa aku kenal sejak berusia 13 tahun. Tapi, itu sakral, tidak boleh dibuat ulang. Satu-satunya cara adalah datang dengan ide baru. Cerita baru,” tuturnya dalam sesi Watchmen press junket di Gramercy Park Hotel, New York, AS, yang dihadiri Jawa Pos, Kamis (3/10).

Cerita komik Watchmen mengangkat isu politik, kultur, perang nuklir, dan pemimpin yang korup dalam alternate history. Namun, terasa sangat riil. Lindelof menggunakannya sebagai latar cerita. ”Apa yang terjadi 30 tahun kemudian?!” lontarnya.

Ide itulah yang dikembangkan oleh Lindelof. Menampilkan situasi di Tulsa, Oklahoma, September 2019. Vigilante bertopeng yang dulu dipuja bak pahlawan kini diperlakukan seperti penjahat. Sementara itu, polisi menggunakan penutup wajah yang berwarna kuning untuk melindungi identitasnya dari kelompok teroris yang memakai topeng mirip Rorschach, salah satu hero dalam versi komik Watchmen.

Setiap karakter ditampilkan dengan ”topeng” masing-masing. Lindelof menggambarkan dunia Watchmen meski mengambil setting waktu masa kini. Bedanya, masa kini di serial itu digambarkan tanpa koneksi internet, telepon seluler, dan komputer personal. Hanya teknologi sederhana. Hal itu–merujuk bagian akhir komik–dilakukan untuk mencegah invasi alien ke bumi. Isu politik, ketidakpercayaan terhadap kepemimpinan, dan persoalan rasial juga jadi bahasan kuat dalam serial tersebut.  

Penulis dan produser yang berusia 46 itu membangun ketegangan sejak pertunjukan dimulai. Ada pembunuhan yang terjadi di awal. Investigasi kasus itulah yang menggerakkan cerita. ”Sebagaimana cerita orisinal Watchmen, aku berharap bisa memberikan kejutan di tiap episode. Ini sajian baru, tapi tetap membawa DNA asli,” tutur penulis serial Lost dan The Leftovers tersebut.  Yang tidak membaca versi komik pun tetap bisa mengikuti ceritanya.

Dalam trailer-nya, karakter-karakter ikonik versi komik seperti Adrian Feidt atau Ozymandias (diperankan oleh Jeremy Irons) dan Laurie Blake atau Silk Spectre II (Jean Smart) bakal muncul di serial. Yang juga bikin excited adalah kemunculan Dr Manhattan. Meski di trailer hanya ditampilkan lewat sosok biru dari arah belakang sedang mengambil topeng biru tanpa menunjukkan wajah.  

Lindelof juga menyuguhkan banyak karakter baru. Di antaranya, Sister Night (Regina King), Looking Glass (Tim Blake Nelson), Lady Trieu (Hong Chau), dan Will Reeves (Louis Gossett Jr).

Apakah Watchmen adalah cerita superhero? Lindelof tegas menjawab tidak. Karakter-karakter di dalamnya adalah manusia biasa. ”Serial ini tidak membicarakan siapa pahlawan, siapa penjahat,” bebernya. Yang lebih menarik, Lindelof melanjutkan, adalah kondisi psikologis yang dialami saat memakai topeng. ”Topeng sering kali justru mampu menunjukkan jati diri ketika sisi luar ditutup dengan topeng itu,” paparnya.

Aktor senior Louis Gossett Jr yang juga hadir dalam press junket tersebut mengungkapkan hal serupa. Menurut peraih Oscar lewat film An Officer and a Gentleman (1982) itu, topeng dalam Watchmen adalah simbol refleksi diri. ”Saat sendiri, dengan keluarga, dalam pekerjaan, kita kerap memasang 'topeng' yang berbeda-beda,” tuturnya. (nor/c11/jan/ndy/k8)

 

 

Siapa Watchmen?

Watchmen adalah kelompok pahlawan super generasi ketiga–menyusul Crimebusters dan Minutemen– yang berbasis di New York. Seiring waktu, popularitas mereka berkurang. Apalagi dengan terbitnya Keene Act pada 1977. Perundang-undangan itu melarang superhero beraksi memberantas kejahatan. Alhasil, di era 1980-an, mereka terpecah. Ada yang pensiun, ada pula yang tetap bekerja sebagai vigilante –baik dengan membentuk organisasi baru maupun ilegal.


BACA JUGA

Senin, 21 Oktober 2019 12:48

Curhat di Medsos

  Penyanyi Rossa membuat warganet cukup kaget lantaran curhat di…

Senin, 21 Oktober 2019 12:48

Ingin Indonesia Lebih Baik

  Aktris Kirana Larasati mengucapkan selamat kepada Joko Widodo (Jokowi)…

Senin, 21 Oktober 2019 11:03
Wawancara dengan Regina King & Jeremy Irons, Dua Bintang Watchmen

Karakter dengan Banyak ’’Topeng’’

REGINA King, 48, dan Jeremy Irons, 71, memerankan dua karakter…

Senin, 21 Oktober 2019 10:19

Lamborghini Raffi Ahmad Terbakar

MOBIL mahal milik Raffi Ahmad, Lamborghini, terbakar. Sabtu petang (19/10),…

Senin, 21 Oktober 2019 10:17

Siapkan Nama Tiger Wong

PASANGAN Baim Wong dan Paula Verhoeven tengah menanti kelahiran putra…

Senin, 21 Oktober 2019 10:15

JLaw Resmi Jadi Mrs Maroney

RHODE ISLAND– Aktris peraih Oscar Jennifer Lawrence alias JLaw, 29,…

Minggu, 20 Oktober 2019 12:16

Dukungan Fans yang Buat Kuat

 Penggemar grup idola JKT48 tidak akan lupa dengan sengitnya perebutan…

Sabtu, 19 Oktober 2019 11:20

A Girl and My Friend

GADING Marten kembali digosipkan menjalin hubungan dengan seorang perempuan jelita.…

Sabtu, 19 Oktober 2019 11:18

Dituduh Ancam Bunuh Mantan Istri

LOS ANGELES – Hubungan Jeremy Renner dengan mantan istrinya, Sonni…

Sabtu, 19 Oktober 2019 11:16

Paul Dano Calon Musuh Batman

LOS ANGELES– Jajaran cast The Batman makin lengkap. Setelah nama…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*