MANAGED BY:
SELASA
22 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Senin, 07 Oktober 2019 14:04
Teh Timet dari Bawang Oleh-Oleh Inovatif Khas Kutim

Mengenal Minuman Sehat Banyak Khasiat

SIAP DIKENAL: Sugeng saat menunjukkan Teh Timet hasil produksinya yang wajib jadi buah tangan warga yang berkunjung ke Kutim. LELA RATU SIMI/KP

PROKAL.CO, Berawal dari survei ke petani bawang tiwai atau lebih dikenal dengan bawang dayak, Sugeng Lemu bersama tim KKN-nya berinovasi. Membuat minuman sehat dengan label “Teh Timet” atau singkatan dari Tiwai Melati.

 

BAHAN dasar bawang tiwai memiliki segudang manfaat, seperti mengurangi peluruh kemih, mengurangi mual dan muntah, menjadi pencahar, mengurangi mag, vertigo, ambeien, hingga migrain. Dipadu dengan melati yang memiliki aroma khas, hal itu berdampak positif. Mampu membuat minuman sehat itu menjadi yang harus dicari ketika bertandang ke Kutim, khususnya Kecamatan Sangatta Selatan.

Kaltim Post bertandang ke kediaman Sugeng, yang juga sebagai tempat produksi. Petani bawang dayak telah ditetapkan menjadi langganannya. Selain membantu perekonomian, bisa saling membantu. Salah satunya membeli hasil kebun petani di Desa Rindang Benua.

Sugeng merupakan orang yang pertama mencetuskan ide ini. "Kami beli tiwai seharga Rp 50 ribu per kilogram. Hitung-hitung bantu mereka juga. Hanya mencari melati yang susah, sampai Samarinda," ujarnya.

Membuat teh berbahan dasar bawang bukan hal mudah. Sugeng memerlukan beberapa kali percobaan hingga benar-benar berhasil. Cara menyatukan yang disebut Sugeng susah-susah gampang, jadi tantangan baginya. “Memilih tiwai, dicuci dengan air bersih, kemudian pemerasan dan ditiriskan 20 menit, barulah proses cincang,” ungkapnya. "Paling sulit itu saat dijemur, tidak bisa sembarangan. Harus terjaga higienis, kami saja harus menggunakan kaus tangan dan masker," sambungnya.

Menggunakan suhu 29–31 derajat selama tiga hari, melati yang diperoleh dijemur dengan metode khusus, sekira 1,5 meter di bawah seng. Menggunakan paranet agar tidak terganggu serangga. "Satu pak beratnya 3 ons, terdiri dari 2 ons tiwai dan 1 ons melati," terangnya.

Akan tetapi, dia kerap kesulitan dalam memasarkan produk tersebut. Sugeng baru menitipkan ke pusat oleh-oleh di Sangatta. Nantinya, menjajakan teh sehat tersebut ke badan usaha milik desa. Mendapat dukungan penuh dari Camat Sangatta Selatan Hasdiah, dia dan timnya semakin semangat mempertahankan produk sehingga bisa menjadi PAD desa.

"Minuman sehat penambah stamina serta mengurangi penyakit ini sudah saya bawa ke Diskes, rencana ingin ke BBPOM juga, inginnya bisa masuk ke pasaran dan tembus ke Sidomuncul," harapnya.

Selain itu, dia berharap, Timet dapat memotivasi PPL di seluruh kecamatan se-Kutim, sehingga saling bersinergi antara petani dan pelaku UMKM, serta mampu mengembangkan potensi daerah. “Sehari bisa produk sampai 30 pak. Saya harap, ini bisa jadi oleh-oleh yang disukai dari Kutim," ungkapnya. (*/la/dra/k8)

loading...

BACA JUGA

Senin, 21 Oktober 2019 13:14

Bidukbiduk Mau Dijadikan Kawasan Industri, Pariwisatanya Bagaimana?

TANJUNG REDEB – Tak mau hanya menjadi penyedia bahan baku,…

Senin, 21 Oktober 2019 13:12

Sampah dan Eceng Gondok Jadi Momok

Sampah berhamburan di Sungai Sangatta sangat menyulitkan operator ponton yang…

Senin, 21 Oktober 2019 13:07

Razia Odol Sering Kucing-Kucingan, Truk Pengangkut Batu Bara Masih Marak di Samboja

TENGGARONG- Aktivitas truk milik perusahaan pengangkut batu bara dan sawit…

Senin, 21 Oktober 2019 13:06

Disperindagkop Target Pasar Senaken Dibangun 2020

TANA PASER - Pasca kebakaran besar melanda Pasar Induk Penyembolum…

Senin, 21 Oktober 2019 13:04

Polair Paser Tangkap Pelaku Ilegal Fishing Kepiting Bertelur

TANA PASER - Kendati sejak  7 Januari 2015, Kementerian Kelautan…

Minggu, 20 Oktober 2019 20:45

Kebakaran Lahan, Siapa yang Bertanggung Jawab?

SANGATTA - Fenomena kebakaran lahan di Indonesia seolah-olah telah menjadi…

Sabtu, 19 Oktober 2019 15:27

TNI Polri Bersihkan Sisa Kebakaran

PROKAL.CO, SAMARINDA - Personel TNI dan Polri dibantu masyarakat membersihkan…

Sabtu, 19 Oktober 2019 12:06

Penajam Kondusif, Masyarakat Jangan Terprovokasi

Penajam sudah kondusif. Warga diharap tak mudah percaya informasi yang…

Sabtu, 19 Oktober 2019 12:05

Korslet, Satu Rumah Ludes

PENAJAM – Musibah kebakaran terjadi di Kelurahan Sotek, Penajam Paser…

Sabtu, 19 Oktober 2019 12:05

KSOP Samarinda Beri Garansi

Beredar informasi aktivitas bongkar muat batu bara yang selama ini…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*