MANAGED BY:
SELASA
26 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

KALTIM

Senin, 07 Oktober 2019 13:08
Empat Jam Jenebora Membara, 35 Bangunan Terbakar, Bocah 9 Tahun Jadi Korban
Kebakaran yang melanda Jenebora.

PROKAL.CO, Banyaknya bangunan dari kayu membuat api mudah menjalar. Selama empat jam, permukiman di Kelurahan Jenebora, Penajam Paser Utara (PPU) diamuk si jago merah.

 

PENAJAM - Kebakaran hebat terjadi di permukiman warga di RT 06, Kelurahan Jenebora, Kecamatan Penajam, Penajam Paser Utara (PPU). Dalam waktu lebih dari empat jam, api yang mengamuk menghanguskan puluhan bangunan.  

Kasubid Logistik dan Peralatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU Nurlaila menerangkan, api berkobar sejak pukul 01.35 Wita. Pihaknya yang menerima laporan langsung mengerahkan unit pemadam kebakaran ke lokasi. 

“Pemadaman dilakukan hingga pukul 06.00 Wita (kemarin). Dan masih dilakukan pendinginan,” ucap Nurlaila. 

Dari data BPBD PPU, total ada 35 bangunan yang terdampak kebakaran. Rinciannya, 19 bangunan rusak berat. Terdiri dari 22 KK atau 71 jiwa. Dengan laki-laki 41 jiwa, perempuan 19 jiwa, 10 balita dan 1 ibu hamil. Sementara ada 16 bangunan mengalami kerusakan sedang. 

“Warga yang menjadi korban sudah dipindah ke pos pengungsian di GOR Jenebora. BPBD juga telah mendirikan posko lapangan, pos pengungsi, pos logistik, dapur umum, pos keamanan dan pos kesehatan,” bebernya. 

Sementara itu, Kapolsek Penajam Iptu Muhlis mengatakan, sejauh ini pihaknya masih melakukan penyelidikan asal api. Namun dari laporan saksi, diduga api pertama kali terlihat dari kamar seorang warga saat itu dihuni dua orang kakak beradik. 

“Ibu mereka dirawat karena sakit. Sementara bapaknya di Ambon. Jadi hanya berdua saja di situ. Yang kakak baru duduk di kelas 3 SMP dan adik usia 9 tahun,” ujar Muhlis. 

Si adik yang bernama Lulu Amelia menjadi korban. Di mana punggung dan lengan atasnya terbakar hingga harus dilarikan ke rumah sakit untuk memeroleh perawatan. Menurut kapolsek, api mudah menyebar karena kondisi rumah berdempetan. Rata-rata bangunan juga terbuat dari kayu. “Semua kemungkinan masih dalam penyelidikan,” tegas Muhlis. (asp/rdh/k18)


BACA JUGA

Sabtu, 01 Februari 2020 11:38

Jual Sarang Burung Curian ke Teman Korban, Ya Ketahuan Lah...

TENGGARONG - Bukannya meraup untung dari hasil pencurian sarang burung…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:37

Menurut Pengamat, Bupati Edi Punya Hak Penuh Menentukan Cabup Disisa Jabatan

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah sudah menentukan dua figur…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:33

WAHAI PEMUDA..!! Ayok Daftar Jadi Prajurit TNI

TANA PASER - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat ( TNI…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:31

Sudah 436 ABK Tiongkok Tiba di Pelabuhan Pondong, KKP Pastikan Semuanya Bebas Corona

TANA PASER - Vitalnya penyebaran virus corona yang berasa dari…

Sabtu, 01 Februari 2020 11:06

Kapal Terbalik Dihantam Ombak, Sohang Hilang

Seorang warga Kelurahan Muara Kembang bernama Sohang, dilaporkan tenggelam di…

Jumat, 31 Januari 2020 14:03

Sabu Dikemas Bersama Ikan Asin

TENGGARONG–Sepandai-pandainya tupai melompat akan jatuh juga. Pepatah tersebut tepat disematkan…

Jumat, 31 Januari 2020 14:03

Kerajinan Tumpar Makin Berkembang

Dekranasda Kubar mendorong para perajin untuk meningkatkan kualitas produk dengan…

Jumat, 31 Januari 2020 14:01

Akhir Bulan, DPA Harus Sudah Terkirim

SANGATTA - Batas waktu penyerahan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) pada…

Jumat, 31 Januari 2020 14:00

RS SOHC Sangatta Bantah Adanya Pasien Corona

SANGATTA - Rumah Sakit Medika Sangatta atau lebih dikenal SOHC…

Kamis, 30 Januari 2020 15:05

PDAM Danum Taka Jadi Perumda, Tarif Rumah Ibadah Dapat Subsidi Silang

PENAJAM - Transformasi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Danum Taka…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers