MANAGED BY:
SENIN
21 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

LIFESTYLE

Senin, 07 Oktober 2019 09:34
Hiperhidrosis, Keringat Berlebihan, Jadi Tanda Penyakit
WASPADA: Makan makanan pedas, olahraga, atau berjemur di bawah sinar matahari memang bisa membuat keringat bercucuran dengan deras. Namun, keringat berlebihan atau hiperhidrosis menjadi gejala awal dari permasalahan kesehatan. Misal, gondok, gangguan tiroid, hingga kanker. (FREEPIK.COM)

PROKAL.CO, Mengeluarkan keringat adalah hal wajar. Selain itu, mengonsumsi makanan panas dan pedas bisa memicu keluarnya keringat. Sebaliknya, hal ini patut diwaspadai ketika Anda tak melakukan aktivitas apapun tapi mengeluarkan keringat berlebih.

 

KERINGAT merupakan kondisi normal. Namun, keringat yang dianggap normal dan sehat itu akan berbahaya jika keluar berlebihan. Bahkan, pada saat Anda tengah bersantai ria di ruangan dingin. Dijelaskan dr Daulat Sinambela SpKK FinsDV, kondisi tersebut namanya hiperhidrosis.

“Biasanya, hal ini terjadi tanpa alasan jelas. Misal, keringat terus keluar padahal tidak berada dalam suhu panas atau berolahraga. Saking berlebihannya, bisa saja keringatnya sampai membasahi pakaian kemudian menetes,” ujarnya saat disambangi di Kelmed Clinic.

Hiperhidrosis terbagi dua. Primer dan sekunder. “Hiperhidrosis primer secara umum belum diketahui penyebabnya pastinya. Akan tetapi, ahli medis percaya jika kondisi ini diduga terjadi karena pengaruh sistem saraf simpatik dan faktor genetik,” ujarnya.

Sementara hiperhidrosissekunder merupakan gangguan keringat yang bisa diidentifikasi penyebabnya. Beberapa hal yang biasanya memicu adalah efek samping obat-obatan, infeksi, gangguan sel darah, kehamilan, menopause, dan kondisi kesehatan tertentu, misalnya pengidap parkinson.

“Selain parkinson, ada beberapa macam penyakit yang membuat penderita berisiko hiperhidrosis. Di antaranya, kadar gula darah rendah, hipertiroid, penyakit infeksi, kanker, tuberkulosis, sampai strok,” tambahnya.

“Jika merasa terlalu banyak keringat keluar, baru bisa diidentifikasi penyebabnya. Dengan cara menyamakan gejala dengan dua jenis hiperhidrosis. Apa termasuk primer atau sekunder,” bebernya.

Sebenarnya, keringat yang keluar berlebih itu tidak memberi dampak serius pada kondisi kesehatan secara menyeluruh. Namun, dr Daulat menuturkan jika hal ini mungkin akan mengganggu kualitas hidup orang yang mengalaminya. Keluar keringat berlebih bisa menyebabkan seseorang mengalami perasaan malu, stres, gelisah, bahkan depresi.

“Beda jenis penyebab, beda cara menangani. Kalau hiperhidrosis sekunder, berarti harus mengatasi penyakitnya. Misal, dia gondok. Berarti yang harus diobati gondoknya, pasti hiperhidrosisnya juga berkurang,” ungkapnya.

Namun, hiperhidrosis primer, fokus penanganan mengendalikan keringat yang keluar secara berlebihan. Tidak memiliki penyebab pasti, berbeda dengan sekunder yang disebabkan faktor medis.

Seperti Anastashia Andine yang mengalami hiperhidrosis primer. Perempuan yang akrab disapa Sia itu datang ke spesialis kulit dan kelamin untuk mengendalikan keringat berlebih tanpa tahu penyebab pasti.

“Kalau ditanya sejak kapan mulai merasa punya keringat yang lebay banget itu setahun lalu pas SMA. Aku suka nge-band, kalau lagi manggung di outdoor, wajar dong keringatan. Ini manggung di kafe yang full AC tapi kok baju basah kuyup. Nah, mulai itu aku merasa ada yang enggak beres,” tuturnya.

Perempuan 18 tahun itu mengaku baru mengetahui hiperhidrosis setelah memaksa orangtua menemaninya ke dokter. “Sebenarnya, memang dari SD sudah keringatan. Namun, baru berasa SMA mungkin karena semakin banyak aktivitas. Akan tetapi, setelah periksa ke dokter enam bulan lalu dan meminum semua obat yang diresepkan, alhamdulillah, sudah mendingan. Walau kalau kepanasan, masih sering ambyar,” tambahnya. (*/nul*/rdm2/k16)

 

 


BACA JUGA

Senin, 21 Oktober 2019 11:46

Acanthrosis Nigricans, Leher Hitam Tanda Awal Penyakit Bahaya

Leher gelap kerap ditemukan pada orang bertubuh gemuk. Kondisi itu…

Senin, 21 Oktober 2019 11:44
Infeksi Saluran Kemih

Penderita Mayoritas Wanita, Nyeri Terbakar di Vagina

JANGAN sepelekan rasa nyeri ketika buang air kecil (BAK), bisa…

Senin, 21 Oktober 2019 11:37
Special Fusion Food

Tampilan Lokal, Rasa Internasional

Tak hanya enak, penyajian teranyar dan menciptakan rasa unik sebagai…

Senin, 14 Oktober 2019 13:37

Ginjal Kronis, Cuci Darah Seumur Hidup

Ginjal rentan mengalami gangguan. Andai terjadi, ada banyak risiko mengintai.…

Senin, 14 Oktober 2019 13:36

Konsumsi Obat Tak Tepat Justru Meracuni

GINJAL memiliki kemampuan khusus. Tanpa disadari, bisa saja ginjal sudah…

Senin, 14 Oktober 2019 13:34

Tas dan Sepatu, Semakin Mahal, Semakin Sulit Merawat

Ada berapa pasang sepatu di rumah? Atau khusus kaum hawa,…

Senin, 14 Oktober 2019 13:32

Kenali Kategori Bahan Sepatu, Dari Hewan, Tumbuhan, Minyak Bumi

PERAWATAN adalah hal yang wajib dilakukan demi menjaga barang agar…

Senin, 14 Oktober 2019 13:28

Olahan Nasi Nusantara, Nasi Ulam dan Nasi Bebek

Pernahkah mendengar kalimat, belum makan jika belum makan nasi? Nah,…

Senin, 14 Oktober 2019 13:22

Coffecado dan Lumpia Kaya Isi

USAI mencicipi makanan berat, tak lengkap rasanya apabila tak menikmati…

Senin, 14 Oktober 2019 13:21

Cumi Saus Padang Ambyar

Oleh: Evi Syardayanti, warga Samarinda. Bahan: 500 gram cumi (cuci…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*