MANAGED BY:
JUMAT
28 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

LIFESTYLE

Senin, 07 Oktober 2019 09:30
Bangkit dari Kegagalan, Tumbuh Jadi Panutan
DERMAWAN: Berbagi ilmu adalah hal yang digemari Wahyu. Walhasil, rahasia kesuksesan yang dia miliki pun tak pernah dia sembunyikan dari karyawan. Bahkan, jika suatu saat karyawan ingin membuka bisnis yang sama, Wahyu akan tetap mendukung. Sebab, baginya Allah sudah mengatur rezeki dengan adil.

PROKAL.CO, JIWA berbisnis Wahyu Hernaningsih tumbuh sejak masih remaja. Dia merasa semangat berbisnis itu tertular dari orangtua dan sanak saudaranya. “Orangtua jadi pemasok kabel listrik dari wilayah Jawa Tengah sampai Jawa Timur. Saya juga punya sedikit bekal ekonomi dari kuliah karena ambil jurusan Sosial Ekonomi Pertanian,” ujarnya.

Memasuki usia 46, Wahyu sudah banyak menjalankan berbagai macam bisnis. Bukan cita-cita. Perempuan alumnus SMA 1 Semarang itu mengaku jika impian awalnya adalah banker. Namun, impian itu berubah tatkala melihat ritme bekerja di bank yang menurutnya cukup membosankan.

“Setelah lulus kuliah, saya ambil pendidikan khusus banker di Semarang selama setahun. Selepas itu, saya langsung mendaftar di salah satu bank swasta. Beberapa hari saya ke bank untuk urus pendaftaran, melewati berbagai seleksi. Selama beberapa hari itu juga saya menyimak ritme pekerjaan mereka. Kok, membosankan, ya. Akhirnya, setelah dinyatakan lulus, saya tidak melanjutkan,” jelasnya.

Wahyu mengaku, lebih suka melakukan hal menantang. Dia memutuskan membangun bisnis daripada sekadar menjadi karyawan. Kendati suka melakukan hal menantang, bukan berarti Wahyu selalu berdiri kokoh ketika mendapat ujian.

Delapan tahun menjalankan bisnis ASA Tour and Travel, dikhianati dan ditipu hingga rugi jutaan rupiah sudah hal biasa. Tapi, tetap saja saat diterpa masalah, perempuan kelahiran 1973 itu mengaku nyaris setiap malam menangis.

Saat ditanya masalah apa yang masih diingat, Wahyu kemudian menatap langit-langit kantornya seraya berpikir keras. Sembari memainkan telunjuknya, Wahyu langsung menjawab jika dia pernah ditipu pada 2011.

“Saya kedatangan tim dari salah satu radio di Tenggarong. Sebut saja radio A. Awalnya mereka itu menawarkan iklan dengan ragam paketan. Tergiur, akhirnya saya menerima dan langsung membayar lunas Rp 7 juta. Sebab, mereka bilang kalau bayar lunaslebih murah. Entah polos atau mudah ditipu, saya percaya saja,” ungkapnya.

Setelah melakukan proses rekaman, Wahyu tak kunjung mendengar radio A mempromosikan bisnisnya. Sialnya, saat dihubungi, perwakilan radio A sama sekali tak menjawab.

“Aduh, pusing tujuh keliling. Bisnis masih butuh biaya, tapi ada saja orang berniat jahat. Teledornya lagi, saya enggak tanya detail alamat kantornya. Meski sulit dan sungguh berat, saya coba ikhlaskan, saya percaya Allah akan menggantinya dengan hal lebih indah,” bebernya.

Tak hanya ditipu, Wahyu mengaku sering mengeluarkan uang lebih untuk menutup kekurangan pemberangkatan jemaah. Misal, ketika penerbangan tertunda. Wahyu harus menambah dana hingga ratusan juta agar jemaah bisa berangkat sesuai jadwal.

“Kalau cerita nombok seperti ini rasanya sudah biasa di kalangan owner travel. Hal ini sering terjadi dengan berbagai penyebab. Baik dari pihak maskapai, atau jemaah telat mengumpulkan berkas. Orangtua sampai khawatir karena saya pernah menutupi kekurangan sampai Rp 150 juta,” bebernya.

Wahyu tak pernah kapok menjalankan bisnisnya. Sebab, tujuan awal mendirikan, selain menambah penghasilan, Wahyu ingin mempermudah masyarakat bertamu ke rumah Allah. Dirinya percaya, dari setiap masalah pasti ada pelajaran juga berkah yang bisa diambil.

“Jangan takut membuat kesalahan. Sebab, tidak melakukan apa pun merupakan salah satu kesalahan. Jadi, bangun tekad, kuatkan prinsip. Seseorang yang sukses adalah mereka yang tidak menolak konflik melainkan memanfaatkan konflik untuk mengembangkan kedewasaan diri,” pungkasnya. (*/nul*/rdm2)


BACA JUGA

Minggu, 23 Februari 2020 10:47

Cegah Jantung Koroner, Hindari Makan Jeroan

BALIKPAPAN – Kabar wafatnya Ashraf Sinclair pada Selasa (18/2) cukup…

Minggu, 23 Februari 2020 10:05

Microsleep Sama dengan Bertaruh Nyawa

MENGEMUDIKAN kendaraan dengan jarak yang cukup jauh perlu tenaga ekstra.…

Selasa, 18 Februari 2020 10:42

Mengenal Post Sex Blues, Perasaan Sedih setelah Bercinta

UMUMNYA, tiap kali selesai berhubungan seks akan membawa kebahagiaan bagi…

Selasa, 18 Februari 2020 10:41

Carpal Tunnel Syndrome, Tak Bisa Diprediksi, Pergi Lalu Datang Lagi

Hampir setiap orang mungkin menganggap kesemutan sebagai hal wajar. Bahkan…

Selasa, 18 Februari 2020 10:40

Jangan Anggap Sepele, Kesemutan Berujung Operasi

SERUPA tapi tak sama. Sindrom guyon adalah akibat dari saraf…

Selasa, 18 Februari 2020 10:37

Dulu Benci Kini Jatuh Hati, Koleksi 300 Reptil

Memiliki gecko ratusan ekor cukup membuktikan kecintaan Hansen Gunawan terhadap…

Selasa, 18 Februari 2020 10:35

Teliti Memandikan Sugar Glider

TAK cukup jatuh hati pada gecko, Hansen Gunawan kembali jatuh…

Selasa, 18 Februari 2020 10:33

Sup Buntut Bakar Kaya Rempah

Sajian menu boleh saja sama. Makin banyak orang familiar dan…

Selasa, 18 Februari 2020 10:32

Nasi Goreng Komplit dan Si Merah Romantis

Salah satu menu favorit di Swiss-Belhotel Balikpapan adalah nasi goreng…

Rabu, 12 Februari 2020 11:24

Organic Parenting, Kecerdasan Emosi Meningkat

KONTEN jadi hal utama yang harus diperhatikan orangtua. Di samping…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers