MANAGED BY:
RABU
13 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Senin, 07 Oktober 2019 00:24
Pelosok Kaltim Perlu Guru PNS
ilustrasi

PROKAL.CO, SAMARINDA – Keran penerimaan abdi negara segera dibuka November 2019. Penetapan CPNS-nya April 2020. Tenaga pendidik masih menjadi formasi yang paling banyak diburu. Utamanya untuk daerah-daerah pelosok Bumi Etam.

Saat ini, dari data Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) per November 2018, ada 47.101 guru di Kaltim. Yang berstatus PNS belum separuhnya, yakni 22.366 orang. Kabid GTK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim Idhamsyah menyebut bahwa saat ini kebutuhan guru berstatus PNS ada di daerah-daerah. "Seperti Mahakam Ulu, Kutai Barat, atau Kutai Timur," kata Idham.

Di kabupaten-kabupaten itu, kerap dijumpai hanya ada satu guru senior dan kepala sekolah yang berstatus PNS dalam satu sekolah. Sisanya tenaga honorer, yang kebanyakan adalah warga sekitar yang memiliki panggilan diri menjadi seorang pendidik.

"Mereka bertahun-tahun mengabdi. Mengetahui kondisi sekitar, lalu ada orang dari luar yang diangkat PNS, dan mengajar di sekolah mereka. Kan rasanya lebih baik guru yang ada di situ yang bisa diangkat PNS," papar Idham.

Maka dari itu, dia berharap guru honorer putra daerah yang sudah mengabdi bisa diangkat jadi PNS. Sebab, mereka selama ini sudah mengabdi walau dengan gaji yang mungkin ratusan ribu rupiah. "Tapi, ada angin segar dari gubernur yang mau gaji guru honorer Rp 3 juta," sambungnya.

Sementara itu, guru Pendidikan Agama Islam (PAI) juga tak luput dari perhatian. Diungkapkan Direktur Pendidikan Agama Islam (PAI) Kementerian Agama RI Rohmat Mulyana, ada kekurangan guru PAI sebanyak 32 ribu orang. "Jika ditambah dengan yang akan pensiun, kekurangannya 52 ribuan orang," jelasnya.

Dia mengaku  terus menjalin komunikasi dengan pemda terkait kekurangan guru PAI itu. Tujuannya supaya formasi guru PAI mendapatkan prioritas dalam pengusulan formasi CPNS baru. Selama ini kuota CPNS baru untuk formasi guru PAI masih sedikit. Contohnya pada seleksi CPNS 2018 lalu hanya 4.150 orang untuk seluruh Indonesia.

Selain itu, selama ini rekrutmen guru PAI disamakan dengan guru-guru lainnya. Sementara untuk rekrutmen guru madrasah yang dilakukan kemenag, ada penilaian wawancara. Maka dari itu, Kemenag RI pun mengusulkan ada instrumen wawancara mendalam.

Tujuannya untuk mengetahui minat pelamar menjadi guru. Kemudian juga mendeteksi kemungkinan calon guru itu berpaham radikal atau liberal. Dua paham itu tidak sejalan dengan semangat kemenag yang mengampanyekan Islam wasatiyah. Islam yang berada di tengah-tengah. Tidak cenderung radikal atau mengarah ke liberal.

Di Kaltim, ada 3.207 guru PAI dengan 1.889 orang yang sudah berstatus PNS. Diungkapkan Samudi, tugas pengangkatan guru PAI ada di pemerintah daerah. Kemenag bertugas memberikan pembinaan terhadap para guru agama Islam.

"Juga menyalurkan tunjangan profesi," kata lelaki yang baru saja dimutasi dari Kabid Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Pakis) Kaltim menjadi kepala Kemenag Kukar pada awal Oktober ini.

Samudi menambahkan, jumlah guru PAI yang sudah tersertifikasi di Benua Etam ada 1.032. Selain itu, guru PAI di Kaltim juga mendapat program pengembangan profesi. Sehingga, para guru ini lebih kompeten. Tiap kabupaten/kota mendapat setidaknya satu angkatan program.

"Kukar ada dua angkatan malah. Jadi, para guru ini ya mendapat pembekalan ilmu lagi. Tidak hanya berhenti lolos seleksi CPNS dan jadi guru. Mereka kan juga dapat tunjangan dari kemenag" pungkasnya. (nyc/dwi/k18)


BACA JUGA

Selasa, 12 November 2019 13:11

Debat Sengit Prabowo dengan Anggota Komisi I, Perincian Anggaran Dibahas Tertutup

PERDEBATAN sengit terjadi setelah Menhan Prabowo Subianto memaparkan konsep pertahanan…

Selasa, 12 November 2019 13:05

Jokowi Singgung Terlalu Banyak Peraturan Menteri

JAKARTA – Presiden Joko Widodo menyinggung banyaknya regulasi dalam rapat…

Selasa, 12 November 2019 12:58

Jokowi - Paloh Tegaskan Tak Ada Keretakan

JAKARTA- Partai Nasdem telah merampungkan Kongres II yang digelar di…

Selasa, 12 November 2019 11:12

3 Orangutan Dilepasliarkan di Hutan Kehje Sewen, Dua Diantaranya Ibu dan Anak

PROKAL.CO, SAMARINDA - Borneo Orangutan Survival Foundation (Yayasan BOS) dan…

Selasa, 12 November 2019 10:35

Akhir Tahun Pertumbuhan Ekonomi Kaltim Lebih Lambat

SAMARINDA-Ekonomi Kaltim pada triwulan ketiga tahun ini tumbuh 6,89 persen…

Senin, 11 November 2019 23:00

Pertimbangan IKN, Peluang Dibangun Dua Jembatan Lagi di Teluk Balikpapan

BALIKPAPAN-Rencana pemindahan Jembatan Tol Balikpapan-Penajam Paser Utara (PPU) masih menanti…

Senin, 11 November 2019 22:57
Sindikat Mafia Minyak Beroperasi di Dekat Tambang

Dicuri di Sangasanga, Diolah di Samarinda

Selain mengamankan ratusan ton minyak mentah yang diduga ilegal, aparat…

Senin, 11 November 2019 22:38

Subsidi Tetap Harus Dibarengi Cleansing Data

JAKARTA– Pekerjaan rumah untuk membenahi BPJS Kesehatan masih banyak. Menaikkan…

Senin, 11 November 2019 13:29
(1) Indonesia U-19 vs Korea Utara U-19 (1)

Karena Berjuang Layaknya Pahlawan

JAKARTA– ’’Kami sudah sepakat sebelum pertandingan. Hari ini 10 November…

Senin, 11 November 2019 13:19
Isu Kesehatan di Pulau-Pulau Terpencil Indonesia (1)

Bu Bidan Merangkap Perawat Sekaligus Dokter

”Sedih karena saya tidak bisa berbuat banyak,” ucap bidan honorer…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*