MANAGED BY:
SABTU
30 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Senin, 07 Oktober 2019 00:23
Setelah 15 Tahun, Orang Utan Kalimantan Pulang Kampung (2-Habis)

Siapkan Kawasan Suaka 19 Ribu Hektare Bertetangga dengan Ibu Kota Negara

Hashim menyebut sedang menyiapkan sebuah kawasan seluas 19 ribu hektare. Terdiri dari beberapa pulau. Luasnya bervariasi. Yang terkecil 10 hektare. Hingga yang terbesar mencapai 453 hektare. Saat ini sedang tahap mengurus izin dari Pemerintah PPU.

PROKAL.CO, Bento dan Iskandar adalah awal perjuangan program Pusat Suaka Orangutan Arsari, yang dimulai tiga tahun lalu di Penajam Paser Utara (PPU). Kemudian, presiden memutuskan memindahkan ibu kota negara ke lokasi yang sama.

 

M RIDHUAN, Balikpapan

Menggunakan speedboat bermesin 80 PK, perjalanan dari Pelabuhan ITCI, Kelurahan Baru Ulu, Balikpapan Barat, menuju dermaga ITCI di Kecamatan Sepaku, PPU, menghabiskan waktu 30 menit. Saat itu, Jumat (4/10) pagi sekira pukul 7.30 Wita. Kondisi Teluk Balikpapan tak bergelombang, meski air laut sedang pasang.

Perahu fiber dengan kapasitas sembilan penumpang melaju dengan mulus. Namun, hanya sesaat. Sampah di laut mengadang. Yang paling banyak adalah plastik. Meski motoris harus membuat perahu menari di atas air, namun tetap saja, dua kali baling-baling mesin harus dibebaskan dari jeratan sampah.

“Meski di permukaan tak tampak, di bawah (laut) ini banyak sampahnya,” ujar sang motoris.

Semakin lama perahu melaju, pemandangan pun perlahan berubah. Keberadaan kapal besar semakin berkurang, seiring menyempitnya teluk. Bangunan perusahaan dan permukiman berganti hutan bakau. Namun, satu perkampungan terakhir menjadi pertanda perjalanan segera dipungkasi. “Itu Maridan,” kata Amir, seorang jurnalis yang ikut dalam rombongan.

Maridan adalah sebuah kelurahan di Kecamatan Sepaku. Tak banyak referensi tentang daerah ini sebelumnya. Kecuali tentang sebagian wilayahnya yang masuk kawasan sertifikat hak guna bangunan (HGB) PT ITCI Kartika Utama. Perusahaan yang saat ini dikelola PT Arsari Group milik Hashim Djojohadikusumo. Adik kandung Prabowo Subianto.

Hashim menyebut sedang menyiapkan sebuah kawasan seluas 19 ribu hektare. Terdiri dari beberapa pulau. Luasnya bervariasi. Yang terkecil 10 hektare. Hingga yang terbesar mencapai 453 hektare. Saat ini sedang tahap mengurus izin dari Pemerintah PPU.

“Termasuk 4.300 hektare di dalamnya adalah badan air berupa danau,” ucap Hashim yang juga ketua Yayasan Arsari Djojohadikusumo (YAD).

Mimpi besar Hashim tak hanya menyediakan suaka bagi orang utan. Namun, juga satwa endemik Kalimantan lain. Salah satunya badak Kalimantan atau The Bornean Rhinoceros. Yang sempat dinyatakan punah, namun berhasil terdeteksi pada 2013 lalu.

“Ke depan suaka ini akan dipagari untuk melindungi mereka,” sebutnya. Bagi dia, suaka ini merupakan pilot project pertama di dunia terkait perlindungan orang utan dewasa. Mengkhususkan pada pelestariannya, yang selama ini hidup di kandang. Bento dan Iskandar, dua orang utan jantan jadi yang pertama diujicoba.

“Misi kami agar orang utan tidak menghabiskan sisa hidupnya ‘di penjara’. Tapi di alam liar. Di habitatnya di Kalimantan,” ungkapnya.

Terkait rencana kawasan suaka dengan pemindahan ibu kota baru, CEO PT ITCI itu mengakui tiga tahun lalu saat merencanakan suaka ini tak mengetahui ibu kota bakal pindah ke PPU. Namun, dia memastikan sudah melakukan komunikasi dengan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappenas) Bambang Brodjonegoro.

“Pekan lalu saya sudah bicara dengan Pak Bambang. Dan beliau menyambut positif adanya suaka ini,” imbuhnya.

Untuk lokasi suaka disebut hanya berjarak 500 meter hingga 1 kilometer dari batas wilayah pembangunan ibu kota baru. Ini diklaim tidak menjadi masalah. Justru pemerintah disebutnya kaget sekaligus berterima kasih ada pihak swasta yang bersedia menyediakan perlindungan bagi satwa dilindungi.

“Rencananya November ini akan kami resmikan pusat suaka orang utan ini. Kami akan undang menteri LHK (Lingkungan Hidup dan Kehutanan) untuk hadir,” ujarnya.  

Sementara itu, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim Sunandar menjelaskan, saat ini masih ada orang utan yang berada di pusat rehabilitasi yang kondisinya serupa dengan Bento dan Iskandar. Terlalu lama berada di kandang dan terlalu jinak pada manusia.

“Ada juga yang sudah tua dan sakit. Sehingga kondisinya tak bisa dilepasliarkan ke alam,” ujarnya.

Dengan adanya suaka ini, pihaknya mengharapkan kategori orang utan tersebut bisa ditempatkan di pulau suaka yang disediakan YAD. Dan pihaknya siap mendukung untuk penyediaan pakan meski ada harapan primata tersebut bisa mencari makan sendiri.

“Kan disebut masih ada upaya memberi makan. Nanti kami bantu di sana,” kata Sunandar.

Sementara ini Bento, yang berusia 19 tahun; dan Iskandar, yang berusia 17 tahun; masih dikarantina di kandang. Masih ada beberapa tahap pemeriksaan dan uji coba sebelum mereka dipindah ke Kalawasan. Sebuah pulau seluas 243 hektare. Pulau di mana mereka akan menghabiskan sisa hidup.

“Ini demi kesejahteraan hidup Bento dan Iskandar,” ungkap Direktur Direktur Eksekutif YAD, Catrini Kubontubuh.

Catrini berharap program bagi orang utan ini bisa berjalan sukses seperti yang mereka lakukan pada penyediaan suaka untuk spesies harimau di Sumatra. Yang telah berlangsung sejak 2017 lalu.

“Empat ekor harimau berhasil kami lepas liarkan. Satu masih di kandang, dan sayangnya, dua meninggal karena sakit hepatitis dan diabetes,” ungkapnya. Rencananya, November 2019 nanti, harimau Sumatra terakhir yang berada di kandang dilepasliarkan. (***/dwi/k15)

 

 

loading...

BACA JUGA

Jumat, 29 Mei 2020 14:57

Wabah Terkendali, Gelar Jumatan di Masjid

JAKARTA–Warga di daerah yang masuk kategori hijau terkait Covid-19 wajib…

Jumat, 29 Mei 2020 14:57

Rapid Test Massal Sampai Pekan Depan

BALIKPAPAN–Upaya memutus rantai penyebaran virus corona terus dilakukan Pemkot Balikpapan.…

Jumat, 29 Mei 2020 14:17
Mulai Tahun Ajaran Baru Beda dengan Pembukaan Sekolah

Pemda Tak Bisa Buka Sekolah Secara Sepihak

JAKARTA– Usulan penundaan awal tahun ajaran baru 2020/2021 dipastikan tak…

Jumat, 29 Mei 2020 14:14

Resepsi Nikah Masih Dilarang di Balikpapan

Berbeda dengan Samarinda, tanda-tanda pelaksanaan tatanan normal baru di Balikpapan…

Jumat, 29 Mei 2020 14:13
Atasi di Hulu Cegah Banjir Besar

Konservasi Lahan Bendungan Benanga Prioritas Dilakukan

Segudang penanganan banjir di Samarinda sebenarnya sudah tersaji. Dari penurapan…

Jumat, 29 Mei 2020 14:10
Kisah Tenaga Medis yang Berlebaran di Rumah Sakit saat Corona Mewabah (2)

Mudik Tertunda, Pasien Malah Membeludak kala Hari Raya

Semenjak pandemi Covid-19 merebak awal tahun ini, seketika buyar angan-angan…

Jumat, 29 Mei 2020 12:32

Kukar Surga Tambang Ilegal, Pengamat : Konsistensi Aparat Lemah

Persoalan lingkungan karena aktivitas tambang liar di sejumlah kecamatan di…

Kamis, 28 Mei 2020 16:35

Antusias Sambut Tatanan Baru setelah Pandemi

SAMARINDA–Rencana pemberlakuan tatanan baru atau new normal di sarana publik…

Kamis, 28 Mei 2020 16:31

Ratusan Pekerja Mal di Balikpapan Jalani Rapid Test

UNTUK kelima kalinya, Tim Gugus Tugas Covid-19 Balikpapan melaksanakan rapid…

Kamis, 28 Mei 2020 16:29

Masukan Obat ke Aliran Darah Pakai Robot

TIDAK lama lagi banyak penyakit bisa diobati oleh robot berukuran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Terverifikasi Dewan Pers