MANAGED BY:
SELASA
19 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SAMARINDA

Senin, 07 Oktober 2019 00:08
Kenalkan Permainan Tradisional Anak
PERMAINAN TRADISIONAL: Para peserta aktivasi permainan tradisional asyik mengenang masa lalu dengan bermain lompat tali.

PROKAL.CO, SAMARINDA - Di depan gawai, anak asyik bermain. Tak lagi memedulikan sekitar, jemari mereka lincah bermain di atas layar. Mereka tak perlu keluar memanggil teman mereka. Tak perlu lagi mengidentifikasikan temannya ada di rumah atau tidak dengan keberadaan sandal di depan pintu. Gawai membuat mereka tak harus bertemu kawannya.

Lebih asyik dengan gawai, permainan tradisional tak banyak dilakukan anak-anak kiwari ini. Padahal, permainan tradisional mengharuskan anak-anak berolahraga dan berinteraksi dengan sejawatnya. Namun, ternyata permainan tradisional kini tidak menarik minat anak-anak.

“Hal ini memang bagian dari efek teknologi.  Karena itu, kami mengajak anak-anak dan masyarakat, melestarikan kembali aneka permainan tradisional,” kata Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Kalimantan Muslimin AR Effendy.

Melihat kondisi ini, akhir pekan lalu BPCB melakukan kegiatan Aktivasi Permainan Tradisional yang diselenggarakan di Samarinda Seberang. Dalam kegiatan ini, ada lima permainan tradisional yang dimainkan yakni egrang, lompat tali, terompah, ular tangga, dan dadu. Dia mengatakan, pada dasarnya permainan tradisional di Indonesia memiliki kesamaan, hanya berbeda nama.

Misalnya egrang, di beberapa daerah namanya dikenal berbeda.  Di Kalimantan menyebut egrang dengan nama batungkau sedangkan di Jawa menyebutnya ingkak-ingkak. “Jadi, pada dasarnya permainan tradisional di Indonesia ini tak berbeda. Semua bisa saja bermain,” imbuhnya.

Dia menambahkan, dibandingkan permainan tradisional, bermain dengan gawai lebih banyak risiko. Mulai kesehatan hingga psikis anak. Muslim mengatakan, dengan gawai, si anak bisa terpapar informasi negatif yang tak tersaring. Mulai gim penuh kekerasan atau yang berbau pornografi.  Belum lagi masalah kesehatan yang mengintai karena anak tak banyak gerak dan masalah mata akibat terpapar sinar gawai terus-menerus.

Di Samarinda ada 230 ribu anak usia di bawah 14 tahun. Mereka berada di usia rentan. Karena itu, hendaknya masyarakat bisa mengenalkan permainan tradisional kembali ke anak-anak mereka. (nyc/kri/k16)


BACA JUGA

Selasa, 19 November 2019 12:48

Republik Ceko Minat Bangun MRO di Bandara APT Pranoto

SAMARINDA - Pemerintah Republik Ceko berminat membangun Maintanence, Repair, Overhoul…

Selasa, 19 November 2019 12:46

PPP Buka Pendaftaran Calon Walikota, Ini Syaratnya

SAMARINDA - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) membuka pendaftaran Bakal Calon…

Selasa, 19 November 2019 10:15

CISC Kaltim Temui Komisi IV DPRD Kaltim, Ada Apa?

SAMARINDA. Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Rusman Yaqub, Senin (18/11)…

Selasa, 19 November 2019 10:13

Abdul Kadir Soroti Formalin dan BPJS Kesehatan

SAMARINDA. Anggota DPRD Kaltim Abdul Kadir Tappa menyoroti sejumlah masalah…

Selasa, 19 November 2019 10:10

Banyak yang Tak Paham, Perda Harus Disosialisasikan

SAMARINDA. Produk Hukum seperti Peraturan Daerah (Perda) merupakan payung hukum…

Senin, 18 November 2019 13:55

Anggaran Besar, Mestinya Tol Cepat Selesai

  SAMARINDA–Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim Agus Suwandi mengkhawatirkan…

Senin, 18 November 2019 13:50

Siap Sanksi Korporat Bandel, Targetkan Piutang PDAM di Wilayah I Rampung Pekan Ini

SAMARINDA–Jumlah rekening air badan usaha yang menunggak sudah rilis PDAM…

Senin, 18 November 2019 13:50

Teras Rumah Jadi Tempat Transaksi Sabu

SAMARINDA–Rumah di Jalan Kulintang, Gang Cipari, RT 38, Nomor 11,…

Senin, 18 November 2019 13:49

Terjerat Utang, Motor Teman Digadai

SAMARINDA–Jajaran Polsek Sungai Pinang membekuk Ricky Chandra (17), pelaku penggelapan…

Senin, 18 November 2019 12:11

Polemik Dua Opsi Jalan SMP 38, Menanti Sikap Pemkot

Polemik pembangunan jalan masuk SMP 38 belum menemukan solusi jitu.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*