MANAGED BY:
SELASA
22 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

SAMARINDA

Senin, 07 Oktober 2019 00:08
Kenalkan Permainan Tradisional Anak
PERMAINAN TRADISIONAL: Para peserta aktivasi permainan tradisional asyik mengenang masa lalu dengan bermain lompat tali.

PROKAL.CO, SAMARINDA - Di depan gawai, anak asyik bermain. Tak lagi memedulikan sekitar, jemari mereka lincah bermain di atas layar. Mereka tak perlu keluar memanggil teman mereka. Tak perlu lagi mengidentifikasikan temannya ada di rumah atau tidak dengan keberadaan sandal di depan pintu. Gawai membuat mereka tak harus bertemu kawannya.

Lebih asyik dengan gawai, permainan tradisional tak banyak dilakukan anak-anak kiwari ini. Padahal, permainan tradisional mengharuskan anak-anak berolahraga dan berinteraksi dengan sejawatnya. Namun, ternyata permainan tradisional kini tidak menarik minat anak-anak.

“Hal ini memang bagian dari efek teknologi.  Karena itu, kami mengajak anak-anak dan masyarakat, melestarikan kembali aneka permainan tradisional,” kata Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Kalimantan Muslimin AR Effendy.

Melihat kondisi ini, akhir pekan lalu BPCB melakukan kegiatan Aktivasi Permainan Tradisional yang diselenggarakan di Samarinda Seberang. Dalam kegiatan ini, ada lima permainan tradisional yang dimainkan yakni egrang, lompat tali, terompah, ular tangga, dan dadu. Dia mengatakan, pada dasarnya permainan tradisional di Indonesia memiliki kesamaan, hanya berbeda nama.

Misalnya egrang, di beberapa daerah namanya dikenal berbeda.  Di Kalimantan menyebut egrang dengan nama batungkau sedangkan di Jawa menyebutnya ingkak-ingkak. “Jadi, pada dasarnya permainan tradisional di Indonesia ini tak berbeda. Semua bisa saja bermain,” imbuhnya.

Dia menambahkan, dibandingkan permainan tradisional, bermain dengan gawai lebih banyak risiko. Mulai kesehatan hingga psikis anak. Muslim mengatakan, dengan gawai, si anak bisa terpapar informasi negatif yang tak tersaring. Mulai gim penuh kekerasan atau yang berbau pornografi.  Belum lagi masalah kesehatan yang mengintai karena anak tak banyak gerak dan masalah mata akibat terpapar sinar gawai terus-menerus.

Di Samarinda ada 230 ribu anak usia di bawah 14 tahun. Mereka berada di usia rentan. Karena itu, hendaknya masyarakat bisa mengenalkan permainan tradisional kembali ke anak-anak mereka. (nyc/kri/k16)


BACA JUGA

Senin, 21 Oktober 2019 11:56

Nidya Gaungkan Pelestarian Lingkungan

Upaya pelestarian lingkungan dan restorasi daerah aliran sungai (DAS), khususnya…

Senin, 21 Oktober 2019 11:55

PPU Tetap Aman dan Kondusif, Sigit: Masyarakat Jangan Terprovokasi

SAMARINDA-Penajam Paser Utara (PPU) beberapa hari jadi perhatian se-nasional. Wakil…

Senin, 21 Oktober 2019 11:54

Perguruan Tinggi Harus Siap

  KALTIM resmi ditunjuk Presiden RI Joko Widodo sebagai ibu…

Senin, 21 Oktober 2019 11:12

Jadi Kota Penyangga IKN, Samarinda Belum Punya Landmark

PROKAL.CO, SAMARINDA - Kepala Dinas Pariwisata Samarinda, I Gusti Ayu…

Minggu, 20 Oktober 2019 22:29
Ngobrol Bareng Juara-Juara Olimpiade di Level Internasional (2-habis)

Si Anak Penjual Mi Ayam yang Penasaran dengan Angka

Prestasi Albert Marvel Jong berasal dari rasa penasarannya. Rumus dan…

Minggu, 20 Oktober 2019 22:25

Istri Nusyirwan Ikut Mendaftar

SAMARINDA - Istri almarhum Wakil Wali Kota Samarinda Nusyirwan Ismail…

Minggu, 20 Oktober 2019 22:23

Pencuri HP Dihakimi Warga, Barang Bukti Disembunyikan di Keranda Mayat

SAMARINDA – Satu dari dua orang komplotan pencuri ponsel di…

Minggu, 20 Oktober 2019 22:20

Plafon SD 011 Belum Ditangani, Disdikbud Sebut Belum Terima Laporan

SAMARINDA - Runtuhnya plafon SD 011 Samarinda Kota belum ditindaklanjuti…

Minggu, 20 Oktober 2019 22:17

Gas Rumah Kaca Tinggi di Lampu Lalu Lintas

SAMARINDA – Transportasi menjadi penyumbang emisi terbesar di Kota Tepian.…

Minggu, 20 Oktober 2019 20:51

Lindungi Sumber Daya Genetik Asli Samarinda

SAMARINDA - Upaya perlindungan terhadap sumber daya genetik (SDG)  yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*