MANAGED BY:
JUMAT
15 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | LIFESTYLE | KALTARA

UTAMA

Sabtu, 05 Oktober 2019 11:45
Exoskeleton Bantu Thibault Kembali Berjalan

Gerakkan Tangan Lebih Sulit daripada Kaki

Orang yang mengalami kelumpuhan punya harapan baru. Kini tengah dikembangkan alat yang dinamai exoskeleton. Alat itu bisa digerakkan lewat perintah otak.

PROKAL.CO, Orang yang mengalami kelumpuhan punya harapan baru. Kini tengah dikembangkan alat yang dinamai exoskeleton. Alat itu bisa digerakkan lewat perintah otak.

 

SITI AISYAH, Jawa Pos

 

PANDANGAN Thibault fokus ke depan. Dia lalu berjalan. Gerakannya lambat dan kaku. Sebuah alat serupa robot menopang kaki, tangan, dan punggungnya. Pelan tapi pasti, pria 28 tahun itu sampai di ujung ruangan.

Thibault tertawa semringah ketika sampai. Bagi dia, hal itu luar biasa. Sebab, sudah empat tahun ini dia terbaring tak berdaya. Bisa kembali berjalan setelah sekian lama adalah berkah.

Semua itu bisa terjadi berkat exoskeleton yang dikembangkan oleh para pakar dari Hospital of Grenoble Alpes, University of Grenoble, perusahaan biomedis Clinatec, dan pusat penelitian CEA. Sesuai namanya, exoskeleton berarti kerangka luar tubuh. Alat itu digerakkan oleh perintah otak.

”Teknologi ini telah memberi saya kesempatan hidup baru,” ujar Thibault kepada Agence France-Presse Kamis (3/10).

Pria dari Lyon, Prancis, tersebut mengungkapkan bahwa dirinya tidak bisa melakukan apa pun dengan tubuhnya. Karena itu, dia ingin menggunakan otaknya. Exoskeleton adalah jawaban atas keinginannya selama ini.

Thibault menceritakan, dirinya mulai lumpuh sekitar empat tahun lalu. Kala itu dia pergi ke kelab malam. Entah bagaimana dia terjatuh dari balkon yang terletak 12 meter dari permukaan tanah. Tulang belakangnya patah. Dia lumpuh dari bahu ke bawah.

Pada 2017 dia menjadi relawan Clinatec dan University of Grenoble. Tidak mudah memakai exoskeleton itu. Thibault harus menjalani operasi untuk menanam alat perekam di dua sisi area otak yang bertugas memerintahkan gerak tubuh.

Setelah menjalani prosedur tersebut, dia masih harus berlatih agar terbiasa menggunakannya. Dia menggunakan avatar untuk mengetahui otaknya sudah sinkron atau belum dengan alat yang diimplan itu.

Thibault harus berlatih selama berbulan-bulan sebelum akhirnya menguasainya. Baru setelah itu exoskeleton dipasang di tubuhnya. Alat tersebut tidak dipasang permanen seperti yang diimplan di otak. Melainkan hanya ditalikan ke tubuh.

”Ini rasanya seperti orang pertama yang berjalan di bulan. Saya tidak pernah berjalan, saya lupa caranya berdiri, lupa bahwa saya lebih tinggi daripada sebagian besar orang di ruangan ini,” ujarnya.

Thibault mengungkapkan, belajar berjalan memang susah. Tapi, yang lebih susah adalah menggerakkan tangan. Sebab, untuk melakukannya, dibutuhkan banyak koordinasi. Dia butuh waktu lama untuk belajar mengontrol gerakan tangan.

Exoskeleton memang belum bisa dibawa pulang. Masih butuh waktu beberapa tahun lagi untuk mengembangkannya. Bahkan, untuk pemakaian di laboratorium saja, alat itu harus dikaitkan ke langit-langit. Para peneliti ingin meminimalkan risiko. Mereka khawatir Thibault terjatuh. Apalagi, alat tersebut berat. Yakni, 65 kilogram.

Meski begitu, para peneliti menegaskan bahwa exoskeleton punya potensi untuk meningkatkan kualitas hidup dan kemandirian pasien yang lumpuh. Cedera sumsum tulang belakang dari leher mengakibatkan 20 persen pasien mengalami kelumpuhan pada kaki dan tangan. Tapi, otak pasien masih berfungsi normal. Karena itulah, exoskeleton memberikan harapan baru.

Para peneliti ingin mengembangkan lagi alat tersebut hingga bisa menggerakkan jari-jari. Dengan begitu, Thibault bisa memegang barang-barang. ”Ini bukan tentang mengubah manusia menjadi mesin, tapi respons atas masalah medis,” tegas Alim-Louis Benabid, profesor emeritus di University of Grenoble yang memimpin penelitian itu. (*/c11/dos)


BACA JUGA

Jumat, 15 November 2019 13:15

  Kepercayaan Publik ke KPK Menurun, Presiden Harus Turun Tangan  …

Jumat, 15 November 2019 13:12

Tahun Depan, Ngga Lulus Sertifikasi, Ngga Bisa Nikah

JAKARTA– Bagi anda yang berencana menikah tahun depan, bersiaplah untuk…

Jumat, 15 November 2019 09:55

Gempa Membuat Masyarakat Bali Panik

JAKARTA– Warga penghuni pulau Bali sebelah utara dan barat dikagetkan…

Jumat, 15 November 2019 09:48

Kementerian Inilah yang Pindah Pertama Kali ke IKN di Kaltim

 JAKARTA- Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjanjikan bahwa kementeriannya akan menjadi…

Jumat, 15 November 2019 09:44

Teroris Medan Terpapar Istri yang Intens Temui Napiter

JAKARTA— Densus 88 Anti Teror menemukan fakta baru terkait RMN,…

Kamis, 14 November 2019 12:38

Otak Penyulingan Minyak Ilegal Masih Berkeliaran

Memanfaatkan lahan kosong dan tak jauh dari perusahaan tambang, lokasi…

Kamis, 14 November 2019 12:26
Sidang Kayat, Hakim PN Balikpapan yang di-OTT KPK

Hakim Non Aktif Itu Tolak Sertifikat Tanah, Maunya Uang Tunai

SAMARINDA–Lahan seluas 7,6 hektare di Km 8, Transad, Balikpapan Utara,…

Kamis, 14 November 2019 12:19

Terapkan Nontunai di Tol Balsam, Lima Bank Digandeng

BALIKPAPAN–Gerbang Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) dipastikan dilayani tanpa petugas. Setiap…

Kamis, 14 November 2019 12:05

Venesia, Kota Terapung yang Makin Tenggelam

Acqua alta kembali menghanyutkan seluruh permukaan Kota Venesia, Italia, Selasa…

Kamis, 14 November 2019 11:19

ALAMAK..!! Hutang BPJS Kesehatan Kian Menumpuk

JAKARTA – Utang BPJS Kesehatan kepada rumah sakit tak tanggung-tanggun.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*